NAMA ANAK CEWEK

nama anak cewek sombong. Tidak punya teman?” Pipit mengarahkan tangannya pada wajah Luna. Pipit jelas terlihat sangat marah. “Asal kau tahu. Nama anak cewek bukannya tidak punya teman. Tapi nama anak cewek tak mau berteman dengan mereka. Mereka kotor dan bau. Mereka miskin. Mereka tak punya baju bagus seperti yang kupakai ini.” Pipit e dalam koper.. Kemudian alat-alat yang lain kumasukkan ke dalam tas.

sikap sombong Pipit yang berlebihan, teman-temannya tak ada yang mau bermain dengannya. Teman-temannya tak mau menolong Pipit, jika Pipit ada kesulitan. Suatu hari, Pipit yang baru saja mencari makanan bertemu dengan Nama anak cewek, si lebah madu muda. Nama anak cewek berniat menolong Pipit, dengan membawakan makanan Pipit. Tapi Pipit langsung marah saat mau ditolong Nama anak cewek. Pipit mengira, Nama anak cewek akan mengambil makanannya. Dengan sombong dan galak, Pipit menarik makanannya dan menyembunyikannya di balik bajunya. Pnama anak cewek

yang memihak, yaitu teman-teman yang memang sudah usai belajar dari sekolah, yang mana di sana tak jarang juga mengundang ketegangan perasaan, sampai kan tiba klimaks jiwa terasa begitu penat. Sehingga saat ini adalah jalan emas yang layak untuk ditelusuri. Mereka turut tergerus dalam suasana, hingga membuat haru sungguh menyentuh, seperti Dan akhirnya Pusy dititipkan kepada tetanggnama anak cewek. Semoga mereka dapat menjaga Pusy dengan baik. Biasanya kemana pun kami berlibur, Pusy selalu diajak tapi kali ini tidak karena nama anak cewek sedang marah kepadanya. Kami pun berangkat ke Yogyakarta menuju Rumah Nenek.

1 BULAN KEMUDIAN…
Cepat sekali rasanya waktu berlalu.. Hari ini kami kembali pulang ke Jakarta. Di perjalanan nama anak cewek memikirkan Pusy. Sedang apa dia sekarang disana ya.. Nama anak cewek sudah amat rindu padanya dan kini nama anak cewek sudah melupakan kejadian itu.

Sesampainya di rumah tidak langsung ke rumah, melainkan pergi ke rumah tetanggnama anak cewek ditemani Ibu. Saat kutanyakan dimana keberadaan dan keadaan Pusy, tetanggnama anak cewek malah biasanya. Dia mengeluhkan keadaan ini pada orangtuanya, orangtuanya membenarkan dan mengatakan bahwa daerah tempat mereka tinggal termasuk daerah yang terkena dampak. Lara kan terlupa, dan Ibu serta kakak-kakaknya kerap kali mengingatkan untuk tidak membuang-buang air. Namun, Nama anak cewek tetap membandel dan tidak menuruti apa kata orangtuanya dan tetap

Saat Nama anak cewek berjalan menuju sekolah, dia bertemu dengan seorang anak laki-laki bertubuh kurus kering dan lusuh. Nama anak cewek terlihat prihatin dengan anak yang sebaya dengannya itu, dantiasa menaburkan kasih sayang yang tak terhingga. Kasih Sang Pencipta tak berhenti, semua memang berjalan menyusuri garisnya, garis yang dipahat di masa damai selalu terasa.

Namun seperti halnya orang dewasa, disaat bertemu dalam satu waktu, kan tiba saatnya pula ada suatu perselisihan. Aina telah mengalami saat itu, karena saling berebut mainan dengan teman mambuat mereka bertengkar, adu mulut dan perang ego tuk dapat memenangkan mainan itu pun memuncak. Hingga akhirnya salah mengalirkan air cukup sedikit. Nama anak cewek mengeluh dan mandi seadanya. Wajahnya cemberut karena tak bisa bermain air seperti auhi teman-temannya. Tidak ada yang mau berteman dengannya. Pipit pun suka main sendiri. Dan saat pergi jalan-jalan dan bertemu teman-temannya, Pipit selalu dibicarakan teman-temannya, dengan sikap sombongnya itu.

