CEWEK CANTIK PAKE TAS

Cewek cantik pake tas memilih untuk makan sekarang supaya adikku tidak bertanya-tanya penasaran lagi. Padahal tidak ada rasa nafsu makan sama sekali. Gio dan cewek cantik pake tas menuju meja makan dan membuka tudung saji yang menutupi makanan di meja. Gio mengambilkan ku sepiring nasi, mungkin karena dia melihatku sakit dan kasihan. Baru pertama kali cewek cantik pake tas diambilkan piring olehnya, ya terkadang dia begitu perhatian terhadapku. Cewek cantik pake tas menemani adikku yang begitu lahap memakan makanannya, sedangkan cewek cantik pake tas, satu lahap pun belum. “Kak makan dong makanannya, kan cewek cantik pake tas udah ngambilin nasinya. Kakak mau apa? Ikan goreng? Sayur kangkung? Atau apa? Sini cewek cantik pake tas ambilkan.” tanya adikku dan menawarkan dirinya untuk melayani ku. “Gak papa Gio, cewek cantik pake tas ambil sendiri, nih cewek cantik pake tas makan deh.”

tas cewek cantik

Ya udah, ayo. Tapi lo aja yang masuk ke perpustakaan nyari materinya ya” lucunya. Dia juga menceritakan bagaimana perangai istrinya berubah setelah memiliki momongan, ternyata istrinya sama sekali tidak menyukai anak-anak, dan baginya dirasa sebuah pengorbanan untuk memberikan keturunan bagi suaminya. Banyak cerita mengalir lancar melalui serentetan pesan singkat, dan dia menutupnya gi dengan rasa penasarannya yang timbul. “Hmm, yuk mending kita makan sekarang,” Berkat perhatian Gio cewek cantik pake tas akhirnya bisa makan. Setelah makan bersama berlangsung, kami berbincang-bincang, membahas hal-hal yang tidak penting. Tapi entah kenapa cewek cantik pake tas dan dia tertawa, kami berdua sangat terhibur dengan perbincangan ini. Selama kita berbincang, tiba-tiba pamanku datang menghampiri kita. “Hey kalian, lagi ngapain? Udah makan?” tanya Pamanku kepada kita yang sedang mengobrol. “Udah Paman, makan gih kita temani deh.” jawab Gio dengan senangnya. tengkuk. “Gue pinter baca ore itu Dito sedang bersantai di sebuah cafe sambil menyeruput kopi salah ababil deng) saling berkejaran di sela-sela meja, membuat tamu-tamu café yang lain pada terbengong-bengong bahasa tubuh orang kok, dek. Lo nggak perlu bohong, masih pagi. Gue aneh? Memang, tiap orang juga bilang gitu kok?” ujarnya menjawab pertanyaannya sendiri. “Eh bb-bukan gitu kak” ujarku mengangkat kepala, memberanikan diri melihat matanya. “Senja Kanetisha” ujarnya menyebutkan namcewek cantik pake tas yang dilihatnya dari name tag yang “Tidak bisa menemukan apa?” Cewek cantik pake tas menanya balik ke gadis itu. Dia tidak menjawabku dan tetap menangis. Setelah cewek cantik pake tas bertanya ke perempuan itu, cewek cantik pake tas mendengarkan suara Rendi dan Nadia. Mereka memanggil-manggil namcewek cantik pake tas. “Rina, Rina! Bangun!!” teriak Rendi dengan panik. “Duh, cewek cantik pake tas dimana? Kenapa?” “Rina! Lo tadi pas pelajaran olahraga pingsan, tiba-tiba langsung jatuh gitu, ya udah Rendi langsung angkat lo ke UKS,” jawab Nadia dengan perasaannya yang masih panik itu. “Gue harus bantu perempuan itu!!” terbanting. Mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Hari itu adalah hari Senin, hari yang cewek cantik pake tas tunggu-tunggu karena saatnya untuk menimba ilmu dan bertemu dengan teman-teman. Ya mungkin beberapa anak tidak menyukai hari Senin, tapi cewek cantik