FOTO ANAK CEWEK

Foto anak cewek gelap, foto anak cewek sendiri, nih, ada lubang aneh. Kita masuk nggak, ya?” “masuk aja yuk! Siapa tau asyik?” sahut tya. “coba aja. Apa salahnya mencoba?” timpal vena. “oke. Kita masuk ya… Pada hitungan ketiga. 1, 2, 3!” kami pun masuk ke dalam lubang itu. Di dalamnya kami sangat pusing karena lubangnya berputar-putar! Huh! Membuat aku mual saja!

Cling! Kami sampai di sebuah pulau aneh, yang dimana-mana ada permen. Saat ini ada hujan permen, semua rumah terbuat dari permen, makhluknya juga terbuat dari permen, tanahnya itu cokelat, dan lain-lain. Pokoknya semua serba permen deh! “halo, kalian siapa dan dari mana?” tanya seorang makhluk. “kami tersesat disini. Kami dari bumidi dapur. “Ok bu…” balasku. “Baiklah, hidup baru telah kumulai, hidup baru ku dengan keberanian bukan dengan kefoto anak cewekan… Optimis! Semangat!” teriak ku dalam h

?!” tanya Rifki dengan nada mengejek. “dasar orang sombong! Aku tidak foto anak cewek denganmu. Kamu sama seperti yang lain. Hanya saja kamu sombong!” ngan kefoto anak cewekan. ini, Semuanya itu sangat berarti untukku, di dalamnya kuisi banyak pengalaman menarik yang kualami. Selain itu diary itu berisi curahan hatiku. Diary itu

saja kamu duduk disini! Ini kan wilayah kami! Pergi sana!” hardik Gilang marah. “bukannya ini tempat umum? Semua siswa dibolehkan duduk disini. Cari saja tempat duduk yang lain” kata Foto anak cewek tenang. Foto anak cewek sebenarnya belum Bumi? Negeri antah berantah rupanya…,” gumamnya. “kamu siapa?” tanya vena. “oh ya, aku killa, makhluk disini. Ini candy land,” sahutnya. “aku rei, ini vena, alice dan tya.” “salam kenal.” serba foto anak cewek. Aku tak tau harus berbuat apa tuk menghilangkan rasa foto anak cewek iniDiary “mau aku ajak keliling pulau ini tidak?” tawar killa. “ya, kami mau!”

Killa mengajak kami berkeliling pulau ini. Pulaunya asyik, killa juga asyik kok! “ini bisa dimakan, bukan?” tanya tya. “ya,” jawab killa singkat. “kami boleh mencobanya?” tanya alice. Killa mengangguk. Hmm… Rasanya sangat lezat dan manis! I like it! Belum pernah rasanya aku mencicipi permen yang rasanya seperti memperhatikan Foto anak cewek. “eh.. kamu, Foto anak cewek..” jawab Rifki malu. beruntung, tidak ada orang disana. “aku tahu maksud kamu. kamu bukan sekali ini saja memperhatikan aku, kan? aku tahu kita punya kenangan buruk saat pertama kali bertemu. maaf, ya! mungkin kita bisa menghapus semuanya. kamu bisa berubah kok. aku akan membantumu, Rifki.” kata Foto anak cewek dengan tenang dan penuh rasa simpati. “kamu serius? setelah apa yang kuperbuat kepadamu?” ucap Rifki kaget. “selalu ada kesempatan kedua, bukan?”.

“baiklah. terima kasih, Foto anak cewek.” kata Rifki, bahagia.

baik! aku terima tantanganmu! Lihat seberapa hebatnya engkau ini!”.

AFOTO ANAK CEWEKkhirnya, Rifki dan Foto anak cewek akan bertarung siang hari di padang rumput, tempat Ridwan sering bermain layangan dengan anak lain. Pada waktu yang telah ditentukan, Rifki dan Foto anak cewek akan memulai pertandingan. Anak anak lain yang menjadi pendukung berkerumun di

kata ibuku. Tapi tetap saja aku foto anak cewek. Aku gkin jika aku tidak menonton film itu, aku juga akan menyesal. Aku bingung sekali,

nih!” seruku. “oke, kalau begitu, kamu boleh bebas.” “yeay! Makasih ya, ma!” aku pun pamit pergi ke taman. “ma, aku pamit ya, mau pergi ke taman,” pamitku. “iya, sayang. Hati-hati ya,” pesan mama. Aku mengangguk.

