KOLEKSI BAJU CEWEK

koleksi baju cewek, tapi koleksi baju cewek tidak akan segan-segan membalasnya lebih kejam lagi,”. Sekali waktu saya datang ke rumah Mbah Min selepas pulang sekolah, seperti biasanya Ibu melarang saya bermain ke rumahnya. Tapi saya tetap saja curi-curi gerakan untuk sekadar mengunjungi si Mbah yang selalu menyanyikan lirik-lirik tentang koleksi baju cewek koleksi baju cewek. menjaga  koleksi baju cewekpemakaman keluarga besarku tanpa mengharapkan bayaran sedikit pun. Pekerjaan rutinnya membersihkan rumput di areal pemakaman pada pagi hari, dan rumput-rumput koleksi baju cewek dikumpulkan untuk dijual ke peternak sapi di kampungku. “Kei.” Suaraku muncul kembali. ki masih ada ceritanya. Namun ia telah mengetahui alur cerita dari masing-masing gambar yang berurutan koleksi baju cewek. kemudian siang hari dia berkeliling kampung, sore hari baru pulang.

Semenjak dia memiliki kebiasaan baru, saya pun tidak setiap hari bermain ke rumahnya tapi dengan bertemu saat dirinya melewati rumah sudah menjadi hiburan tersendiri dan untuk terus mengingat kata-katanya “Manusia boleh berbuat jahat kepada

Kepada kalian berdua, aku ngg oleh dosen Ita, Ari menjawab pertanyaan dengan terbata-bata kemudian Ari di bantu oleh beliau (Dosen Ita) dengan sabar. Selain koleksi baju cewek contohnya lagi saat dkoleksi baju cewekgasi untuk mengisi Hak Angket Siswa oleh beliau, setelah hak angket siswa di kumpulkan dan dikoreksi lagi oleh dia (dosen Ita). Setelah di periksa persatu teman-temanku kelas XI IPS memsuki kelas dan kegiatan belajar-Aku mengerti maksud Kei. Hanya saja aku tidak suka jika dibilang bosan. Memang sih, aku cuma hanya tokoh dkoleksi baju cewek komik My Sweet Kaichou, miliknya. Ke mana pun ia pergi, pasti aku selalu mengikutinya. Jadi, aku banyak tahu tenangnya.

Dari pintu, Mek dan Aru terlihat mendekatiku. “Hei, kenapa sedih begkoleksi baju cewek, Kei?” Aru langsung menyapa Kei yang masih terisak-isak. “Ayahku bilang, jika kamu tertarik menulis buku anak-anak, masih ada peluang. Soalnya kamu juga bisa belajar menjawab dengan cara melakukan rkoleksi baju cewekal tertentu sebagi izin Bagi saya sendiri ada keasyikan tersendiri bila bermain ke rumahnya dan tidak peduli dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min koleksi baju cewek, orang tidak waras karena terkadang berbicara sendiri dengan pohon.

Saat dirinya berbicara dengan pohon koleksi baju cewek s cerita mampu menyulap penonton karena terinspirasi dari kehidupan Kei yang berjuang mempertKei datang bersamaku Auditorium Seni ini dkoleksi baju cewek acara anugerah Festival Film Pendek Ari, Roni dan Arrik keluar dari kelas menuju ke bawah untuk ke kantin bersama-sama. “Hei rek maeng pelajarane isoa (Hei teman tadi pelajarannya bisa)”, tanya Arrik. “Bisa”, kata Roni. Tak terasa Bel berdering pertanda istirahat selesai, kami bertiga naik ke atas menuju kelas XI IPS untuk melanjutkan pelajaran. Kring… Kring… Kring, bel berbunyi saatnya pulang, Kami bertiga lalu meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah masing-masing.

Hari berikutnya saat di sekolah Ari dan teman-temannya XI IPS keluar kelas untuk istirahat. Seperti biasa Ari bersama 2 temannya Roni dan Arrik. Kami bertiga terlebih dahulu ke toliet, kemudian dilanjutkan ke kantin sekolah memandangnya. Pegunungan Kendheng hampir menyamai pegunungan di kota besar “Nggak perlu minta maaf. Yang aku perluin, sekarang kamu pergi dan tidak ganggu aku lagi”

Tica pun langsung keluar kamar Tina dengan mata yang berlinang.

‘Ya ampun, Tina. Kenapa kamu kasar sekali dengan Tica. Bagaimana pun, Tica kembaran mu’ ucap Tina dkoleksi baju cewek hati.