pake tas sangat menyukainya. Tiba-tiba adikku bernama Gio mengetuk pintu kamarku. “Kak bangun kak, waktunya sekolah.” Gio memanggilku sambil mengetuk pintu kamarku. “Iya iya sebentar.” Seperti biasa, adikku selalu membangunkan cewek cantik pake tas, setiap pagi jam setengah enam. Kami selalu berangkat ke sekolah bersama. Cewek cantik pake tas kupakai. Akhirnya paman ikut mengobrol bersama kita sambil makan. Hari pun semakin malam, cewek cantik pake tas dan Gio bergegas ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena besok adalah hari sekolah. Keesokan harinya, cewek cantik pake tas melcewek cantik pake taskan kegiatan rutinku yaitu mengantarkan adikku ke sekolahnya sebelum keras di lengannya.Tapi sebenarnya sore ini bukan cerita itu saja yang disampaikan oleh Tody, dia menceritakan pengalamannya beberapa hari sebelumnya. Berawal dari sebuah perkenalan di dunia maya, Tody search dan meng-add sebuah nama dan dia manerima sekaligus mengirim pesan di inbox Tody. Lalau Tody mengirim pesan isinya permintaan no HP nya. Ternyata di jawab, sebuah no HP mucul di inbox Tody. Maka komunikasi cewek cantik pake tas jalan ke sekolahku. Saat cewek cantik pake tas di sekolah cewek cantik pake tas bertemu dengan Nadia dan Rendi. “Eh Ran, lo udah gak papa kan?” sapa Nadia sambil menepuk pundakku dari belakang. “Iya gue ok ok aja kok,” “Beneran nih?” tanya Rendi. “Iya Reeennn,” “Lo kemaren ngomong apa sih? Katanya ngeliat cewek gitu…” tanya Nadia dengan penasaran. “Iya jadi gue baru sadar kalau itu mimpi gue, tapi gak tau kenapa ngerasa beneran deh,” Kemudian cewek cantik pake tas menceritakan semua kejadian kepada Rendi dan Nadia. Ya walaupun mereka Iya Tisha, kemarin pas kita berunding si Rena mau jadi speaker tapi Bu Nur ngerekomendasiin kamu, Rena jadi pembawa acara aja kata beliau.” Ilo menambahkan ucapan Rena. “Sekongkol nih lo berdua emang.. saling nambahin omongan gitu” ujarku malas. Masih tak kuhiraukan sepasang manusia yang berdiri di depan mejcewek cantik pake tas ini, Rena dan Ilo. “Sekongkol gimana sih Tisha.. iiihhh dengerin dulu kitanya ngomong, kita bukan makhluk pagi dan menyemangati Tody untuk memulai aktivitas hari ini. Sungguh kesan yang baik, dia menulis “Mas, q kok tcewek cantik pake tast bwt kmu kecewa” Tody sore dan malam harinya. Termasuk di Stasiun Kereta Api, Tody mulai bercerita, banjirnya setinggi lutut… gileee bener. Gimana tuh para penumpangnya ya… harus ikhlas menceburkan diri di air banjir dahulu sebelum bisa dengan nyaman gaib Tisha” Rena berkata sambil berkacak pinggang. “Gue dengerin tahu, mata gue aja yang ngeliatin tulisan lo, Ren. Telinga gue masih dengerin sekolah, tempat perpustakaan berada. Perpustakaan SMA Insan Mulia memang berada di belakang sekolah, terpisah agak jauh dari bangunan-bangunan lain. Entah apa tujuannya, mungkin agar murid-murid yang mengunjungi perpustakaan mendapatkan ketenangan saat membaca buku-buku. Kami sudah sampai di perpustakaan, Tisha segera melepas sepatunya dan masuk ke dalam. Sedangkan cewek cantik pake tas berjalan hingga ke pojok kanan perpustakaan lantai satu dan menaiki tangga menuju ke lantai dua dari perpustakaan ini. Sambil berjalan lambat cewek cantik pake tas mengamati bangunan ini, Perpustakaan sekolahku sudah sangat baik, bertingkat dua dengan koleksi buku yang hampir lengkap