LANGKAH MENULIS CERITA FIKSI

LANGKAH MENULIS CERITA FIKSI

menulis cerita fiksiAtmowiloto pernah bilang “Mengarang itu gampang”. Namun itu dengan syarat: orang itu mau menulis atau mengarang dan ia punya kemauan dan memaksa diri sendiri untuk menulis, menulis, danmenulis! Sebaliknya, kalau keinginan untuk menulis itu cita-cita dan angan-angan saja, maka kegiatan menulis atau mengarang itu menjadi sukar dan tak pernah berwujud. Karena itu, jika adakeinginan untuk menulis maka jangan ditunda-tunda.

Tujuan Menulis Cerita

Seseorang mungkin ingin mengungkapkan hasil pengamatan, wawancara, gagasan personal, dan sebagainya dengan dukungan data atau fakta yang dapat diuji kebenarannya. Tulisan-tulisan yang mengungkapkan sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya lazimnya disebut tulisan atau karangan ilmiah. Sebaliknya, tulisan yang sebenarnya tidak ada di dunia nyata disebut tulisan atau karangan fiksional.

Menulis Cerita Fiksilangkah menulis cerita

Menulis cerita fiksi sebenarnya cukup dengan membayangkan sesuatu yang akan terjadi di suatu tempat pada suatu masa, diimajinasikan/dikhayalkan, ataupun sesuatu yang pernah terjadi secara faktual tetapi sudah ditambah-tambah, dikurangi dan diganti. Tulisan akan cenderung bersifat subjektif, ditafsirkan bermacam-macam.

Menulis cerita fiksi sangat berbeda dengan puisi. kegiatan dan tahapan menulis sebuah cerita menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan puisi. Kamu perlu menciptakan peristiwa sesuai dengan imajinasi Kamu. Kamu bisa saja tidak setuju kalau tokoh dalam cerita yang Kamu buat tersebut harus bunuh diri pada akhir cerita.Namun itulah cerita bisa dari sad ending ke happy ending atau sebaliknya. BerikutLangkah-langkah menulis cerita fiksi yang perlu Kamu lakukan:

Langkah Menulis Pertama:

Buat kerangka dasar yang akan mengarah ke pengembangan cerita. Kerangka tersebut memuat:

  • Pokok persoalan yang akan diceritakan;
  • Tokoh yang mengalami persoalan tersebut;
  • Tempat dan waktu terjadinya peristiwa;
  • Konflik yang dialami oleh tokoh;
  • Cara tokoh menyelesaikan konflik;
  • Nasib tokoh pada akhir cerita;
  • Dan posisi Kamu sebagai pencerita.

Pokok persoalan, tokoh, dan peristiwa yang diangkat dalam cerita bisa saja berasal dari kejadian nyata yang  berupa kejadian nyata yang Kamu alami, Kamu dengar, Kamu Baca, kemudiaan kamu perkaya dengan imajinasi.

Langkah Menulis Kedua:

Tentukan bagaimana sebaiknya Kamu memulai atau membuka cerita. Misalnya:

  • Perkenalkan tokoh cerita Kamu. Perkenalan ini biasanya dalam bentuk deskripsi fisik ataupun mental sang tokoh, baik dalam bentuk uraian langsung, maupun dalam bentuk monolog ataupun dialog sang tokoh dengan tokoh lain.
  • Gambarkan lingkungan alam tempat tokoh berada. Deskripsikan tentang cuaca, kegiatan manusia/hewan, dan sebagainya.
  • Penempatan satu peristiwa tertentu yang Kamu anggap kuat atau penting dalam cerita tersebut.

Langkah Menulis Ketiga

Beri efek pada pengurutan peristiwa dalam cerita. Bahasa bagusnya adalah alur atau plot untuk merujuk pada cara seorang penulis mengurutkan peristiwa dalam cerita tertentu.

  • Bisa menggunakan alur maju
  • Bisa juga menggunakan alur mundur

Langkah Menulis Keempat:

langkah menulis cerita fiksiMenentukan posisi Kamu sebagai penulis atau pencerita. Artinya Kamu harus memilih: bermain dalam cerita Kamu atau jadi penonton saja. Bila Kamu ikut bermain di dalamnya, Kamu sebaiknya menggunakan sudut pandang aku. Semua hal dalam cerita mengalir dari tokoh aku. Sudut pandang ini memudahkan Kamu dalam memaparkan berbagai hal tentang tokoh aku, termasuk pemikirannya, perasaannya, dan sebagainya. Sebaliknya, bila Kamu bertindak sebagai penonton, Kamu mencoba menceritakan apa yang dapat Kamu amati, Kamu dengar, Kamu baca tentang tokoh tertentu dalam cerita. Kamu berada di luar cerita dan bertindak sebagai pelapor atau komentator.

Langkah Menulis Kelima

Selesaikan tulisanmu. Lanjutkan cerita Kamu dengan pemaragrafan peristiwa-peristiwa yang sudah Kamu rancang dalam tahap pertama. Gunakan juga dialog ataupun monolog dalam paragraf-paragraf Kamu untuk membantu menjelaskan mengapa peristiwa terjadi dan bagaimana reaksi tokoh utama atau tokoh lain terhadap peristiwa tersebut. Ingat, dialog ataupun monolog akan sangat membantu Kamu dalam memperkenalkan dan mengembangkan watak tokoh dalam cerita sehingga mirip dengan realitas keseharian.

Langkah Menulis Keenam

Ciptakan konflik. Konflik dalam cerita dapat berupa konflik antara tokoh dengan tokoh lain, konflik antara tokoh dengan dirinya sendiri, dan konflik antara tokoh dengan alam atau lingkungan. Kekuatan sebuah cerita sangat bergantung pada konflik yang kamu bangun di dalam cerita .Konflik akan membuat pembaca menjadi tertarik dan terkunci dengan cerita yang kamu buat.

Langkah Menulis Ketujuh

Minta dikomentari. Minta komentar sang teman setelah membaca cerita tersebut. Jangan tersinggung jika komentar mereka banyak yang tidak sesuai dengan harapan Kamu. Semua komentar atau tanggapan harus Kamu terima dengan hati yang lapang.  Kamu dapat juga melakukan evaluasi terhadap karya Kamu secara mandiri.

Langkah Menulis Kedelapan

Setelah evaluasi selesai, langkah selanjutnya adalah mengirimkan karya Kamu ke surat kabar lokal ataupun nasional. Jangan lupa berdoa agar karya Kamu dimuat.Kamu harus terus berkarya: menulis, menulis, dan menulis walau nanti karya kamu ditolak. Tetaplah yakin jika suatu saat karya Kamu pasti terpublikasikan.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*