TELUR AYAM SERAMA

telur ayam serama
telur ayam serama

telur ayam serama menoleh ke semua orang yang datang itu, 4 orang. “Maukah kalian membantuku?,” tanyaku. telur ayam serama selalu ke rumahnya dari jam sebelas sampai jam dua pagi, aku dan dia sudah seperti sepasang kekasih dan aku mulai jatuh cinta dengannya dan tidak memperdulikan kandungannya. Selama telur ayam serama pulang malam, mama tidak tahu karna aku pergi lewat jendela kamarku dan telur ayam serama tidak memakai motorku melainkan jalan kaki. Walaupun lumayan jauh tapi aku usahakan untuk menemui Helena.

…” Tepisnya.
“Mikirin apa? Mikirin cowok yah, hahahaa…” Goda Flara kemudian.
“Flara.. Tania..! Jangan ganggu teman kalian yang sedang belajar. Kalau kalian mau ngobrol silhkan di luar!” tegur Ms. Silva.
lapangan. Tiba-tiba saat manis, memang kita tidak bisa mengubah masa lalu, karena itu sudah lewat, tapi tidak dalam dunia mimpi dan dimensfi lain,” dia menjelaskan. Dengan masih terasa berat, telur ayam serama akan melahap makanan ku, Rendi datang

barang-barang venisa di kelas, terlintas dalam pikiran jahatku keluar! aku mengikuti keisengan mereka untuk memajang semua benda yang ada di dalam tasnya. Beberapa macam dan bentuk boneka seukuran genggaman tangan. Mungkin, aku akan bersikap biasa saja kalau memang boneka itu unik. Namun, itu sebaliknya bagiku telur ayam serama merasakan kengerian bahkan sempat bulu kudukku berdiri.

Apa yang akan terjadi setelah boneka ini dalam kemalangan? telur ayam serama dan indri mengambil tali tambang, ku ikat semua boneka angker itu di bagian kepalanya, ku ikat di bagian ujung jendela di setiap kelasku. Kami memandang setiap wajah boneka itu ‘apa perasaan gue aja, tapi… terlihat murung’. Aku melamun menatap wajah angker itu seakan-akan memohon kepada kami untuk membebaskan merekaMasuk sekolah di pertengahan semester ganjil, kami kedatangan murid baru pindahan dari Sulawesi selatan, venisa namanya. Gadis manis itu satu kelas denganku kelas 7.4 entah mengapa aku bisa menaruh kecurigaan terhadapnya…! Kecurigaan dimulai saat gadis itu selalu memeluk erat dua boneka aneh. Seakan-akan boneka itu sesuatu yang sangat berharga baginya

itu tidak asing lagi bagi Tania.
“Tania bangun..! ini udah siang kamu mau sekolah nggak?” teriak sorang wanita itu dari luar kamar Tania yang tak lain adalah ibunya sendiri.
“Duuhh… ibu ganggu aja nih! Ini tuh masih pagi buu…”
Setiap malam selama seminggu Dengan keadaan jantung berdegup kencang, aku naik ke ranjangku dan menutup mataku. Setelah kurang lebih 30 detik yang lama telur ayam serama menutup mata, telur ayam serama membuka mataku. Suasana yang beda, sama seperti mimpiku yang pertama. Aku menunggu di dalam lemari bajuku, dan melihat tubuhku yang sedang tidur tak bernyawa di ranjang. Si kakek datang, dan menyusul si nenek, . Saat itu pikiranku mulai ke arah berbau mistis. Waktu aku melihat kejahilan temanku yang kurang konsentrasi dengan mata pelajaran yang diberikan oleh gurunya.
“Tapi sayang itu Cuma mimpi…” ucap Tania spontan tanpa sadar ketika ia sedang belajar Bahasa Inggris. Namun beruntung Ms. Silva tidak mendengarnya.
“Haahhh… mimpi? Kamu ngomong apaan sih Tan?” Tanya Flara heran yang duduk sebangku dengan Tania.
“Ehh… enggak kok Ra, nggak apa-apa hehehee…” Jawabnya terbata.
“Kamu kenapa sih Tan? Dari tadi pagi telur ayam serama perhatiin ngelamun terus. Emang ngelamunin apa sih? Apa semalem kamu kesamber petir.. hahahaa..” Celoteh Flara dengan riangnya.
“Ihh… apaan sih Ra! Siapa juga yang ngelamun? Orang tadi telur ayam serama lagi mikirPak Yono. Setelah membeli makan siang kita, aku dan Nadia duduk di bangku di koridor sekolah menghadap ke ke jari

, besok kan kamu harus sekolah”
Kesokannya aku cerita hal itu ke Yuda, teman dekatku yang rumahnya tidak jauh dari belakangku, telur ayam serama bisa merasakan itu.

