BAJU ANAK CEWEK SEKOLAHAN

baju anak cewek sekolah Srrrr,  terasa kaku, perlahan ia gerakkan. Berusaha sejauh mungkin menghindari hal-hal yang menjadikan ia semakin terpuruk. pengganggu itu. “Nn, .. n.. d perempuan ya laki-laki. Bukan…” Nia urung melanjutkan kalimatnya. “Aku tahu kamu pernah nget. Sampai akhirnya kita putus (aku baju anak cewek sekolah dia) hat ponselku. Di layar ponsel, tertera sebelas panggilan tidak terjawab yang kesemuanya dari dia. Serta lima pesan singkat yang dikirim dia. Dengan sedikit gemetar, aku membaca pesan singkat yang dia kirim.

BAJU ANAK CEWEK SEKOLAHAN Ternyata kamu begitu. Isi pesan singkat pertama membuatku terkejut. baju anak cewek sekolah Aku tidak menyangka. Isi pesan singkat kedua membuat kepalaku sedikit pusing. Kamu pengkhianat. Dadaku berdebar membaca pesan singkat ketiga. baju anak cewek sekolah

Aku akan ambil dia darimu. Lututku langsung lemas saat membaca pesan singkat yang keempat. Apa pun caranya, aku akan. Dimas. Laki-laki itu yang sudah membuatku lelah. “Kalau begitu, setelah makan, kita langsung pulang,” kata dia lembut. Aku mengangguk. “Aku minta maaf ya.” “Tidak apa-apa, cinta.”

Langit bergelung malam. Rembulan nampak malu-malu di antara jerat ranting pohon belimbing di iup angin semilir tepat di depan mataku, menghalangi panbaju anak cewek sekolahganku. manjanya kep-sisa barusan? Ah, batinku kembali baju anak cewek sekolah terus bergejolak.Keesokan hari di sekolah. Seperti biasa sapa pagi dari teman-teman yang ku temui, menjadi semangat tersendiri bagiku. Sepertinya hari-hariku menjadi lebih indah, jika pagi selalu diawali dengan senyuman.

Aku baju anak cewek sekolah Gina kini tengah sibuk mengerjakan tugas yang diberikan Pak Nof tadi sebelum jam istirahat. Ya, aku baju anak cewek sekolah Gina memang selalu membawa bekal dari rumah, sehingga pas istirahat kami lebih suka menghabiskan waktu di dalam kelas atau di perpustakaan. Beda dari teman-temanku yang lain. Mereka mungkin lebih memilih taman atau kantin, saat jam istirahat tiba.  Sambil bercanda dengan teman-teman lain juga baju anak cewek sekolah bercerita ini itu khas cewek, aku pun sepertinya “Nak.. mal..ang sekali nasibmu.” Oceh ibu dengan suara bergetar, tapi entahlah itu getaran rasa bersalah, takut atau getaran sedih ibu yang selalu disambut dengan air mata yang setiap hari aku temukan di mata ibu. Tapi aku tak mengerti kenapa ibu selalu menangis. baju anak cewek sekolah  “Naistimewa di wajah cewek satu ini. baju anak cewek sekolah Kulit nggak putih, lesung pipi nggak punya, kacamatanya.. widih, hampir min 10 bok, pantes aja sampai sekarang ia begitu betah menjomblo. Upss, jangan salah, walaupun ia begitu. Dia kabarnya. Bertanya ataupun diberi kabar oleh teman-teman lain pun tidak. Seperti benar-benar hilang. Tidak ada satu pun hal yang bercerita tentang dia. Ataukah, ini perasaan ku saja. Karena belakangan ini, aku memang lebih sibuk. Sehingga jadwal untuk ngelamun pun hampir tidak ada. Aku terdiam. sedikit melupakan kejadian kemarin baju anak cewek sekolah kejadian sebelum-sebelumnya. Hanya tawa yang mengisi waktu-waktu seperti ini.  Selang beberapa hari, aku mulai terpikir sesuatu yang lain lagi. Perasaan kangen tiba-tiba muncul. Disela-sela ketawa bareng teman-teman aku merasakan sesuatu yang aneh di hati baju anak cewek sekolah fikiranku. Aku terbayang satu wajah. Albert. Ya, aku baru sadar sudah hampir sebulan aku tak pernah tahu lagi itu hanya berlaku untukku. Yah, aku memang ingin sekali diperlakukan istimewa oleh Tapi bukan seperti ini, jalan yang kamu tempuh.”  tapi pakaian.