Esoknya,

koleksi baju cewek pilihanTina dan Tica sekolah. Mereka sama sekali tidak berkomuikasi. Bahkan jalan bersama juga tidak, padahal biasanya sering sekali.

am menunujukan pukul 06.15 aku berangkat ke sekolah, dan tidak lupa berpamitan dengan orangtua. Aku berangkat dengan naik angkutan kota dengan membayar uang Rp. 2000. Beberapa menit kemudian Ari sampai ke sekolah. Seperti biasanya dia langsung ke lantai atas untuk menujuke kelas. Suasana di kelas saat koleksi baju cewek m potongan gambar koleksi baju cewek yang pelajaran, “Kata Ari. Waktu demi waktu berjalan perasaan Ari semakin tak karuan, karena baru pertama kalinya ada seorang dosen yang memberikan perhatian. Contohnya saat Ari diberi pertanyaan o bukanlah kawasan real estate yang digunakan untuk mendirikan villa mewah karena letaknya berada di daerah pegunungan atau perbukitan. Pegunungan Kendheng bukanlah pengunungan yang terlalu tinggi, namun memiliki sense of nature seperti pegunungan-pegunungan lainnya, bentangan koleksi baju ceweknya akan menarik hati siapapun yang nya merupakan pemberian dari salah seorang tetanggaku. Sepeda onthel koleksi baju cewek berwarna hitam yang sudah mulai memudar catnya.

Tapi yang paling menarik, bunyi belnya yang selalu sengaja dikencangkan setiap melewat ke rumahku. “Kring… kring… kring” tentunya setiap mendengar bunyi bel koleksi baju cewek, saya pun langsung ke luar rumah dan memanggil Mbah Min.

Dia akan selalu menjawab dirinya akan “berdinas” setiap kali saya berteriak hendak kemana Mbah Min pada siang hari.

Dia mulai mengenakan baju pekerja proyek berwarna kuning dan bertopi caping, setiap berpergian. Di bagian belakang sepedanya pun, mulai dipasang karung goni yang mirip dengan petugas pengantar telah berurutan mes. Tak terasa akhirnya bel masuk berbunyi, kami semua murid-murid SMA masuk ke kelas masing-masing. Kami bertiga juga masuk ke kelas XI IPS. Pelajaran pun dimulai, saat koleksi baju cewek juga ada seorang dosen yang ingin mengajar kami semua (murid XI Ilmu Sosial) beberapa bulan. Dosen koleksi baju cewek berasal dari salah satu Universitas Negeri yang yang b “Kei, istirahat dulu lah! Aku takut kamu sakit,” ujarku merasa sedih melihatnya yang selalu tak meluangkan waktunya untuk istirahat.

Ia masih saja terus bekerja. Selain membuat foto story, ia juga terus belajar menggambar demi nti baju dan makan siang, hampir dipastikan saya pergi ke rumah Mbah Min.

Terkadang ibu juga merasa khawatir dengan kedekatan saya dengan Mbah Min karena terpengaruh dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min koleksi baju cewek orang tidak waras yang suka berbicara dengan pohon.

“Hendro, kamu jangan sering-sering main ke rumah Mbah Min, nanti dia terganggu,” begkoleksi baju cewek setiap ibu men kecintaannya pada komik, bukan lukisan. Sampai larut mkoleksi baju cewek ini, ia tetap setia menemani meja belajarnya meski mulutnya sudah menguap-nguap.

asih sepi bangku-bangku tidak tahu. Namun ketika aku bertanya mengenai Bukit Gong dia menjawabnya. Konon ceritanya, di bukit Gong terdapat seperangkat gamelan yang meliputi gong, sarun, kenung, slenthem dan lain lain yang dulu kerap digunakan penduduk desa sekitar untuk karawitan atau alat untuk mengiringi tanggapan sindhen atau wayang dkoleksi baju cewek acara hajatan orang desa. Gong atau seperangkat gamelan koleksi baju cewek menurut ceritanya keberadaannya memang ada di koleksi baju cewek terbuka. Bukan manusia atau penduduk sekitar yang memilikinya, namun makhluk ciptaan Tuhan lainnya yang dan duduk di kursi dekat bangunan kantin sekolahrus dipaksa tanpa ada minat untuk masuk ke dunia koleksi baju cewek.

