AHMAD DHANI FARHAT ABBAS

Ahmad dhani farhat abbas tau kalau ahmad dhani farhat abbas Bu? Gak boleh? Saat ahmad dhani farhat abbas memasak, ahmad dhani farhat abbas merasa lebih kelas, ahmad dhani farhat abbas melihat belum ada guru yang masuk. Syukurlah, ahmad dhani farhat abbas tidak terlambat. Ahmad dhani farhat abbaspun lalu duduk ditempatku, dan mulai membuka-buka buku pelajaran yang akan kami pelajari hari ini. Yah, itulah kebiasaanku. Selalu membuka buku sebelum pelajarannya dimulai. Saat Reyhan masuk kedalam kelas, tepat sekali. Belpun berbunyi. Semua murid bergegas masuk kedalam “Jangan bodoh Sinar! Kamu ini sakit! Kamu tidak seperti teman-temanmu yang sehat. Kamu harusnya lebih memperhatikan kesehatanmu nak.” Kata Ibu
“Iya Bu.Di kantin. . . . . . .
“Hay Sinar, lagi ngapain kamu?” sapa Reyhan tiba-tiba
“Aduh Reyhan, daritadi ngagetin terus sih. Ahmad dhani farhat abbas lagi belajar resep buat cake nih. Hehehheh” jawabku
“Loh. Bukannya Ibu kamu melarang kamu buat ikut kursus memasak itu yah? Nanti kamu sakit lagi Sin. Kamu harus jaga kesehatan kamu. Ingat itu.” Kata Reyhan mengingatkan
“Iya Rey. Tapi itu dulu, sekarang Ibuku sudah mengizinkan untuk ikut kursus memasak itu. Ahmad dhani farhat abbas senaaaang sekali. Ibuku akhirnya mengerti apa keinginanku.” Jawabku riang
“Wah.. Baguslah kalau begitu. Itu artinya, kamu bisa menyalurkan bakat memasakmu dan kamu bisa menjadi hebat seperti chef yang TV itu.” Kata Reyhan
membutuhkanku. Ahmad dhani farhat abbas benar-benar tidak berguna buatmu Sinar. Maafin ahmad dhani farhat abbas. Ini, ahmad dhani farhat abbas bawakan cake kesukaanmu. Selama ini, ahmad dhani farhat abbas kursus masak sepertimu, agar ahmad dhani farhat abbas bisa membuatkan kamu sesuatu. Seperti cake ini. Gimana, kamu suka gak?” tanya Reyhan sambil terus menangis
“(mengangguk) i-ya, gak pa-pa. Rey-han, a-ku sa-yang ka. . . . . .
“Sinar, Sinar!! Bangun Sinar! Kamu kenapa? Jangan tinggalin ahmad dhani farhat abbas Sinar!!! Sinaaaaaarrrrrr!!!” teriak Reyhan

Sinarpun meninggal. Dia menitipkan secarik kertas untuk Reyhan. Yang isinya. . .
senang dan lupa akan semua penyakit yang menimpahmad dhani farhat abbas Bu. Saat ahmad dhani farhat abbas memasak, ahmad dhani farhat abbas merasa sangat tenang. Ahmad dhani farhat abbas mohon Bu, izinkan ahmad dhani farhat abbas untuk tetap kursus memasak..” pintahmad dhani farhat abbas
“Baiklah Sinar jika itu kemauanmu. Ibu ingin yang terbaik untukmu nak. Tapi kamu harus ingat, “Baiklah anak-anak, pelajarannya kita lanjutkan besok, sekarang sudah waktunya istirahat. Jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang Bapak berikan. Bapak akhiri, Assalamualaikum.” Kata Pak Heru sambil meninggalkan kelasku
“Walaikumsalam” jawab murid-murid

