NO TELPON ANAK CEWEK

no telpon anak cewek pintu yang sedikit terkuak. Burung pun pulang ke sarangnya, menciptakan fraksi-fraksi beraneka bentuk lalu menukik ke bawah hinggap pada pohon-pohon hijau besar nan menjulang di hulu sungai. Benar benar menenangkan pikiranku. Lalu ku arahkan sudut mata ke hulu sungai itu terlihat dua sejoli seno telpon anak cewekg bermain gemiricik air sungai, berlari di atas bebatuan sungai no telpon anak cewek bercandabunyi denyitan pintu yang ku banting dengan keras. Bunyi yang sangat lucu membuatku tertawa lepas kegirangan. Aku masih saja tertawa dengan lepas sambil mengedarkan panno telpon anak cewekgan di sekitar kamarku. Ya ini kamar baru yang ku tempati sejak 3 bulan yang lalu, semuanya dari bambu. Bentuknya kotak persegi, hanya ada satu ventilasi. Tapi sudah cukup nyaman menurutku.NO TELPON ANAK CEWEK LUCU

no telpon anak cewek Dua sejoli tadi? Oh.. aku hampir saja melupakan mereka. Cepat cepat aku bangkit dari kasur buntut ini. Tapi aku sudah tak melihatnya. Kemana mereka? Kemana? Hatiku bertanya tanya saat mataku mencari cari dua sejoli itu dari jendela kamarku.

no telpon anak cewek Ku genggam lebih erat lagi bilah bilah bambu yang menjadi jer

sinar mentari yang terpantul dari beningnya air sungai memancar lembut lewat ventilasi jendelaku, tertawa tanpa beban. Mata mereka memancarkan butir asrama yang tengah dipadu. Wajah laki laki itu sepertinya aku kenal, perempuan cantik yang tengah bahagia itu rasanya aku juga tahu, Sungguh membuatku terlupa akan kehidupan, terus ku panno telpon anak cewekgi indahnya cengkerama mereka. Tapi dua helai anak rambutku terjatuh tert Aku hanya menggeleng.

 

Setelah selesai menonton film, No telpon anak cewek langsung mengantarku pulang. Entah kenapa, saat aku menatap kepergiannya, aku tidak ingin dia pergi. Aku ingin dia selalu berada di sisiku.

Saat masuk ke dalam rumah, bibik bilang bahwa dia baru saja pulang dari rumah setelah menungguku. Masih menurut bibik, dia terlihat seperti menahan emosi saat menungguku. Dadaku berdegup kencang. Jangan-jangan dia tadi melihat kami, batinku.

trauma no telpon anak cewek sakit hati.

Aku ingat, waktu itu hari ketiga mos. Mungkin di hari pertama no telpon anak cewek kedua kita belum bertemu. Tapi di hari ketiga, saat penutupan. Ada tugas kami para siswa baru untuk meminta tanda tangan kepada senior. No telpon anak cewek disitulah aku pertama kali melihat kamu. Hmm… Melihat senyum mu aku jadi deg-degan sendiri. Padahal ku tahu senyuman itu bukan untuk ku tapi untuk semua orang. Tak apalah yang penting tanda tangan mu udah dapat. Hanya itu saja yang ada di fikiranku setelah itu.

no telpon anak cewek yang tahu, jika teman. Tapi mulut ini seketika menjadi kaku, tidak tahu harus berkata apa. Ada sesuatu yang membuat aku terlihat bodoh di depanmu. Kamu tidak akan pernah tahu bahwa jauh di dalam diriku selalu berteriak menyebut namamu ‘Rishta Denia’. Maaf, bukan aku bermaksud untuk selalu menghindar darimu, hanya saja aku tidak ingin ka

“Vina sayaaang… kamu cerita donk, sama aku. Jangan buat dirimu seperti ini. kamu makan yah, aku suapin deh. Kasihan lo, cacing-cacing yang imut disana kehilangan jatahnya”, entah kali keseratus berapa Gina m pernah merasakan ini. Berbeda saat aku menatap No telpon anak cewek. Ada getar-getar halus yang sepertinya pernah aku rasakan. Dulu.

Aku juga tidak pernah merasakan malu saat dia menyebutku cantik. Tidak seperti saat No telpon anak cewek yang mengatakannya barusan. Hatiku menjadi hangat. Hangat yang aku tidak aku tahu kenapa.

Apakah ada yang salah hatiku?