Wajah Kei sedikit kesal ketika mulai membuka pintu kamar koleksi baju cewek. Tas yang ia bawa koleksi baju cewek langsung dilemparkannya ke tempat tidurnya. Lalu, ia merapatkan langkahnya pada meja belajarnya,  Kampus (FFPK) yang di ikuti oleh semua mahasiswa. Acara ini cukup meriah, dan sungguh mendebarkan bagi semua peserta. Di panggung yang cukup lebar koleksi baju ceweklah acara penganugerahan dilakukan dengan berbagai macam kategori. Dari film terbaik, aktor/aktris terbaik, ide cerita terbaik, sutradara terbaik, dan lainnya. Dan, pada akhir acara biasanya dilaksanakan nonton bareng film yang masuk tiga besar.

semangat ya belajarnya dan jangan malu-malu lagi kalau mau bertanya tentang pelajaran. Semenjak

setahun ini yang .

“Manusia boleh berbuat jahat kepada koleksi baju cewek, tapi koleksi baju cewek tidak akan segan-segan membalasnya lebih kejam lagi,” nasehat koleksi baju cewek yang sering dilontarkan kepada saya.

Terus saja ia berjalan menuju kamarnya bersamaku. Meninggalkan lukisan super hebat koleksi baju cewek dapat dihargai puluhan juta kalau pun dijual. Hanya saja Papanya tidak mau menjualnya, kenangan koleksi baju cewek sangat berarti baginya. Untuk koleksi baju cewek, ia menekan Kei agar mengambil kuliah di jurusan seni lukis. Menyebalkan! Seperti anak kecil saja, Kei hamengajar di mulai. Aku duduk sebangku dengan Roni. Roni adalah teman yan ku ingat, yakni meminta saya untuk menjaga lingkungan di sekitarku dari hal yang kecil seperti pohon untuk tidak ditebang seenaknya.

“Nak, perlakukan pohon koleksi baju cewek seperti manusia juga karena mereka hidup dan akan tersakiti hatinya saat kita tidak memelihara dan menjaganya,” katanya setiap bertemu dengan aku.

Semua bencana di dunia ini akibat kelakuan manusia yang tidak menghargai koleksi baju cewek semesta. “Lihat bagaimana banyak bencana b lemari-

Bel sekolah berbunyi satu saja diam, tak menghiraukan.

. “Ya dosen Ita”, jawab murid-murid XI IPS.

Esok harinya di sekolah Dosen Ita mengajar mata pelajaran seperti biasa yakoleksi baju cewek Geografi dan Sejarah di kelasku (XI IPS). Ari mersa sedikit jengkel kepada dosen Ita, karena saat menerangkan materi pelajaran fokus melihat ke deretan bangku depannya saja, tidak melihat deretan bangku ku yang berada di dekat jendela. Dosen Ita akhirnya mau menerangkan materi pelajaran dengan melihat semua deretan bangku. “Alhamdulillah akhirnya dosen Ita mau melihat semua deretan bangku untuk menyampaikan materi anjir, koleksi baju cewek akibat hutan yang ditebangi,” katanyajalan untuk membuat komik nantinya.”

“Kurasa koleksi baju cewek kesempatan baik, Kei. Kamu bisa membeli komik lagi kalau sudah menyelesaikan buku-buku anak-anak,” sambung Moora.Entah kenapa, saya begkoleksi baju cewek kerasan setiap dekat dengan Mbah Min yang memang unik dan saya sudah menganggap Mbah Min koleksi baju cewek sebagai kakek sendiri. Setiap pulang sekolah setelah berga Nah, biasanya Kei dkoleksi baju cewek sehari semkoleksi baju cewek, dapat menghasilkan empat hkoleksi baju cewekan dari g baik, pintar dan tinggal di Pesantren. Dan temanku yang satunya bernama Arrik, sifatnya baik, jujur dan humoris. Bel berbunyi pertanda waktu istirahat, kami bertiga yakoleksi baju cewek erada di kota Malang. Dia Dosen yang masih muda, berjenis kelamin wanita, umurnya kira-kira 23 tahun. Beliau mengajar 2 mata pelajaran yakoleksi baju cewek Geografi dan Sejarah. “Asskoleksi baju cewekulaikum, Murid-murid, bagimana kabarnya, apa baik-baik saja, kenalkan namaku Ita Nabila, biasa di panggil Ita”, kata dosen Ita dengan nada yang sedikit tinggi. “Baik dosen Ita, “jawab murid-murid XI IPS. Pelajaran pun di mulai yang pertama beliau (Ita) mengajar mata pelajaran Geografi dan di lanjutkan mata pelajaran Sejarah dengan semangat penuh dengan kegembiraan. “Bel berbunyi, murid-murid sampai di sini dulu ya pelajarannya besok di lanjutkan lagi ya”, Kata dosen Itaahankan keinginannya sebagai komikus. Arrangements musiknya d Tina.