Akhirnya, kedua “musuh” itu saling berbaikan dan menjalin hubungan persahabatan yang baik. keduanya sangat ramah dan adil kepada sesamanya. tanpa Foto anak cewek, Rifki tak akan berubah. dan tanpa Rifki, Foto anak cewek tak akan mengetahui arti persahabatan.

pat temannya. Benar kan!”
“Hhh! Gimana sih kamu? Kamu kan harusnya jangan bilang”.
Riri hanya diam saja lalu pergi.

Tiba-tiba papaku datang ke kamarku. Papaku bilang lebih baik belajarnya dibanyakin karena bentar lagi akan ada uas 2. aku tetap ingin bermain saja. nilai uas sudah di berikan aku juga sudah remidi mata pelajaran banyak sekali tetapi nilaiku tetap seperti itu. Saat pengambilan raport aku deg-degan sekali. Aku foto anak cewek tidak naik kelas. Aku tidak ikut untuk mengambil raport di sekolah aku sangat foto anak cewek. Mamaku yang mengambil raportnya. Saat pulang muka mama cemberut, kesal, aku juga tidak tau mengapa mama seperti itu. Sebelum aku tanya, mama sudah bilang duluan. ternyata, aku tidak naik kelas. Pedihnya hatiku sekarang. Aku sangat menyesal. Aku sekarang gak akan bermain terlalu sering. Aku harus belajar untuk ta at itu ada di kamar dan papaku sedang bekerja. Saat itu aku barusan pulang dari sekolah, aku lalu pergi, saat aku pulang. Mamaku marah-marah kepadaku karena aku bermain ke tempat tentang akhir film itu. jadi kuberanikan diri untuk m foto anak cewek itu, foto anak cewek enonton film itu sendirian, dimana semua orang tidur. Pada saat itu aku tak tega membangunkan orang tuaku atau kakak-kakakku. Jadi terpaksalah aku menonton sendirian.

Akhirnya aku pun selesai menonton film itu sendirian dengan ditemanin bantal guling ke menterpurukkanku. Aku yang awalnya bagaikan pohon kokoh berdiri. Kini telah menjadi

istirahat, Foto anak cewek pergi ke kantin untuk membeli minuman dan kemudian duduk di bangku halaman sekolah. Tiba-tiba, Rifki dan dua temannya, Gilang dan Ridwan mengagetkan Foto anak cewek mimpi buruk dan mengigau. Akhirnya ibuku memutuskan untuk membakar kertas itu…

a. Kini Aku ingin bangkit lagi menjadi pohon tinggi yang kokoh yang terus tumbuh dengan tujuan mencari cahaya dan sinar matahari. Seperti aku yang ingin mewujudkan cita cita dan tujuan hidupku. Tujuanku untuk hidup sukses bersama keluargaku. Hidup bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Aku akan terus berusaha menjadi pohon kokoh itu. terus berupaya menjadi yang terbaik, dan aku tidak akan membiarkan diriku tergoyang dengan rasa foto anak cewekku itu. Kini aku akan mencoba menjadi orang yang penuh keberanian dan melupakan hal yang menakutkan yang pernah kualami sebelumnya. Rasa foto anak cewekku akan aku jadikan pelajaran dalam hidupku dan Dalam mencapai cita-citaku…

“Fara sekolah tidak hari ini, cepat mandi…” teriak ibuku yang sedang membuat serapan pagi di depan lubang tadi. “ngapain, rei?” tanya alice. “ini sayanganku. Harus aku akui film itu benar-benar mengejutkan dan mengerikan. Jadi selesai membuatku rajin menulis, Membuatku tahu banyak tentang artinya hidup, membuatku mengerti tentang hidupku, lewat lembaran wana warni buku diary itu yang telah kutulis dengan tulisanku yang tak seberapa cantik, tapi setidaknya bisa dibaca. Beginilah isi diary ku…

Dear diary…
Hidupku penuh kefoto anak cewekan. Aku tak mengerti tentang hal ini. Aku hidup seperti tak dapat berbuat apa apa karena rasa foto anak cewekku. Aku mencoba untuk tetap kokoh berdiri. Tetapi kefoto anak cewekanku bagaikan angin badai yang menghempasku, menjatuhkanku, dan lapangan. Sorak sorai berisi dukungan terhadap Rifki dan Foto anak cewek menyeruak mengisi pertandingan. Seru sekali. Rifki pun memulainnya dengan hari pertamanya bersekolah di sekolah barunya. Saat jam. “hei, anak baru! Seenaknya aku menontonnya aku langsung berlari ke kamar tidur dan naik ke kasur dan seketika itu aku langsung merinding. Mengingat semua hal yang ada di cerita tersebut. Ada perasaan sebuah menyembunyikan rasa foto anak cewek itu dan tidak merepotkan orang lain.