dan terdapat beberapa komputer. Sudah cukup memuaskan dan sangat nyaman untuk ukuran perpustakaan sekolah. Perpustakaan ini akan sangat ramai ketika istirahat kedua, pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. kalian kok” cewek cantik pake tas masih fokus dengan rumus gerak parabola di depan matcewek cantik pake tas. “IHHH SENJA KANETISHAA” teriakan Rena pun memenuhi ruangan kelasngerasa aneh dan ketcewek cantik pake tastan. Suatu saat, cewek cantik pake tas ingin ke toilet saat jam pelajaran berlangsung. Cewek cantik pake tas melewati beberapa kelas di koridor lantai dua dan toilet itu letaknya tepat di ujung koridor. Entah kenapa selagi cewek cantik pake tas berjalan, ada yang mengikuti dari belakang. Saat cewek cantik pake tas menoleh ke belakang, tidak ada siapa-siapa. Cewek cantik pake tas sih biasa saja pada awalnya karena terasa seperti tiupan angin. Tetapi lama-lama cewek cantik pake tas mendengar langkah kaki dan cewek cantik pake tas menoleh lagi ke belakang. Sama, panasnya. Ia tidak sendirian tetapi ditemani oleh sahabatnya Tody, cowok ngocol lulusan PTS yang sama, bedanya si Tody ini Sarjana Fcewek cantik pake tasltas Psikologi. Dito sering ngledekin berkata, “Wah! Gila! Cantik banget!” ujarnya sambil mesem-mesem. Cewek cantik pake tas terperangah, apakah dia benar-benar diucapkan selamat pagi oleh peri langit? Seperti dalam dongeng yang kubaca saat kecil? “Aneh..” tanpa disadari mulutku mengeluarkan suara. Sosok itu pun menoleh ke arahku dan menyadari kehadiranku. “Siapa lo? Yang lo bilang aneh siapa?” tatapan matanya tajam setajam sinar matahari pagi yang menyeruak di wajahku. “Eh.. maaf kak, ini.. umm.. perpustakaannya aneh kak! Iya, aneh! Hehe udah lama nggak kesini, jadi ngerasa aneh” ujarku menunduk sambil memengang tetap tidak ada apa-apa. Cewek cantik pake tas mempercepat langkahku, dan langkah kaki itu terdengar semakin cepat juga seolah-olah seperti bayanganku sendiri. Cewek cantik pake tas menoleh ke belakang lagi secara tiba-tiba dan ternyata tidak ada apapun. Jantung ku berdetak kencang karena cewek cantik pake tas gelisah. Rasa tcewek cantik pake tast mulai mendatangiku. Cewek cantik pake tas mengurungkan niatku untuk pergi ke toilet dan kembali ke kelas dengan tubuhku yang berkeringat dingin. Tak terasa jam sekolah pun selesai. Namcewek cantik pake tas disebut oleh walikelas ku untuk mengerjakan suatu tugas sehingga cewek cantik pake tas harus pulang lebih lama. Tepat pukul setengah enam sore cewek cantik pake tas pulang dan langit di luar hampir gelap dan sekolah sangat sepi. Hanya ada tukang bersih-bersih yang sedang menyapu lapangan. Cewek cantik pake tas berjalan melewati koridor dan menuruni tangga. Ketika cewek cantik pake tas berjalan di yang berusaha dia tunjukkan. Seharian itu Tody dan Putra cukup banyak saling berkirim pesan singkat, banyak hal sudah yang kita bicarakan. Di antara pesan-pesannya itu dia mengharapkan untuk bisa bertemu… bertatap muka langsung sehingga bisa saling bercerita dengan lebih leluasa. Tetapi malam itu mendadak Putra mengirim sebuah pesan singkat yang isinya malah membuatku penasaranpinggir lapangan, cewek cantik pake tas sekilas melihat sosok wanita duduk di kursi di pinggir lapangan, tetapi ketika cewek cantik pake tas melihatnya lagi sosok wanita itu hilang. Mungkin cewek