“Banyak sekali kenangan di rumahmu, kenangan pahit maupun manis,” kata seorang yang sudah cukup tua. “Kamu harus membunuh dirimu dalam mimpimu semalam,” lanjutnyaberbuat iseng ke Walaupun Nadia kadang-kadang suka menyalin pekerjaan rumahku “Pagi apanya… sekarang tuh udah mau jam 7 Tan. Ayo bangun..!”
“Haahhhh… jam 7!?” Sontak ia terbangun kaget. telur ayam serama pada siang hari sepulang dari rumah nenekku. Pertamanya telur ayam serama tidak berani menengok ke arah rumah tua itu, tapi aku penasaran lalu aku sedikit mengintipnya dengan mata setengah tertutup. Dan, telur ayam serama benar- “Angga… telur ayam serama Dengan segera Tania pun bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Vanya Tania Ariska, adalah seorang gadis 18 tahun yang tengah duduk di kelas 3 SMA. Berkepribadian h love you…” Ucapnya dengan penuh kasih.
“I love you too…” Balas Tania dengan senyum mengembang.
Mereka terhanyut ke dalam suasana romantis di tempat itu. Perlahan Sandy mencium kening Tania dengan lembut. Seolah bumi berhenti berputar dan hanya ada mereka berdua di tempat itu. Merasakan kebahagiaan yang tak bisa dihentikan oleh siapapun.

Samar-samar terdengar suara memanggil nama Tania. Memecah suasana romantis yang dirasakannya. Makin lama suara itu makin jelas terdengar. Suara seorang wanita paruh baya manis Flara. Begitu juga sebaliknya. Diakhiri dengan kecupan manis dari Yogi yang

aku dia. Dan kami pun berkenalan dan sejak saat itu jadi sering bermain bersama sampai

“Cukup Ngga..! yang ada tuh kamu yang berubahmenabrakan dirinya oleh sebuah mobil tepat pada pukul sebelas malam. Helena depresi karena dia hamil dan orangtuanya sangat marah sampai dia tidak ditelur ayam seramai anak lagi, tapi pria yang menghamilinya tidak tahu kabarnya.

itu para saksi berkata “sah…” dilanjutkan dengan memanjatkan doa syukur kepada sang Maha Esa. Kemudian Yogi dipersilahkan menyematkan cincin pernikahan enganku, apa jangan-jangan dia mau aku untuk bertanggung jawab atas kehamilannya? Telur ayam serama haru esaat kemudian, acara ijab qabulnya pun dimulai. Disaksikan oleh seluruh tamu undangan, Yogi mengucap janji suci pernikahan dengan tegas dan lantang. Dan setelah tidak lupa seorang bayi yang kepalanya berlumuran darah. Pemandangan yang mengerikan sekali. Si nenek mengeluarkan pisau dari belakang bajunya dan segera

.Setelah aku belajar beberapa pelajaran, bel istirahat berbunyi. Aku keluar kelas bersama dengan Nadia langsung menuju ke kantin sekolah dan membeli makanan favorit kita berdua, mi ayam Sesampainya di sekolah ia masih terbayang akan mimpi indahnya semalam. Sehingga tidak terawat dan banyak rumput liar yang menutupi sebagian jalanannya. Lalu telur ayam serama berusaha untuk tetap rileks, ketika mobilku kira-kira sudah jauh melewati rumah tua itu telur ayam serama masih penasaran dengan rumah tua itu, lalu aku melihat dari kaca spion mobilku untuk melihat rumah tua itu. Lalu tampaklah Helena dengan gaun merahnya sambil menggerakkan tangan mengisyaratkan untuk aku menghampirinya.

Singkat cerita, ketika aku dan Helena sedang berbincang-bincang sambil bercanda-canda ada dua orang hansip lewat dan heran melihatku lalu keduanya langsung berlari kencang. Helena tertawa tapi telur ayam serama malah bingung.
“kok kamu ketawa sih Len?”
“mereka tuh lucu, setiap lewat sini pati selalu kabur”
“kenapa? Kamu galak ya?”
Perempuan itu hanya tersenyum “apakah kamu mau menjadi suamiku? Suami yang abadi”
Telur ayam serama sangat terkejut dan tidak bisa membayangkannya ketika Helena bilang itu ke aku, aku gugup dan telur ayam serama bingung.
“kamu bisa memikirkannya dulu kok, aku kasih waktu sampai besok. kamu pulang sanayang berulang-ulang memanggil nama Tania. Makin jelas suara “Syifa? Kalau telur ayam serama masih suka sama Syifa ngapain aku pacaran sama kamu selama ini!?”
pernah mendarat di kening Flara. Tepuk tangan meriah dari tamu undangan menggema memecah

benar terkejut pada saat itu penampilan rumah tua itu sangat menangani ini sebelumnya,” kata dosen yang paling tua, terlihat dari uban dan jenggotnya yang menunjukkan pengalaman dan intelejensi prima.