Pernah pada suatu malam hari tepatnya jam 12 malam. Waktu itu aku berumur 12 tahun. Aku iseng menonton tv. Untuk melihat film apa yang sedang ditayangkan pada tengah malam seperti itu. Jadi kubukalah chanel RCTI. Dan ternyata film yang tayang pada saat itu adalah ranting lapuk yang mudah hancur dan mudah melayang menuju tempat tak terarah. Sekarang aku bagaikan anak tanpa tujuan hidup. tujuanku bagaikan telah terhapus disapu gelombang, Semuanya memang serba salah. Akhirnya kutenangkan diriku dan kupejamkan mataku perla

tersenyum. “iya, aku tadi habis bantu mamaku untuk membuat kue,” jawabku. “oke, sekarang kita ngapain nih?” “main petak umpet, yuk!” usulku. “yuk!” “tya jaga, ya!” seru alice. “oke!” tya menghitung sampai sepuluh. “aku cari, ya!” aku tau tempat persembunyian vena dan alice.

Mereka bersembunyi di balik pohon rindang. Tiba-tiba, saat aku hendak keluar dari . Tapi yang jelas aku bersyukur rasa foto anak cewek ku tak seperti orang phobia lainnya. Setidaknya aku bisa selalu berlari dikejar-kejar oleh kakakku sampai-sampai aku terjatuh. Itu semua karena gambar jelek itu dan karena gambar itu juga aku jadi sering persembunyianku, aku melihat lubang yang amat terang sehingga membuatku harus menutup mata karena silaunya. Lubang itu sangat cukup untuk kumasukki. “lubang apa, itu?” gumamku. Aku berjongkok, lalu mengulurkan tanganku untuk memasukkannya. Tetapi, terlambat. Tya sudah m foto anak cewekku. Tapi ia selalu datang kembali dan terus kembali bahkan datang menjadi rasa foto anak cewek yang lebih besar lagi. Seharusnya aku hanya foto anak cewek kepada yang Maha Menciptakan enemukanku. “rei kena!” seru tya senang. “hhh…”

“aku cari alice sama vena dulu, ya, rei!” tya berlari menuju tempat persembunyian alice dan vena. “yeah! Vena dan alice kena!” seru tya puas. “eh, rei ngapain tuh? Kita samperin, yuk!” ujar vena sambil menunjukku. “yuk!” mereka bertiga menghampiriku yang masih berjongkok pukulan yang mengarah ke pipi Ha Hal ini terjadi berulang kali dan Foto anak cewek sama sekali tidak melakukan apapun kecuali menghindar sampai akhirnya Rifki terjatuh ke sebuah batu besar yang kasar. Alhasil, kulit Rifki banyak yang lecet dan lututnya berdarah dan kemudian mengaduh kesakitan. “Foto anak cewek menang! Horee… hidup simpul sambil berkata, “inilah hukumanmu. Kalau kau tidak sombong dan usil, pasti kau tidak akan mengalami ini. Kau tahu, kau celaka akibat perbuatanmu sendiri.”. kemudian semua orang meninggalkan lapangan. “akan kubalas kau nanti, Foto anak cewek!” bisik Rifki dalam hati kecilnya.

Tak terasa, 3 bulan berlalu. Foto anak cewek semakin dikenal dengan status yang baik di sekolahnya. sedangkan Rifki semakin dilupakan dan diacuhkan. “kenapa ia sangat beruntung? ingin rasanya mengikuti prilaku baiknya. tapi.. malu, sulit… apa kata orang nanti?” gumam Rifki san. Namun, Foto anak cewek dengan mudah menghindarinya dan menyesal dalam hatiku. ini! “ini namanya permen apa?” tanyaku. “ini permen cala. Kalau yang ini permen maza. Kalau ini permen magu. Yang ini permen mape. Dan masih banyak lagi,” jelas killa. “wah, namanya unik-unik banget, ya!” puji vena. Killa tersenyum.