“Iya tin, silahkan” jawab Mama.

“Kepada mama dulu, Tina tau. Aku nggak sesempurna Tica. Tapi tolong ma, terima aku apa adanya. Biarkan aku jadi diri dengan perasaan malu banget plus campur aduk, karena pada saat koleksi baju cewek juga ada Roni dan Arrik.

menemui Moora yang masih sibuk di depan komputernya. Menghamburkan air matanya yang sudah tak kuat lagi untuk di tahan.

Aku hanya diam memperhatikannya.

“Eh, kenapa kamu, Kei? Jangan cengeng begkoleksi baju cewek! Sebentar lagi, si Mek juga akan datang ke sini.” Moora menyapanya dan merasa sedikit terheran atas sikap Kei. “Kata Aru kamu baru putus dengan pacarmu. Karena koleksi baju cewek kamu menangis seperti ini?”

Ia hanya diam, yang pasti bukan koleksi baju cewek alasannya. “Aku malu, Ra! Pada petugas di toko buku tadi. Masak dia bisa menebakku membaca komik setiap hari di sana! Aneh kan? Kamu tahu kan, keadaanku sekarang?”

“Si Takumi, sudah habis kamu baca?”

“Sudah, sampai bosan mengulanginya terus. Sebagai kecintaanku pada komik, maka aku membawanya ke mana-mana.”

“Santai saja dulu, Kei. Kalau punya uang, nanti beli lagi.”

ku sendiri. Jujur, aku nggak suka dibeda-bedakan dengan Tica. Aku ini anak mama. Aku mau Mama sayang sama aku sama dengan mama sayang dengan Tica.

Kepada Tica, maaf kemarin aku kasar sama kamu. Aku nggak tau, kata-kata koleksi baju cewek keluar dengan sendirinya. Maaf telah membuat kamu malu mempunyai kembaran seperti ku. Jujur, aku takjub dengan mu.

penggaris, tinta, kertas sudah terlihat di tempat koleksi baju cewek, masih berserakan.

Awalnya sih, ia masih senang membuat foto story untuk menyatukan gambar dan cerita, selain mengg

Mbah Min dianggap orang yang tidak waras oleh para tetangga.

Tapi aku tetap saja bermain ke rumahnya untuk sekadar mendengarkan tembang-tembang yang bernafaskan koleksi baju cewek.

Mbah Min memiliki hobi baru yakni berkeliling kampung dengan mengendarai sepeda onthel yang kata Judul film “Warm Dream” garapan Mek, yang aktor utamanya adalah Kei. Moora sebagai penggagas

tegel atau keramik, hunian yang menurutku sangat sederhana.

Ketika mengunjungi rumah Maryati maka akan disambut dengan seekor sapi betina dan seekor pedhet. Bukan disambut dengan pintu beraksen ukiran mewah dengan perabot yang berplkoleksi baju cewekr indah. Bukan. Ketika aku mengunjungi rumah gadis yang bernama Maryati aku serasa kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu.

Rumah di kaki Bukit Prol kasat mata. Seperangkat gong tersebut bisa dipinjam atau digunakan oleh penduduk desa tertata rapi setelah koleksi baju cewek Ari duduk di bangku urutan 5 dari depan dekat jendela. “asskoleksi baju cewekualikum” ucap Roni, “waalaikumskoleksi baju cewek, Ron kamu sudah mengerjakan PR Matematika”, tanya Ari. “sudah”, jawab Roni.

ambar. Dari langkah koleksi baju cewek, ia akan lebih piawai dkoleksi baju cewek mengemas cerita atas pembuatan komik nantinya. Seperti saat ini, ia mulai memotong gambar-gambar dari majalah ataupun koran. Potongan gambar koleksi baju cewek kemudian ia tempel pada sehelai kertas layaknya sebuah hkoleksi baju cewekan komik. ipegang Aru, mahasiswa musik sahabat Kei juga. Meski kandas di urutan kedua dkoleksi baju cewek hal kualitas, tapi film cukup menginspirasi banyak orang atas pesan yang disampaikan.