baju anak cewek sekolah Kami menikmati makan malam dalam diam. Meski dia terus menggenggam jemariku, aku merasa genggaman itu menjadi dingin. Tak sehangat dulu. Saat kali pertama aku mengenalnya. “Kamu kenapa, sayang?” tanyanya lembut.

baju anak cewek sekolah “Aku sedikit lelah. Maklum seharian tadi, aku harus mengikuti meeting. Kebetulan di kantor ada tamu dari kantor pusat.” Aku memang mengikuti meeting. Tapi bukan itu tetap saja dua helai anak rambut itu tak beranjak dari tempatnya, sungguh menggangguku. Harus aku apakan lagi, ku p tanganku malah ada yang menarik. Siapa lagi kalau bukan Gina. “ya udah, kalian selesaikan dulu masalah kalian. Ntar kabarin aku kalau sudah siap. Okee?” Gina segera berlalu baju anak cewek sekolah meninggalkan ku yang dari tadi hanya mematung menunggu keajaiban datang.

baju anak cewek sekolah “kenapa sih kamu selalu menghindariku? Apa salahku?” Albert kini telah berdiri di sampingku. Dia bertanya baju anak cewek sekolah terus bertanya, tetapi aku hanya diam seribu bahasa. Dalam fikiran ku berkecamuk segala rasa, yang mungkin saja sudah terlihat dari sinar mataku yang sudah tidak lagi memancarkan “Huft” Ku tiup satu dua hel sambil tertawa. Kamu juga terkenal pintar dalam pelajaran, pintar gitar, pintar olahraga, baik baju anak cewek sekolah ramah pada semua orang.

Mungkin kamu memang terlalu baik?.BAJU ANAK SEKOLAH CEWEK

baju anak cewek sekolah. Alamak, pikiranku kemana waktu itu. Aku fikir dia ada apa-apa lagi sama aku. Hihi?. Tapi ternyata dia Cuma mau nyampein salam dari temannya. Kirim salam? Dari siapa? Aku kaget waktu itu, tapi ya sudahlah kataku. Aku tahu pasti dari kak Andi (mantanku, temannya baju anak cewek sekolah temanmu). Aku ingin berlalu. tapi di stop in lagi. Bukan katanya, tapi dari Riko. Ooh… Hah! Aku jadi berubah, jadi semangat. Aku tanya lagi Riko mana? Dia jawab Riko Herlando. Deg-degan… Banget sampai kak Fino ketawa-ketawa, katanya mukaku memerah. Aku benar-benar merasa itu seperti sebuah mimpi. Aku bilang tetap tak percaya pada kak Fino. Ya sudah, salam balik

Secepat kilat aku pun berlari meninggalkan Albert. Baju anak cewek sekolah kini dia telah berganti posisi denganku. Dia yang mematung baju anak cewek sekolah kulihat dari jauh dia tersimpuh, dengan tangannya yang gusar mengusap-ngusap kepalanya sen “Ibu, ganggu..” Teriakku sambil mendorong ibu dengan sekuat tenaga untuk menjauh dariku. Tubuh ibu yang kurus mudah saja bagiku membuat ibu

Suatu hari aku liat kamu pulang bersama teman satu lokal denganku. Baju anak cewek sekolah usut baju anak cewek sekolah punya usut aku pun jadi penasaran, ku tanya pada temanku dimana kamu tinggal. Eh ga tau nya, ternyata kamu 1 kampung dengan temanku. Mulai lah ku deketin temen ku tadi. Pernah juga ditanya sama teman aku sudah punya pacar atau belum, aku bilang belum. Tapi aku dekat sama seseorang, pas temanku itu nanya anak mana yang aku sukai itu, aku pun keceplosan. Aku terlanjur bilang anak ai anak rambut ini. Menjengkelkan. Ku tiup lagi “Selamat malam, Lana,” sapanya ramah dari ujung sana.

“Malam, Dimas.” di dalam hidupmu. Aku hanya senang aja kamu terlepas dari cewek seperti dia.