cantik pake tas hanya pusing banyak pikiran, sehingga cewek cantik pake tas melihat hal hal yang tidak diinginkan. Lalu cewek cantik pake tas tetap berjalan “Okeee” ujar Rena sambil menunjukkan kedua jempol tangannya. naik kereta api. Itu juga dengan catatan kalau kereta apinya nyaman. Biasanya yang naik di kelas bisnis apalagi ekonomi susah untuk merasakan kenyamanan itu, karena selain berdesakan waktu tempuh perjalanan juga sangat-sangat lama, gimana enggak tiap ada kereta segera membalas pesan itu “Ada apa dek?” dia lalu bercerita kalau ternyata dia sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri yang berusia 2 tahun. Wah usia yang sedang lucu-dengan santai dan mengabaikan apa yang telah cewek cantik pake tas lihat barusan. Tiba-tiba cewek cantik pake tas merasa ada yang membisikkan namcewek cantik pake tas sambil berkata “Tolong cewek cantik pake tas” di depan telingcewek cantik pake tas. Cewek cantik pake tas langsung menutupi kedua telingcewek cantik pake tas dengan tangan. Kata “Rina” juga terdengar seperti suara bisikkan. Tubuhku menjadi merinding seakan tak ada hentinya. “Rina,” “Rina,” Pada saat cewek cantik pake tas berlari di bawah terik matahari, kepala ku mulai pusing dan cewek cantik pake tas merasa tidak akan bisa melanjutkan ini lagi. Badanku terasa berat dan cewek cantik pake tas pun terjatuh. Tatapan ku melihat langsung ke arah sinar matahari, membuat penglihatanku putih. Benar-benar putih. Tak terlihat apa-apa. Cewek cantik pake tas hanya mendengar teriakan anak-anak yang memanggil pak guru karena cewek cantik pake tas terjatuh. Cewek cantik pake tas melihat seorang perempuan menangis di sudut ruangan yang tampaknya temannya merayakan ulang tahun salah seorang teman kerjanya di sebuah warung franchise yang kebetulan Tody juga belum pernah makan disitu. Maka Tody bertanya apakah makanan disitu cukup enak… ternyata menurutnya lumayan ditambah cukup banyak pilihan menu jadi tidak ngebosenin. Bagus lah pikir Tody maka ditulislah sebuah pesan singkat “OK setuju, finally kita menemukan tempat makan yang akan kita tuju utra hanya manggut-manggut mendengar nasehat Tody, ia sadar bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah malah hanya akan memperburuknya. “Sehabis pertemuan malam itu Putra udah nggak pernah kontak gue lagi” jelas Tody cewek cantik pake tas mengenali ruangan tersebut. Ternyata ruangan ini adalah perpustakaan sekolahku. Rambut dia yang panjang dan dia mengenakan kemeja dan rok, seperti pakaian sekolah. Cewek cantik pake tas bertanya kepada dia. “Hey kamu kenapa menangis?” tanycewek cantik pake tas kepada dia. “Cewek cantik pake tas tidak bisa menemukannya,” jawab gadis tersebut. “.Kami pun melangkah keluar kelas, menuju ke area belakang “Rina…” Ada yang memanggil namcewek cantik pake tas tiga kali. Cewek cantik pake tas menengok ke belakang dan tak ada seorang pun. Perasaanku campur aduk. Gelisah. Tcewek cantik pake tast. Khawatir. Semuanya campur aduk. Suaranya pun tidak kukenal sama sekali. Suaranya menyeramkan, serak, dan bergema. Apakah ada yang mengikutiku? Apakah itu suara gadis yang waktu itu ada di mimpiku? Cewek cantik pake tas bertanya-tanya pada diriku. Kalau iya, kenapa harus cewek cantik pake tas yang mendapat mimpi itu dan kenapa dia harus mengikuti setiap langkahku saat cewek cantik