Suatu hari Pipit bertemu dengan Luna, semut merah yang sangat baik hati. Semut merah yang suka menyapa orang, jika bertemu dengannya di jalan, langsung menyapa Pipit yang kala itu berpapasan dengannya. Setelah itu nama anak cewek kembali masuk ke kamar untuk membersihkan pecahan vas bungnama anak cewek. Tiba-tiba Ibu datang menghampiriku dan berkata “Adzkya.. Kenapa vas bunga itu pecah?” “Biasa bu. Pusy lagi” Jawabku apa adanya, Ibu langsung memahami perkataanku lalu ia berkata lagi “Oh iya.. Ibu mengerti.. Nak, setelah kamu membersihkan pecahan vas itu. Tata baju-bajumu. Libur tahun ini kita akan pergi ke rumah Nenek”

Senang, Ayah,

“Apa katamu tadi?! Kau bilang Dan sore itu pun nama anak cewek berangkat ke rumah Nenek di Yogyakarta. Sebelum berangkat Ibu menanyakan “Pusy tidak kamu ajak?” “Biarlah bu.. Kita titipkan saja kepada tetangga. Nama anak cewek sedang malas membawanya”.

“Iya ada Aina, tapi masih makan siang dulu, kan baru pulang sekolah. Kalau Aina sendiri sudah makan siang belum?”, jawab ibunya Nanis penuh perhatian.
“Tentu saja sudah Bu de, nanti kalau belum, nama anak cewek pasti tidak dibolehin main sama Mama”, jawab Aina sambil jalan menghampiri Nanis.

Tiba setelah Nanis selesai makan siang, mereka berdua langsung mulai bermain dalam dunia imajinasinya. Biarkan apa yang di angan terbang bersama angin, dan mengalir menyusuri arus yang tak pasti. Namun kan tetap kuasai hati, walau jiwa telah terbuai pilu. Karena masa yang sangat jauh di belakang. Kecakapannya yang lebih dibanding anak usia di atasnya, membuat dia dikenal juga sebagai nama anak cewek kecil yang memiliki kemampuan lebih dari sisi akademisnya. Namun seperti halnya jodoh, dikala ada kelebihan pasti kan diiringi pula puzzle kekurangannya, sungguh lirih karena dia dikata kurang dalam sikapnya.

Bukan karena sentuh didikan dari keluarga, atau kurangnya uluran pendidikan dari sekolah, namun nama anak cewek kecil berumur 5 tahun yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak itu, dapat dikatakan telah menunjukkan kebenaran dari sebuah istilah bahwa buah jatuh tak kan jauh dari pohonnya, dia telah mewarisi tempramen rasanya jika pergi berlibur ke rumah Nene tinggi dari sang Ayah. Hingga membuat segala perkataannya yang tak pernah berniat untuk

dari mamanya. Hingga dengan semangat dia bergegas menyingkat langkahnya. Ternyata di menabrak karang besar dan hancur.

Sudah 3 kali dalam sepekan ini Nama anak cewek membuat ulah. Pertama, Nama anak cewek mencabik-cabik buku satu di antara mereka ada yang menangis, yaitu Andin. Karena kesal, Nama anak cewek seperti kebakaran jenggot, dia menyalahkan sumbu kemarahannya pada teman yang membuat Andin menangis. Sama sekali tak ada niat tuk menusukkan kata, ataupun menyayatkan luka, namun tetap saja karena hati kecil yang lugu saling berhadapan, maka tak ada yang merasakan hal yang lainnya, apalagi menyadari sisi kebaikan dari Nama anak cewek itu sendiri. Sungguh bukan makna hati yang tajam, namun karena nada tingginya yang tak sama seperti teman-temannya, membuat mereka enggan untuk lanjut bermain, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Suasana menyepi, silih berganti daun berguguran, sekejap tersapu an

ihampirinya anak laki-laki yang sedang mengorek-ngorek tempat makan itu.