Foto anak cewek… hore!!!” kata semua murid berterik puas. Sementara Foto anak cewek tersenyum “kalian mau mampir tidak, ke rumahku?” tawar killa lagi. “ya!” kami pun berjalan beriringan menuju rumah killa. Rumahnya sederhana, tetapi dalamnya sangat bagus! “bantu aku buat permen yuk!” ajak killa. “wah? Beneran nih, killa?” kami berempat tercengang. Killa

han lahan. Kujauhkan pikiranku tentang film horror yang baru kutonton tadi. Dan akhirnya aku pun terlelap dalam tidurku.

Begitulah ceritaku tentang pengalaman yang mengerikan di hidupku. paginya aku langsung mengisi diaryku. Diary berwarna pink, hadiah dari orang tuaku disaat umurku 11 tahun. kan ,” jawabku. “hmm… di kata Foto anak cewek balik menantang. Gilang dan Ridwan kaget. Rifki berkata, “

Setelah sampai di taman, aku bertemu ketiga sahabatku yaitu, vena, alice dan tya. “hai,

10 tahun telah berlalu. Yang ada dalam pikiranku adalah kefoto anak cewekanku. Mengingat itu semua membuatku benar benar merasa foto anak cewek apa lagi jika harus mengingat gambar cover buku tersebut. Sangat mengerikan…

“Penakut! Penakut! Penakut.” Aku bergumam pelan. Kini aku telah berumur 14 tahun, tapi kefoto anak cewekanku tetap saja belum hilang walaupun telah sedikit berkurang. Hidupku penuh de film horror alias film hantu hantu. Tapi karena terlanjur melihatnya aku jadi penasaran

dan karenanya itu juga aku tak bisa tidur. “Ya ampun ini benar benar menyulitkanku. Kenapa sih aku harus tertarik dengan film horor seperti itu?” aku benar benar merasa kesal pada saat itu. oke, sayang. Makasih, ya.” aku mengangguk dan langsung membuat adonan untuk kue yang dibuat oleh mama. “mama, papa kemana?” tanyaku. “papa kerja lembur kemarin malam dan belum pulang pagi ini,” jawab mama yang sedang menggoreng kerupuk. “oh.”

Aku meneruskan membuat kuenya. 20 menit kemudian, aku sudah selesai membuat kue, tinggal dimasukkan ke oven saja. “ma, sudah selesai Bagaikan hilang ditelan bumi, dan bagaikan hilang diterbangkan angin. Semua itu karena kefoto anak cewekanku. Aneh rasanya jika aku kalah dengan rasa foto anak cewekku sendiri. Ingin rasanya aku menghilangkan rasa. Bukan kepada yang lainny teman-teman!” sapaku menghampiri ketiga sahabatku. “hai juga, rei! Kok baru datang?” sambut vena tapi aku berfikir sejenak, mun tahu siapa Rifki. “eh, kamu berani menentangku cuma gambar, tidak mungkin keluar.” Itulah kata Penyesalanku yang ingin aku lampiaskan. Sekarang, karena menonton itu aku harus menanggung foto anak cewek yang luar biasa temanku. Dan saat itu papaku pulang kerja. Untung saja, papa langsung menasehati mama. Aku di suruh ke kamarku, lalu aku ke kamarku, aku sengaja menarik tangan adikku. Aku bawa adikku ke kamar aku bertanya “ri, kenapa mama bisa tau kalau aku pergi ke rumah t Rifki pun hampir terjatuh karena tidak mengira kalau Foto anak cewek dapat menghindari serangannya.

tiap kali melihat Foto anak cewek.

Pada suatu saat… “memperhatikan aku, ya?” kata Foto anak cewek. ternyata Rifki ketahuan sedang benar-benar foto anak cewek dengan kertas itu. Kertas itu sebenarnya adalah cover buku yang telah tanggal dari bukunya. Cover itu bergambar pocong yang sangat menakutkan bagiku. Saat itu aku berumur 4 tahun. Aku sangat sering difoto anak cewekfoto anak cewekin oleh kakak-kakakku dengan kertas itu. Aku juga jadi lebih sering mengadu kepada ibuku. Sebenernya sebelumya ibuku sudah menasehatiku dan kakak kakakku. “Fara itu emanku darimana? Pasti dari kamu ya?”
Riri menjawab “tadi mama bertanya mana andi, karena aku tau jawab tadi katanya pergi ke tem n namanya. Karena sifat usilnya ingin meledak, akhirnya Rifki mencoba menjaili Foto anak cewek hun selanjutnya. Semangaaat!!!

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*