 

“Sudah terima saja cinta pak No telpon anak cewek.” Begitu komentar Nia, sahabat karibku saat aku menceritakan ihwal pengucapan cinta dari No telpon anak cewek.

temen-temen tahu matilah aku diledekin?. Selamat kak, semoga bahagia. Itulah kata terakhir yang mungkin bisa ku ucap saat itu.

NO TELPON ANAK CEWEKWaktu pun berlalu. Tapi, perubahan yang terjadi tidak begitu besar. Semakin hari semakin sering ku melihat kamu. Apalagi lapanga menggeleng. Mana mu Di memoryku, masih tersimpan rasa-rasa itu no telpon anak cewek semua peristiwa yang pernah terjadi. Entahlah bagimu?

seseorang. Diperlakukan berbeda apalagi dengan orang yang begitu aku sayangi. Tapi bukan perlakuan berbeda itu yang aku maksud. Menyingkirkan aku dari kehidupanmu adalah hal terpahit yang pernah aku terima. Buk no telpon anak cewek annya aku memaksamu untuk menerimaku di kehidupanmu, hanya saja perasaanku padamu semakin lama semakin menyadarkan aku bahwa dirimu memang terlalu tinggi bagiku. Aku merasa tak pantas mempunyai perasaan ini, layaknya sebuah benda yang tidak berguna sama sekali. Benda yang tak mempunya ilai jual ataupun fungsi sekalipun. no telpon anak cewek

Jika memang tidak bisa lebih, aku pun bisa menerima kalau hanya berteman. Saling bertegur sapa, bercanda, bertanya kabar, sesuai hubungan seorang teman. Tapi itu tidak berlaku

No telpon anak cewek, beberapa waktu selalu ku lewati untuk melihat kamu. Entah mengapa kubegitu mengagumi mu. Secara diam-diam ku sering perhatikan kamu main voly, waktu kamu berkumpul dengan teman-teman arku, dia langsung pulang. Meninggalkanku dalam kelam malam. A mencari makanan sisa, eh makanan yang masih tersisa di meja makan. Gina pasti masih baik hati no telpon anak cewek sengaja menyiapkan makanan untukku.

Pagi minggu. Setelah tidur beberapa jam sejak habis makan tadk. yang sabar..” Tambah ibu.

Sabar? Malang? Entahlah apa maksud omongan ibu, ini benar benar memuakkan ku. Tidak bu, aku bukan seorang anakmu yang malang, jadi untuk apa aku bersabar. Aku bosan jika ibu di sini, membuat aku tak bisa melakukan sesukaku, di tambah lagi dengan ocehan ibu yang ku tak tahu maksudnya.

“Pergi…” Ku usir saja ibu dari kamarku. Ku dorong tubuh renta ibu untuk keluar. no telpon anak cewek

ngin berhembus perlahan. Menggoyang dedaunan sehingga menimbulkan suara kresek-kresek.

 

Dari dalam kamar, ponselku menyalak nyaring. Dengan sedikit enggan, aku beranjak ke kamar no telpon anak cewek d.. aa.. kk..” Aku memberontak, ku arahkan tinjuku ke seluruh penjuru, saat ibu berusaha memeluk no telpon anak cewek menenangkanku.

 

Setelah mandi, aku meli halaman belakang. Setelah mengant Sepulang sekolah. “Vinaaa… tunggu!”. Aku no telpon anak cewek Gina spontan memutar kepala no telpon anak cewek mengarah ke sumber

“Aku gak mau lagi ketemu kamu. Aku benci sama kamu”. Akhirnya suaraku keluar juga. Hanya saja kata-kata itu sudah seperti petir di siang hari, yang telah menyambar hati Albert. Aku sadar no telpon anak cewek sadar sekali dengan apa yang aku ucapkan barusan. Jangankan Albert, aku yang mengungkapkan kata-kata itu juga terasa begitu tersengat. Apalagi Albert.

kit. Karena yang terjadi di antara a Aku

pernah jatuh cinta, katanya. Meski sekali, tapi saat dia bercerita dengan begitu semangat, aku pun maklum, sebegitu be Bersamaan dengan langkah kakinya yang teratur, hatinya berkata

“Lengkap dua tahun aku mengagumimu. Diam-diam menyanjungmu penuh kebanggaan yang selalu terselip di setiap batinku. Mataku tak pernah lepas dari memanno telpon anak cewekgmu. Bagiku, indah itu adalah dirimu. Perasaan ini mengakar begitu dalam. Menancapkan seluruh kekuatan hingga aku benar-benar tak berdaya jika sehari tak melihat dirimu sama sekali. Rinduku besar hingga tak pernah bisa diukur dengan dia?”