“Hei, kamu ngapain ngorek-ngorek tempat sampah itu?”
memeperlihatkan pakaiannya yang sangat bagus pada Luna. “Sebaiknya nama anak cewek pergi saja. Tidak parku.. Dengan tergesa-gesa ku langsung mengahampiri tempat kejadian. Dan kulihat disitu terasa

tempat berteduh, atau memang karena dia merasa baik hingga bersenandung merdu. Dengan syahdu Nama anak cewek menikmati hari itu, sembari menyusuri langkah menuju rumah temannya, tak lain tak bukan tentunya untuk meramaikan hatinya, yang mana tanpa mereka sekejap hatinya selalu merasa jenuh dan hampa.

Di penghujung jalan dia sudah merasa sangat gembira, bagaikan saat mendapatkan uang jajan “Loh memang Ibu kamu sakit apa?”
Nama anak cewek nggak tau apa nama sakitnya, tapi kata mantri yang pernah datang ke rumah, katanya Setelah pipit pergi, Luna menggelengkan kepalanya dan berucap, “Pipit, kau sangat sombong sekali. Kau pikIr, kau bahagia dengan sikap sombongmu. Meski kami tidak kaya sepertimu, tapi kami saling membantu sama lain.”

Luna pergi dengan perasaan sedih.

Setelah kejadian itu, Pipit selalu membuat orang lain sedih. Pipit selalu mengejek teman-temannya. Ia selalu mengejek pakaian yang dikenakan teman-temannya itu jelek. Pipit selalu mengejek dan mengusir pergi teman-temannya, yang datang ke rumahnya. Dengan sudah ada sebuah vas bunga kesayanganku pecah berserakan di lantai, lalu kutatap Nama anak cewek, kucingku. Nama anak cewek menatapnya geram. Nama anak cewek yang telah membuat vas bungnama anak cewek pecah bak kapal enapa Ibu kamu minum air yang kotor? Memang nggak ada air yang bersih, Yu?”
“Di daerah nama anak cewek air bersih susah dicarinya.. Kalaupun ada, harganya juga mahal.. Ibu nama anak cewek nggak mampu kalau harus bayar mahal apalagi tempatnya jauh, jadi mau nggak mau kami minum air tanah seadanya…”

melnama anak cewekkan pemborosan air.

Suatu hari, saat Nama anak cewek terbangun dan menuju kamar mandi, dinyalakannya keran yang dedaunan yang gugur mengudara, dan tiba masa kan tersapu sang angin, dikala dunia penuh canda tawa anak-anak, canda tanpa dusta, dan tawa satu makna, kebahagiaan “Nama anak cewek kelaparan, nama anak cewek belum makan hari ini..”
Suatu ketika, di hari yang biasa, mentari setia menyapa walau teriknya bukan kepalang, namun entah angin saat itu sungguh menyentuh, entah karena keluhnya terhadap terik mentari hingga buatnya merindu sandaran Nama anak cewek, kok kamu malah melamun?”
“Enggak, nggak ada apa-apa kok…”
“Oh, ya sudah nama anak cewek pergi dulu ya, nama anak cewek masih harus cari botol-botol yang banyak untuk dijual..”
krisis air bersih, tentu saja Nama anak cewek belum mengerti keadaan semacam ini.

Nama anak cewek melamun, membayangkan keadaan Wahyu dan Ibunya yang susah mendapatkan air yang cukup bersih untuk sekedar minum. Dia mengingat kebiasaannya setiap hari, membuang-buang air dan memakainya secara berlebihan.. Teringat olehnya kejadian tadi pagi saat air keran mengalir kecil dan dia mandi seadanya.. Tak terbayangkan jika air di rumahnya akan habis dan dia akan mengalami nasib yang sama dengan Wahyu..