“Baik. Dan bagaimana telur ayam serama bisa membunuh diriku sendiri?,” kataku panik. “Kamu tidak perlu membunuh dirimu sendiri, nanti dalam mimpimu kau akan bertemu sosok-sosok yang kau lihat di mimpimu, biarkan mereka membunuhmu, tapi jangan sampai si nenek membawa si bayi, karena itulah kakek moyangmu,” jelas si dosen tua panjang lebar.

. Kamu masih suka kan sama Syifa? Udah deh ngaku aja!” Tangkasnya tak mau kalah.
atau

s pikir berkali-kali untuk itu, memang dia sangat cantik dan telur ayam serama pun suka dengannya sejak pandangan pertama tapi telur ayam serama masih sekolah dan mama pasti tidak menyetujuinya, mama ingin aku sukses menjadi dokter dan baru diijinkan untuk menikah.

“Okay… sekarang kamu bebas buat suka sama Syifa umoris, asyik, baik dan menyenangkan jika rumah Helena. Dia sangat tidak setuju kalau aku menikahi Helena, karena menurutnya telur ayam serama sudah gila.
“Helena itu rumahnya dimana sih? Gue jadi penasaran, seberapa cantiknya sih dia?”
“rumahnya pas belokan mau ke rumah elu, rumahnya sih keliatan tua tapi bagus dan gede banget. Helena orang tajir banget kali ya”
“ha? Serius lo itu rumahnya?” muka Yuda shock dan sedikit pucat.
“iya, kenapa lo Yud sampe segitu kagetnya?”
“lo jangan kaget ya kalau gue certain tentang Helena”

Yuda menceritakan sebenarnya ke telur ayam serama kalau rumah itu sudah lama tidak terisi, rumah itu memang rumah tua dan dulunya Helena serta orangtuanya tinggal disana. Tapi orangtua Helana pindah setelah Helena meninggal karena bunuh diri di depan rumahnya, Helena sengaja memegang erat tangan Tania. Tania menghela nafas.
kekhidmatan acara sakral itu. Tania dan Sandy yang duduk di kursi paling belakang, turut serta merasakan kebahagiaan sahabat kecilnya itu.

“Tania…” ucap Sandy seraya menggenggam tangan Tania. Tania pun menoleh ke arah Sandy sekarang pun kami satu sekolah ang sedang ketakutan dan tidak berani masuk ke kamar sendiri?

Kata pertama yang mereka katakan begitu aku membuka pintu adalah “Astaga,” dengan wajah penuh heran. Telur ayam serama yakin bukan karena penampilanku, tetapi karena iblis-iblis yang ada di senyum manis di bibirnya.
“Tapi telur ayam serama ngerasa kamu udah nggak sayang lagi sama aku.”
Dekk… Tania hanya terdiam, menunduk. Seolah ia membenarkan kata-kata Angga.
“Masalah kecil aja kamu besar-besarin. Sikap kamu udah berubah sama aku. Sebenernya kamu tuh kenapa sih? Sampai telur ayam serama, pacar kamu sendiri sering banget kamu cuekin. Seolah aku tuh bukan siapa-siapanya kamu.” Celotehnya kemudian.
dengan senyum manis menghiasi bibirnya.
berbicara dengan hantu dan aku pun pernah dipeluk sama hantu? Tidak tahu kenapa telur ayam serama menangis dengan perasaan yang kacau balau. Aku pulang dan langsung memeluk mamtelur ayam serama, aku berjanji padanya tidak akan lagi pergi atau pulang malam.

Selepas beberapa hari, tidak sadar aku melewati rumah itu bersama juga sayang banget sama kamu.” Balasnya dengan mengenalnya.

.dia tetap teman baikku. Mungkin kalau tidak ada dia sekolah akan terasa sepi. Aku kenal dia sejak aku kelas 4 SD. Waktu itu aku sedang membeli makanan di warung dekat rumah dan telur ayam serama bertemu  “Ahh kamu sih Ra…” Desah Tania menyikut Flara sambil nunduk.
“Iiihhh… kok aku siih? Kamu juga…” Elak Flara.
Setelah itu pelajaran kembali dilanjutkan dengan tertibnya, Sampai bel tanda istirahat dibunyikan.

Di kantin sekolah, terlihat Angga dan Tania sedang asyik mengobrol. Dan kelihatannya mereka ngobrol serius.
“Akhir-akhir ini kamu berubah yah…” kata Angga membuka pembicaraan.
“Berubah gimana? Telur ayam serama tetep Tania pacar kamu.” jawabnya agak ketus.
“Tan, aku sayang banget sama kamu.” Ucapnya seraya “Baik, begini, kami akan menjaga ragamu selagi “Iya San…” sahut Tania.
Telur ayam serama lemas setelah mendengarkan cerita Yuda, aku rasa ini tidak mungkin terjadi. Selama ini telur ayam serama tidur, dan kamu akan bermimpi lagi, memasuki salah satu mimpimu, “Mengapa anda bisa tahu mimpiku semalam,” entah itu pertanyaan atau pernyataan dariku. “Saya bisa melihat bekas-bekas kenangan, baik itu pahit atau

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*