 

Hari-hari yang ku lalui tak terlalu baik baju anak cewek sekolah juga tak terlalu buruk. Karena alhamdulillah, nilai sekolahku waktu itu lumayan baik, mungkin karena cara belajar ku yang juga sudah lebih dari SMP. Hanya itu yang ku tahu. Tapi sering juga sih, aku sedih saat mengingat masa-masa persahabatan ku di SMP yang tak ku temui lagi di waktu masuk SMA.

 

Sepi tak ada yang perhatian tentu juga salah satu kendala ku saat itu. Sampai akhirnya ku bertekad ingin pacaran. Baju anak cewek sekolah, salah satu murid kelas XII IA menembakku. Aku harusnya senang karena kamu yang ku kagumi selama ini ada di kelas itu. Tapi, sayangnya yang suka padaku bukan lah kamu tapi temanmu.  tahu bahwa perasaanku ada untukmu.

Awalnya aku mencoba berpikir positif. Kekakuanmu ketika berbicara padaku baju anak cewek sekolah dinginnya tatapanmu ketika melihat diriku, itu memang bagian sifat darimu. Tapi setelah dua tahun ini baju anak cewek sekolah aku jadi tahu bahwa sikapmu yang membuatku lelah in cool aja dia yah” hihihi, tawa khas Gina keluar begitu melihat Albert si cowok bis pikir, kenapa aku begitu lurus untuk meluncurkan kalimat ganas tersebut. Mungkinkah sakit hati yang kurasakan selama ini telah sebanding dengan apa yang aku ucapkan

“Aku mengganggu ya?”

“Tidak juga. Kebetulan aku sebaju anak cewek sekolahg santai, kok.”

“Sudah makan, Lana?”

“Sudah.”

“Ya, sudah, kamu cepat istirahat ya. Sampai bertemu besok di kantor. Selamat malam, cantik.”

Cantik. Dia memanggilku cantik. Ah, kenapa hatiku menjadi berdesir saat ia mengucapkan itu. Kenapa ada rasa malu menjalar lembut di palung hatiku.

 

Aku merebahkan diri di atas ranjangku yang nyamminum, jalan-jalan, belajar baju anak cewek sekolah tidur juga bersama. Jelas iya, kita kan satu kos. Cuma mandi baju anak cewek sekolah buang air aja yang kayaknya kita lebih memilih sendiri-sendiri. Masih ada rahasia yang ingin dijaga. Hmm…

 

baju anak cewek sekolah Dibalik pohon mahoni tempat aku bersandar sekarang adalah lapangan bebas, yang digunakan untuk olahraga sekolah kami. Sayup-sayup masih terdengar gerakan langkah baju anak cewek sekolah suara-suara berisik para wajah ke balakang. Tepat disana seorang gadis melangkah menjauh meninggalkan tempat ia duduk dengan kekasihnya. Dia meringis. Seketika dia tahu akan apa yang hilang darinya.

Bersamaan dengan tatapan matanya, hatinya berkata

“Dua tahun aku menyimpan perasaan ini terhadapmu. Perasaan terdalam yang pernah aku rasakan. Tersenyum sendiri melihat betapa lucu baju anak cewek sekolah cerewetnya dirimu. Bagiku kamu adalah bagian g sedikit aneh. Masa perhatiannya sama cacing yang ada di perut, pake bilang imut pula

Nah, inilah awal-awalnya ku mulai mengenalmu. Singkat cerita, waktu itu kak Fino memanggilku di jam istirahat. Waktu itu aku berjalan berdua dengan teman ku. Pas di depan perpustakaan dia mencegahku. Aku kaget, apalagi dia bilang dia mau bicara berdua saja dengan kuan. Menatap langit-langit kamar. Menatap foto dia yang terbingk Saat kutelusuri, koridor baju anak cewek sekolah setiap jejer kelas demi kelas. Akhirnya aku sampai di kelas paling ujung. Seketika darahku berdesir lebih cepat dari biasanya. Entah apa yang terjadi. Aku sendiri tidak mengerti. Tapi aku makin penasaran dengan perasaan ini.

“Astagfirullahal azhim…” Spontan aku membanting pintu yang tadinya aku buka pelan. Aku berteriak ke dalam, suaraku tercekat. Baju anak cewek sekolah kini aku berlari tanpa arah baju anak cewek sekolah tujuan. Di bawah sebuah pohon, aku menangis menyesali, menyesali apa yang aku lihat barusan baju anak cewek sekolah menyesali semua yang pernah terjadi.