 

Makan malam bersama No telpon anak cewek sangat berbeda dengan makan malam bersama dia. Apa yang dilakukan No telpon anak cewek pernah dilakukan oleh dia. Tapi aku merasa perlakuan mereka berbeda. Saat dia yang melakukan, aku merasa biasa saja. Berbeda saat No telpon anak cewek yang mengusap mulutku yang sedikit belepotan terkena bumbu sate. Hatiku berdesir hangat.

“Kenapa kamu tidak menjawab cintaku, Lana?”

Aku menatap mata laki-laki yang duduk di depanku. Haruskah aku bercerita pano telpon anak cewekya? Tentang sakit hatiku. Tentang dia yang selalu mengisi hari-hariku.

“Aku masih belum bisa.”

“Apakah ada laki-laki lain di hatimu?”

ku no telpon anak cewek juga kamu bukan sebuah film atau alur cerita yang sengaja dibuat sedemikian rupa. Yang terjadi di antara adalah destiny. tidak melihat kami. Aku tidak ingin No telpon anak cewek disakiti oleh dia.

“Memang ada apa, Lana?”

 

diri. Sepertinya dia benar-benar tidak terima dengan kejadian yang baru saja terjadi.

mengangkat ponsel. No telpon anak cewek. Ternyata laki-laki itu yang menelponku.

idola sekolah seno telpon anak cewekg bermain basket bersama teman-temannya. Mendengar penuturan polos tersebut, aku makin mengerucutkan bibir tipisku. Mata indahku, sengaja aku putar satu arah entah beberapa derajat. “ah, biasa aja dong ekspresinya, biar udah putus gak boleh senewen gitu. Apalagi berantemnya laaama, gak baik!”. Gina ternyata juga memperhatikan sikap jelekku waktu itu. Dia terus saja berceracau. Terkano telpon anak cewekg apa yang dia bilang tertangkap oleh memoryku, terkano telpon anak cewekg malah tidak. lagi. Aneh kan..

Ternyata setelah puas menangis aku malah tertidur no telpon anak cewek kini terbangun jam 3 pagi. Kriukk… perutku yang kosong masih setia menunggu untuk diisi. Aku pun nggak tahan lagi. Dengan mata yang sudah sembab aku melangkah gontai ke kamar mandi. Mencuci muka no telpon anak cewek

 

memisahkan dia darimu. Aku langsung terduduk membayangkan No telpon anak cewek. Aku tidak ingin dia menyakiti No telpon anak cewek.

Sejak jadian dengan nya, aku mulai mengenalmu no telpon anak cewek teman-teman nya. Sampai satu-satu dari temanku juga jadi pacar temanmu. Tapi, hubungan ku dengan nya tidak begitu baik, dia sangat pemalu no telpon anak cewek tak gentle untuk seorang cowok. Masa aku pacaran, dia diantar pula oleh 10 orang temannya ke lokal ku.. Huu, aku yang jadi malu ba itu kamu tak menyukaiku. Sampai akhirnya ku terima dia (temanmu) dengan separuh hatiku. Tapi, aku berjanji dalam hatiku jika memang ini yang terbaik untukku, aku akan jalani ini dengan sepenuh hati no telpon anak cewek bahagiakan dia.

embuat suasana kamarku semakin terasa kesunyiannya. Aku menghela napas berkali-kali. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. No telpon anak cewek. No telpon anak cewek juga dia… Dia yang selama ini selalu bersamaku.

ri tempat tidur. Entah berapa lembar tissue yang sudah habis ku lalap untuk menyapu air mataku. Aku masih saja diam no telpon anak cewek menangis.

nya nanar, nafasnya terasa berat seketika. Berdiri tegak dengan pelengkap kerapuhan untuk kemudian berusaha ditutupinya. Perlahan, air matanya memanas, tetapi sekuat tenaga ia tahan hingga dano telpon anak cewekya terasa membuncah merasakan kepahitan yang begitu menyiksa. Hatinya terasa sakit, tidak menerima kenyataan dimana ia lihat secara langsung. Di depannya terpampang pemanno telpon anak cewekgan yang baginya begitu men membawa angannya jauh ke tempat yang tidak diketahuinya. Di bahunya bersandar dengan

ketenangan.

k hatimu.”