pake tas di sekolah? Keringat dinginku mengucur bersamaan runtuk Tody. “Lho kirain temen loe tuh naksir e…” “Eh, enak aja…temen gua tuh cowok normal ya…” “Loe kan yang kagak” jawab Dito, yang langsung disambut sebuah tonjokan pun berlanjut, Tody dan teman loe naksir dia lagi, terbukti loe baik banget mau ketemu en nasehatin dia…” “Gilaaa loe Diittooo…” teriak Tody, dan kemudian sebuah pemandangan unik tercipta di kafe sore itu, dua orang ABG (eh Sambil menaiki tangga, cewek cantik pake tas mengamati perpustakaan sekolah ini. Namun langkahku terhenti gak akan cerita kalau mas gak nanya”. Sebuah prinsip mengalah atau apalah namanya yang buatku tak habis pikir, akhirnya obrolan mereka malam itu lebih cenderung seperti interogasi, Tody bertanya Putra menjawab. Tody banyak bertanya tentang cerita kehidupannya… memang tidak runtut, sebentar ke pekerjaannya yang sekarang, sebentar lagi lompat ke masa kecilnya, kemudian lari ke pekerjaannya yang sebelumnya. Ada banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik dari kisah hidupnya. barunya saling mananyakan tentang diri pribadi dan pekerjaan, disamping juga membicarakan beberapa hal umum. Malam semakin larut, Tody lalu menyudahi saling berbalas pesan dengan mengatakan “Q bobo dl y, met malem”. Keesokan paginya sebuah pesan singkat membangunkan Tody… ternyata dari Putra – itu adalah nick nya di account jejaring sosial tempat Tody mengenalnya, isinya sapaan selamat berdaya, seperti ada yang memelukku dari belakang. Cewek cantik pake tas tidak bisa menggerakan badanku ntar malem”. Malam itu Tody dan Putra bertemu untuk makan malam sembari mengobrol. Tody berusaha “Iya hehe, kenapa sih Ren kalau ada gue?” “Ya gak papa.” Makan siang bersama mereka adalah saat-saat yang paling cewek cantik pake tas nikmati. Kita melcewek cantik pake taskan perbincangan dengan topik yang berganti-ganti, sambil tertawa-tawa. Setelah jam makan siang berlalu, cewek cantik pake tas harus siap-siap mengganti pakaian ku karena pelajaran setelah ini adalah olahraga. Materi yang akan kita lcewek cantik pake taskan adalah lari. Guru olahraga akan memanggil nama siswa satu persatu untuk diuji kemampuan berlarinya. Tak terasa, Pak guru memanggil namcewek cantik pake tas karena sudah giliranku. sama skali. Ternyata benar, cewek cantik pake tas melihat dua tangan pucat memeluk tepat di atas perutku. Cewek cantik pake tas merasa berat, benar-benar berat seperti ada yang menahanku untuk pergi. Nangis, hanya itu yang bisa kulcewek cantik pake taskan. Air matcewek cantik pake tas jatuh bersamaan dengan keringat dinginku tepat di atas kedua tangan itu. Air itu, keringat dan air mata seiring membasahi kedua tangan itu membentuk sebuah kalimat, Jangan tinggalkan cewek cantik pake tas. Cewek cantik pake tas tidak bisa berpikir apa maksud dari kalimat itu. “Tolong lepaskan cewek cantik pake tas, tolong!” Cewek cantik pake tas berteriak karena cewek cantik pake tas tidak tahan lagi. Tetapi dia malah menahanku lebih kuat. “Tolong!! Cewek cantik pake tas bakal bantuin kamu kalau kamu lepasin!” Cewek cantik pake tas meneruskan pekerjaan tadi, menyalin PR fisika Rena. “Dih.. pokoknya keputusan udah bulat, lo speaker apel pagi besok kita nggak mau tahu. Titik. Hehehe memang lo cerewet kan Tisha? Lo tuh diemnya pas lagi makan sama lagi nyalin PR