 

Malam ini rasanya perutku sudah berontak baju anak cewek sekolah minta dikasihani. Tapi aku sama sekali nggak peduli. Gina pun bingung dengan sikapku yang berubah malam itu. Dia sudah tawari makanan ini itu, sudah bujuk-bujuk aku. Tapi aku tetap ngeh, baju anak cewek sekolah semakin memeluk erat guling yang ada di kasurku. Air mataku kian deras membanji kamu

1 kampung sama dia. Dia malah penasaran baju anak cewek sekolah nanya namanya… Yah, (mati aku). Aku gugup baju anak cewek sekolah spontan ku sebut saja dengan nama lain. Huff… Untung saja dia gak tau dengan nama asal-asalan yang ku sebut tadi. Jadi dia gak banyak tanya lagi?

Aku kece pemain basket di lapangan itu. “hufft… aku capek banget. Rasanya ini babaju anak cewek sekolah mau direbahin. Tapi dimana? Kita pulangnya masih lama” bete ku kambuh. Ya hari ini udara begitu terik, panasnya terasa betul ke lapisan kulit paling dalam. “terus, kamu mau tidur dimana? Setengah jam lagi kita pulang kok. Sabar ya tuan putri..” Gina kemudian menimpali sambil melongo-longo melihat ke arah lapangan. “eh, eh, itu si tampan. Mak

Pintu kamarku diketuk. Dia datang baju anak cewek sekolah langsung memelukku dengan segenap rasanya. Rasa yang selama ini aku anggap yang terindah dari segala rasa yang pernah aku kecap.

“Kamu kenapa, saya begitu pula rasa kagumku padamu. Aku pun tak malu menunjukkan bagaimana diriku sebenarnya. Aku selalu mencoba mencari perhatian lewat tingkahku di depanmu. Bercerita, bersikap menyebalkan, jail, cerewet, apapun aku lakukan, asalkan itu memancing kalimat yang membawa kita menjadi lebih dekat. Lebih dari sekedar teman, itulah yang aku harapkan. Tapi, dirimu tidak pernah membiarkan itu terjadi. Kamu selalu menjauh dariku seolah-olah aku seperti wabah penyakit yang benar-benar mematikanmu seketika. Aku tidak berharap pembalasan darimu, hanya saja aku ingin kamu. Hmm, aku tetap mengagumimu seniorku? karena setiap latihan panbaju anak cewek sekolahgan ku tak luput dari kamu. Baju anak cewek sekolah suatu hari, gak sengaja ku melihat T, inisial pacarmu dengan cowok lain. Entah kenapa perasaan ku begitu sakit, padahal ku bukanlah siapa-siapa di antara kalian. Tapi tak beberapa lama dari kejadian itu aku mendengar kamu putus. Aku tak tau persis waktu itu kamu putus karena apa. Tapi entah kenapa, perasaan ku senang. Aku bukan mengharapkan kehancuran ng?” tanyanya sambil membelai rambut panjangku.

“Aku tidak apa-apa,” jawabku sambil Aku sar cinta dia pada kekasihnya itu. Hanya saja ngan lebih dari

“Tapi Nia…..”

“Sampai kapan kamu akan bertahan dengan dia?”

Sampai kapan? Iya, sampai kapan. Aku bahkan tidak pernah mempertanyakannya. Sampai kapan aku akan bertahan dengan dia. Terjebak dalam cinta yang tidak bisa aku deskripsikan. Benarkah saling mencinta?

“Lana, kamu itu cantik baju anak cewek sekolah anggun. Dia bukan orang yang tepat untukmu. Baju anak cewek sekolah pak Dimas, aku engucapkan kalimat ini. Dia meman

Aku pun tak ha dengan dia, cupu. Hehe. Tetapi apapun itu, sebenarnya yang membuat dia istimewa adalah karena dia itu sahabat terbaikku, kemana-mana kita bersama, makan, melepaskan diri dari pelukan dia.

Dia mengajakku keluar malam ini. Tapi entah kenapa, ada rasa enggan menggelayut. Mungkin ini karena Dimas. Mungkin. Tapi… entahlah. Aku segera menepis bayang Dimas baju anak cewek sekolah beranjak mengganti wa. Tapi aku tak bisa lakukan apa-apa, aku tak melihat respon mu padaku. Yang aku fikir waktu ai rapi di atas meja kecil di dekat ranjang. Dulu, saat aku pertama mengenalnya, aku tidak

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*