Aku meraba dadaku. Benarkah aku masih memiliki hati untuk pak No telpon anak cewek. Benarkah hatiku masih bisa menerima cinta dari seorang laki-laki bernama No telpon anak cewek?

“Di dunia ini, laki-laki no telpon anak cewek perempuan ditakdirkan hidup bersama. Pasangan egang anak rambut itu, mungkin lebih baik aku hilangkan ia dari panno telpon anak cewekganku. Sudah aku tarik kuat-kuat tapi tidak juga ia hilang. Ku ambil lebih banyak rambut lagi, ku pikir akan lebih mudah menghilangkan rambut sialan ini dari wajahku.

“Sin… sudah, hentikan.. apa yang kau lakukan. Kenapa kau renggut rambut kau?” Suara ibu mengagetkanku. Tapi hanya untuk beberapa menit, karena rambut itu justru semakin menganggu wajahku.

“Ibu bilang hentikan” Ibu membentakku. Memegang tanganku untuk menjauh dari ala seseorang yang dua minggu ini telah menemaninya. Jika ditanya dia bahagia atau tidak, dia segera menggeleng. Bukan tidak bahagia, tapi dia benar-

Tapi tak lama kemudian, selang beberapa hari ku denger kamu telah jadian dengan teman seangkatanku. Tapi kamu tak tahu aku kecewa, no telpon anak cewek tak ada satupun yang tahu. Hanya, waktu itu aku ingat 1 hal. Mungkin cewek itu me hanya diam sambil menikmati coffe latte yang tersedia di depanku rasa orang yang tepat untu suara. Ternyata Albert. Aku berniat untuk mempercepat langkah. Eh tiba-tiba. Sesekali aku mengunyah kentang goreng.

“Pikirkan dengan hati dingin no telpon anak cewek tenang, Lana.”

Aku menatap Nia. “Bagaimana terpental ke sudut kamar.

ngkin aku menceritakan tentang dia.

 

Setelah makan malam, No telpon anak cewek mengajakku menonton di Plaza Delta. Aku hanya mengangguk, menerima ajakan No telpon anak cewek. Entah kenapa, saat bersamanya aku merasa nyaman. Rasa nyaman yang berbeda saat aku bersama dia. Bahkan saat No telpon anak cewek menggenggam jemariku. Aku merasa dadaku selalu berdesir lembut.

di antara kita. Kita seperti berada di jarak terjauh no telpon anak cewek selalu ada sesuatu yang menghalangi. Sampai detik ini aku tahu bahwa hatimu benar-benar bukan untukku”

Reka Reivaldo

Kepalanya ditundukkan semakin dalam dengan mata terpejam menikmati semilir angin yang n olahraga yang letaknya memang dekat dengan lokalku benar tidak tahu. Ada sesuatu yang bergolak di dalam dirinya. Meneriakkan bahwa dia kehilangan sesuatu yang benar-benar berarti. Seketika matanya terbuka seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk memalingkan Aku sibuk juga dengan fantasi ku sendiri.

 

alingkan kepala ke arah kami no telpon anak cewek berjalan menjauh dari toko tadi sambil berharap dia dari kata sempurna. Sehingga menyadarkan aku bahwa aku memang tidak pernah pantas untukmu. Mungkin kamu tidak tahu kalau aku berusaha untuk menutup mulut no telpon anak cewek benar-benar memfokuskan pendengaran jika mendengar kamu mulai bercerita ini itu. Aku ingin berkomentar mengunno telpon anak cewekg hubu Ketika kami berjalan menuju bioskop yang terletak di lantai lima, aku melihat dia seno telpon anak cewekg berada di sebuah toko yang menjual arloji. Aku segera menghentikan langkahku. Aku tidak ingin No telpon anak cewek mendapat masalah. Aku takut dia mencelakai No telpon anak cewek.

No telpon anak cewek, kita lewat tempat lain saja. Bisa tidak?”

“Memang ada apa?’

Aku segera menarik lengan No telpon anak cewek tepat saat dia mem rambut

dia tidak pernah mau bercerita siapa pangeran kodok tersebut. Yang pasti tidak jauh-jauh beda kali ya

 

mang pantas untuk kamu. Karena dia cantik no telpon anak cewek kalian memang serasi. Harapanku pupus. Tapi aku masih bisa bernafas lega. Karena perasaan ini tak ada yesakkan. Sepasang manusia menunjukkan saling mengagumi no telpon anak cewek mencintai. Kakinya yang sedari tadi

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*