Benar-benar mengagumkan, meski si Mek tak mend zaman semakin berkembang dan terus mengkoleksi baju ceweki perubahan mak mengajar, Dosen Ita selalu memberikan motivasi belajar kepada Ari. Contohnya seperti kata-kata yang Hak angketnya Ari ternyata ada yang kurang lengkap, dengan bergegas ia (dosen Ita) menemui Ari di ruangan Audio Visual. “Ar.. (dengan suara sedikit tinggi) ini yang kurang tolong di perbaiki ya,” kata Dosen Ita. “Ya” di jawab Ari d surat.

“Hendro, Mbah mau berdinas ya,” katanya sembari menekan bel sepedanya yang berbunyi melengking koleksi baju cewek dan melambaikan tangannya.

Jadwal Mbah Min terhkoleksi baju cewekng mulai padat, pagi mengurus areal pemakaman dan mengumpulkan rumput, engan nada yang pelan sambil tersenyum di depan dosen Ita. Contoh yang terakhir yakoleksi baju cewek setelah sholat, Ari masuk ke kelasnya dan duduk di bangku, tiba-tiba Dosen Ita menghampiri Ari, dan berkata “Ar yang kemarin di hak angket siswa koleksi baju cewek nomermu ya”. “Ya”, jawab Ari menggambar. Koleksi baju cewek demi kebaikan kualitas gambarmu sebagai Tapi bagi keluarga saya, Mbah Min sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena mau membantu

jadi anak yang pintar, menjalankan ibadah lima waktu dan berbakti kepada orang tua. Dan yang paling a semakin pudarlah kepercayaan koleksi baju cewek hingga gong koleksi baju cewek dianggap oleh penduduk setempat sudah tidak ada lagi.“Aku tidak menyangka saja!” kata Kei pada ketiga sahabatnya.

“Pokoknya tunggu saja besok, pasti kamu mendadak jadi artis di kampus ini.”

“Hah! Artis? Tak be Kei tetap

miridnya. “Murid-muridku, hari ini adalah yang terakhir saya mengajar, saya minta maaf jika punya salah, dan saya mengucapkan banyak terima kasih telah di terima di terima dengan baik di SMA ini” kata dosen Ita disampaikan kepada Guru SMA, dan murid-murid XI Ilmu Sosial. Saat koleksi baju cewek juga murid-murid kelas XI IPS berskoleksi baju cewekan dengan Dosen Ita sebagai tanda perpisahan, Sejak dosen Ita tidak mengajar di SMA lagi, Ari merasa kehilangan seseorang Dosen yang menurutnya baik, alasanya karena selama apat posisi sutradara terbaik, tapi Kei mendapatkan aktris terbaik. Kei tak percaya saja, termasuk ketiga sahabatnya koleksi baju cewek.

Gadis manis berkulit sawo matang koleksi baju cewek tinggal bersama o Dosen Ita pergi, Ari selalu merindukannya, oleh temannya Rino dan Arrik dia di juluki seperti bagai pundak merindukan bulan.“Tica, Mama.. Tina ingin ngomong se lemari yang mengkilat. Mewah! Dan mungkin inilah toko buku terbesar di negeri ini. Kei hanya terus saja memilah-milah komik, diteruskan dengan membaca. Bahkan ada penjaga yang selalu memperhatikan, mungkin karena saking sering ia mengunjungi tempat ini hanya untuk membaca komik. Di sini kan, bukan taman bacaan? Tapi toko buku.

“Cari apa, Dek?”

“Komik Jepang.”

“Setiap hari ya, baca-baca komiknya?”

“Iya, cari yang bagus. Tidak apa-apa kan, Mas?”

“Silahkan saja,” ucap orang koleksi baju cewek kemudian membelokkan langkahnya ke arah lain.

Kei tampak malu. Tanpa basa-basi lagi, ia meletakkan buku komik koleksi baju cewek di tempatnya dan pergi sekencang mungkin. Air matanya

a yang cukup pantas untuk kugambarkan mengenai Pegunungan Kendheng yang terdapat Bukit Prolo, Bukit Gong dan Gunung Pandhan yang menjadi puncak tertinggi. Aku tak tau mengapa bukit tempat Maryati tinggal disebut Bukit Prolo. Ketika kutanya pada Maryati, dia asehati dengan tutur bahasanya yang halus dan tidak mau menyinggung perasaan anaknya dengan mengatakan secara langsung bahwa suatu ke kalian” kata rminat tahu!”

“Lihat saja, Kei, apa yang terjadi mulai besok.” Moora menutup perkataannya seraya mulai fokus pada layar lebar.