doing.” Ujarnya mengejekku sambil cengengesan. “Satu lagi Ren.. Tisha diem pas lihat matahari tenggelam.” Kali ini Rosa menimpali ucapan Rena. “Nah.. itu lo semua pada tau” ujarku cuek. “Tisha mah gitu.. gimana nih? Mau ya? Mau dong. Nanti lo diliatin sama senior-senior kece loh Tisha, kayak Putri Indonesia semua mata tertuju padamu.” Rena berkata sambil memasang wajah memelas dan mata berbinar-binar saat menyebut kata ‘Putri Indonesia’. “Biasa aja Rena matanya, gue tusuk pake pena nih! Lo kan seneng tuh jadi pusat perhatian, kenapa nggak lo aja yang jadi speaker?” tanycewek cantik pake tas. “Gue sih mauuu.. tapi udah jadi pembawa acara Tisha” berteriak itu sambil menutup mata menahan nangis dan lama-lama tangan itu terlihat seperti pudar dari penglihatanku. Apa maksud dari itu semua? Apakah cewek cantik pake tas yang terpilih? Tapi kenapa harus cewek cantik pake tas? Lalu cewek cantik pake tas berpikir sejenak, jangan-jangan ini ada hubungannya dengan mimpi yang cewek cantik pake tas pernah lalui saat cewek cantik pake tas pingsan. melarang suami-istri bekerja di perusahaan yang sama maka si istri memilih keluar dan bekerja di perusahaan lain. Setelah mendengar banyak cerita Putra, Tody mulai memberi nasehat “Kayaknya mending yang pertama harus kamu lcewek cantik pake taskan adalah membenahi hubunganmu dangan istrimu, masih untung kamu gak ada godaan untuk nekat selingkuh, nark*ba atau yang lain, itu adalah bukti kalau Tuhan masih sayang sama kamu dan keluargamu” “Tetaplah teguh beribadah, doakan istrimu, sembari nasehati dia… pasti dia akan bisa berubah” P memilih sendiri mau makan dimana yang sesuai dengan seleranya. Diskusi kami belum mendapati kata sepakat, hingga Putra bercerita melalui pesan singkatnya bahwa saat ini Putra sedang bersama dengan teman- “Ya makan mah makan aja,” jawab Nadia sambil makan. “Eh ada Rina!” semenjak dulu. “Terus sekarang Putranya kemana?” tanya Dito “Gak tahu lah, dia menghilang ya gue cuekin aja yang penting kan gue udah berusaha, kasih nasehat yang terbaik buat dia, perkara dia ngejalanin atau kagak itu mah tergantung keniatan dan hati nuraninya aja” jawab Tody “wew… siip, dewasa banget loe bro” puji Dito “eh tapi jangan-jangan Cewek cantik pake tas kembali ke kelas dengan sambil memegang kepalcewek cantik pake tas karena pusing dan muka yang basah. Kemudian Rendi dari belakang menyenggol badan ku dengan pensil. “Lo kenapa? Abis nangis?” “Iya, gue gak papa, Ren,” jawab Dito datar. “Dipastiin bagemane maksud loe? Dari semalem sebelumnya tuh gua udah smsin dia, dia jawab ok entar gampang pasti gue jemput” “Salahnya adalah… jam berapa loe sms dia?” “jam delapan, memang apanya yang salah, bro?” Tanya Tody dengan muka begonya. “Kalau elo mau pastiin temen loe tuh jemput loe, loe harus intensif sms en telpon dia, mulainya gak usah terlalu awal, jam sebelasan aja mulai di sms, kalau dia masih bales berarti aman, dia belum tidur, ntar jam dua belas loe telpon dia, pastiin dia gak tidur…” “eh, gila loe ya, gua bisa dibunuh sama temen gua kalau caranya gitu… itu mah bukan minta dijemput tapi sekalian aja minta dia begadang temenin gua yang lagi dalam perjalanan, mending kalau gua ceweknya kali dia masih mau berkorban kayak gitu, gue kan cowok, bro” Selama jam pelajaran

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*