CEGAH PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI TEMPAT KERJA

Oleh: Harry Wahyudhy Utama

pekerja tambangSehabis mendengarkan paparan di sebuah televisi swasta, saya mendapatkan berita menarik. Ternyata tugas tim K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) perusahaan akan bertambah, yaitu mengkampanyekan mengenai penyakit Infeksi Menular Seksual.

Benar sekali, penyakit menular seksual adalah salah satu penyakit yang paling banyak menjangkiti karyawan-karyawan yang berada dilokasi pedalaman atau proyek pertambangan.

Saya akan berbagi pengalaman. Beberapa waktu yang lalu saya pernah ngobrol ringan dengan sopir sebuah perusahaan besar yang berada di lokasi pemboran.

Dalam obrolan tersebut, ia secara terbuka menceritakan perilaku seksualnya di tempat kerja, hingga suatu ketika, satu minggu sebelum off kerja ia ‘jajan’ di sebuah lokalisasi. Empat hari setelahnya atau tiga hari sebelum kepulangannya, ia mendadak heran. Setiap ia buang air kecil sering ada nanah yang tersisa keluar dari ujung kemaluannya. Karena waktu itu ia takut ke dokter maka ia menahan penyakitnya dengan harapan akan bisa sembuh dengan sendirinya.

Sesampainya di rumah, istri menyambut dengan hangat dan mengajaknya campur di malam harinya. Dengan alasan lelah dan capek akhirnya ia menolak ajakan istrinya. Di rumah, yang mencuci baju setiap hari adalah istrinya, maka setiap pagi pula juga ia menyembunyikan celana dalam kotornya dari istrinya dan mencucinya sendiri secara diam-diam karena di celana dalam yang dia pakai selalu ada sisa nanah yang keluar.

Namun karena tidak tahan, keesokan malamnya mereka campur juga dan keesokan pagi istrinya mengeluh gatal-gatal di sekitar kewanitaan. Ia menemani istri berobat ke dokter, namun oleh dokter, ia disuruh menunggu diluar, kebetulan dokter itu juga perempuan.

Cuci celana dalam ini bisa ia sembunyikan selama + lima hari sampai istrinya memergokinya saat hendak mencuci celana dalamnya. Ketika melihat celana dalamnya masih ada nanah kental yang menempel, istrinya langsung terkejut dan sontak langsung menangis. Ia tidak bisa mengelak lagi karena istri yang sudah curiga itu sudah tahu penyakit yang dialaminya dari dokter.

Sedikit cerita saya ini mungkin sekelumit kisah nyata yang banyak terjadi di sekitar kita. Jika kasus tersebut hanya kasus kencing nanah, mungkin bisa dengan mudah disembuhkan, namun apa yang terjadi jika penyakit yang ditularkan itu adalah kasus HIV?

Harus diketahui bahwa kasus HIV dan AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun,  sangat diperlukan upaya bersama seluruh komponen bangsa, termasuk perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja.

Epidemi HIV dan AIDS yang terus meningkat di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, lanjut Made Arka, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pekerja dan keluarganya yang akan berdampak pada menurunnya tingkat produktivitas kerja dan lain-lain.
“Sektor ini yang patut kita waspadai, jangan sampai pekerja menjadi penyebar HIV dan AIDS,” kata I Gusti Made Arka, Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sekarang saatnya bagi petugas K3 di perusahaan, tidak hanya mengkampanyekan jalan sehat, sehat jantung, namun juga kesehatan seksual di perusahaan masing-masing

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*