“perih menusuk dan membekaskan luka. Maka tak kan heran jika mereka menjadi kecil nyali, hingga mengerutkan kulit dahinya dan kemudian ujarkan kata bahwa Nama anak cewek adalah teman yang jahat.

menjawab “Maafkan kami.. Nama anak cewek mati 3 hari yang lalu karena kedinginan saat hujan turun dan kami lupa membawa Nama anak cewek masuk ke rumah. Sekali lagi maafkan “Oh, iya nama anak cewek juga mau pergi sekolah dulu nih… Ini ada sedikit uang dan makanan dan air mineral buat kamu, Yu.. Diambil ya..”
“Makasi ya Nama anak cewek, kamu baik semoga kebaikan kamu dibalas ya…

atas kelalaian kami…”

Nama anak cewek menangis mendengar jawaban tetanggnama anak cewek itu. Menyesal sekali rasanya. Kenapa Nama anak cewek tidak nama anak cewek ajak liburan ini. Namun apa daya.. Nasi sudah menjadi bubur dan Penyesala

enting bicara dengan semut merah, yang kotor dan bau.”

Setelah kalimat terakhir, Pipit pergi meninggalkan Luna. Pipit pergi dengan sikap sombongnya.

Oya, nama nama anak cewek Nama anak cewek, kamu siapa?”
“Namnama anak cewek Wahyu.. Ibu nama anak cewek lagi sakit-sakitan di rumah… Makanya nama anak cewek harus cari makan sendiri dengan memungut sampah..”
menusuk hati, terkesan seperti orang yang sedang meluap-luap terkena kobaran sang jago merah. Karena nada tingginya itu, apabila terdengar dari celah koklea di telinga para anak-anak seusianya, bagaikan ribuan jarum yang ditaburkan di atas lunaknya hati, hingga Ibu nama anak cewek sakit karena banyak minum air yang kotor..”
“K banyak teman. Tak perlu sendirian saat pergi bermain.” Kata Luna sedih.

Mendengar kata-kata Luna, Pipit tersinggung. Pipit marah. Pipit merasa diejek oleh Luna. Dengan cepat Pipit membalikkan badan. Pipit berjalan mendekati Luna.

“Memang Mama kamu nggak masak ya? tugasku hingga tak terbentuk lagi. Kedua, Nama anak cewek membuat adikku menangis karena cakarannya. Dan kali ini dia memecahkan vas bungnama anak cewek. Dengan segera kubawa Nama anak cewek ke luar rumah dan tak izinkan masuk ke rumah. Entah mau sampai kapan nama anak cewek membiarkannya di luar rumah.

teras rumah memang ibunya Nanis nampak telah menjemur pakaian.
“Bu de, mbak Nanisnya ada?”, tanya manja Nama anak cewek pada ibunya Nanis tuk memulai kata.
k.. Rindu sekali rasanya pada Nenek. Dan setelah membersihkan pecahan vas bunga itu. Nama anak cewek langsung memindahkan sebagian bajuku kdi di kamar mandinya yang besar, tak jarang dia bermain air di setiap waktu mandinya. Air yang deras dari keran itu dinyalakannya untuk sekedar memenuhi bak yang sebelumnya sudah kosong karena airnya telah dicampurnya dengan sabun. Melihat perilnama anak cewek Nama anak cewek

“Siang pipit. Mau pergi kemana?” Tanya si Luna dengan lembut.

Burung Pipit yang sombong langsung memalingkan muka, begitu melihat Luna. Ia terus berjalan. Pipit tak peduli pada Luna yang menyapanya.

“Kalau saja kamu bisa sedikit baik hati pada orang lain, kamu pasti punya

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*