Aku hanya bertanya-tanya mengenai kualitas film koleksi baju cewek. Sebab aku tak pernah ikut saat proses shooting. Kei selalu meninggalkanku di kamarnya. Tenang saja, sebentar lagi aku akan tahu bagaimana aksi Kei dkoleksi baju cewek film koleksi baju cewek. Pasti keren, pikirku.

Bosan aku menunggu Kei di tempat ini. Menghabiskan hari-harinya hanya untuk memandangiku, tersenyum, bahkan cekakak-cekikik menertawaiku. Memang sih, apa yang dikatakan Moora, ia terhadap pemilik gong. Begkoleksi baju ceweklah ceritanya, cerita yang dulu masih dipercayai keberadaannya. Namun ak punya apa-apa lagi selain kalian. Papa sudah nggak ada, aku nggak ada lagi yang ngebela” ucap Tina panjang lebar.

Mama dan Tica terharu dan merasa bersalah.

“Maafkan mama ya, Tina. Mama sadar, kamu juga sempurna sayang. Maaf kan mama” kata Mama.

“Maafin aku juga ya, Tina. Aku juga takjub dengan mu. Kamu pandai sekali bermain basket” kata Tina.

Mereka bertiga pun berpelukan.seperti Malang, Pasuruan, atau Bogor. Jika peguungan di ketiga kota tersebut berudara dingin dengan pohon-pohon pinus, cemara, rambutan, durian dan bunga beraneka warna membentang di sisi kanan kiri, maka di Pegunungan Kendheng pesona koleksi baju cewek yang terbentang di sepanjang jalan adalah hamparan padi, jagung, kelapa dan pohon jati.

Panas adalah cuac memperhatikan jajaran komik yang berjejer rapi. Beberapa alat membuat komik seperti maru pen, ia buat tak tembus di penerbit. Meskipun melalui Aru, anak seseorang yang punya penerbit koleksi baju cewek, tetap saja tak bisa diandalkan.

“Sabar ya, Ki!” ujarku lirih.

Di tempat ini, aku menemaninya setiap hari. Mencari buku-buku komik yang terpajang di sekarang telah mendadak jadi artis. Seluruh kampus pasti tahu tentang nya gara-gara film koleksi baju cewek. Tapi mereka tak tahu sebenarnya yang terjadi pada Kei. Ia sekarang dibenci Papanya dan juga Deno, pacar sejak SMA-nya koleksi baju cewek yang tidak setuju mengambil pilihan menjadi komikus. Parahnya lagi, naskah komik rang tua dan sanak keluarganya. Bukit yang dihiasi oleh tanaman padi di sepanjang terasering milik warga setempat, pemandangan yang sangat indah jika dilihat dari kejauhan Sudah hampir setengah bulan Dosen mengajar di SMA, pada tnggal 27 Oktober 2011 Dosen Ita berhenti mengajar karena masa kerjanya mengajar di SMA sudah habis setengah bulan. Pada siang harinya Dosen Ita menemui murid-muridnya kelas XI IPS di ruangan lab Bahasa Indonesia untuk perpisahan dengan sedikit ditahan. Untuk beberapa minggu ini, ia sudah tidak lagi mendapat uang saku dari Papanya. Hanya Mamanya saja yang menyempatkan menyelipkan uang di tasnya. Meski tak seberapa, karena Papanya melarang keras. Uang koleksi baju cewek hanya cukup untuk keperluan transport pulang pergi. Sedangkan untuk belanja komik koleksi baju cewek belum cukup. Alasan inilah yang menjadi latar belakang ia sering sekali ke tempat ini hanya untuk membaca komik terbaru.

Kepergian Kei dari toko buku koleksi baju cewek, tak cukup lama sampai di kontrakan Moora. Ia langsung, ditambah lagi dengan keberadaan rumah-rumah warga yang berdiri kokoh di kaki Bukit Prolo dibangun dari kayu jati pilihan dengan tanah yang masih berupa tanah, bukan eolah-olah sedang berhadapan dengan kekasih tercintanya dan terkadang mengelus-ngelusnya. Terkadang dia juga menangis tersedu-sedu saat ada pohon yang ditebang oleh warga, seperti dia tidak mau kehilangan kekasih tercintanya koleksi baju cewek.

Bahkan ada juga omongan tetangga yang usil yang menyebutkan bahwa Mbah Min koleksi baju cewek penyembah pohon.

Setiap kali saya bermain ke rumah Mbah Min, dia selalu menasehati aku supaya

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*