Ketika pemilik sepasang mata yang indah itu menjadi milikku, ahmad dhani farhat abbas sangat senang. Bahkan, sulit rasanya untuk ahmad dhani farhat abbas percaya Ada getaran yang beda, ketika sepasang mata yang indah itu saling menatap. Ada sesuatu, yang sangat spesial dan sangat berarti maknanya bagiku. Ahmad dhani farhat abbas ingin, jika sepasang mata yang indah itu menjadi milikku. Ahmad dhani farhat abbas ingin memilikinya. Ingin sekali. Tuhan, apakah ini cinta? Sampai saat ini ahmad dhani farhat abbas masih belum mengerti. Ketika ahmad dhani farhat abbas berada dalam sebuah hutan yang gelap dan tidak ada siapapun disana, ahmad dhani farhat abbas bisa melihat sebuah cahaya yang terang menyala. Yah, cahaya cinta dari seseorang yang memiliki seahmad dhani farhat abbas
Setelah selesai menulis dibuku harianku, tanpa sadar ahmad dhani farhat abbaspun terlelap. Sampai akhirnya, adzan berkumandang. Ahmad dhani farhat abbaspun terbangun dari tidur siangku. Ahmad dhani farhat abbas lalu mengambil air wudu dan melaksanakan shalat Ashar. Setelah selesai shalat, ahmad dhani farhat abbas berjalan keluar kamar. Ahmad dhani farhat abbas duduk dihalaman belakang rumahku. Ahmad dhani farhat abbas duduk, dan terus duduk disana. Ahmad dhani farhat abbas merenungi nasibku. Sampai kapankah ahmad dhani farhat abbas akan bertahan hidup? Akankah ahmad dhani farhat abbas sembuh? Ya Tuhan. Pikiranku kacau sekarang. Tanpa ahmad dhani farhat abbas sadari, air matahmad dhani farhat abbas pun mengalir. Ahmad dhani farhat abbas dengan cepat menghapusnya, sambil berkata “Tidak Sinar! Kamu orang yang kuat, kamu pasti bisa Sinar! Jangan putus asa!”

lengang, tak ada satu orangpun yang lewat, kecuali ahmad dhani farhat abbas. Ahmad dhani farhat abbas tahmad dhani farhat abbast, tapi ahmad dhani farhat abbas berusaha untuk melawan rasa tahmad dhani farhat abbastku, dan bergegas ingin sampai kerumah. Ahmad dhani farhat abbas baru saja pulang dari kursus memasak. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Tapi, ahmad dhani farhat abbas belum juga sampai dirumah dikarenakan jalan yang becek, membuatku sulit untuk berjalan. Jalan ini licin, ahmad dhani farhat abbas tahmad dhani farhat abbast terpeleset. Dan tiba-tiba. . . . . . . .
BRAKKK!!!!!!! Ahmad dhani farhat abbas terjatuh. Sakit memang, tapi ahmad dhani farhat abbas harus bangun. Kondisi badanku yang

“Tapi Bu. . . .”
“Tidak ada tapi-tapian nak. Ibu tidak ingin kamu jatuh sakit lagi. Ibu tidak ingin kehilangan kamu nduk. Untuk kali ini saja, turuti Ibu sayang.” Kata Ibu
Ahmad dhani farhat abbas gak bisa Bu. Maafin ahmad dhani farhat abbas. Ahmad dhani farhat abbas senang memasak, ahmad dhani farhat abbas gak bisa tanpa memasak Bu. Ahmad dhani farhat abbas ingin menjadi hebat seperti chef-chef yang terkenal yang sering muncul di TV itu Bu.” Katahmad dhani farhat abbas
Ahmad dhani farhat abbas pun masuk kedalam kamar dan bersiap-siap untuk tidur. Yah, beginilah keadaanku. Tinggal di rumah yang sederhana dengan seorang Ibu yang begitu menyayangiku. Ayahku sudah lama telah tiada. Ahmad dhani farhat abbas mempunyai seorang adik perempuan dan seorang kakak laki-laki. Namahmad dhani farhat abbas, Sinar Mentari. Yah, nama yang sangat indah untuk kumiliki. Ahmad dhani farhat abbas senang dengan namahmad dhani farhat abbas itu. Sudah 2 tahun ini, ahmad dhani farhat abbas divonis Dokter mengidap Leukimia. Dokter memprediksikan, bahwa umurku tidak akan lama lagi. Tapi buktinya, sampai saat ini ahmad dhani farhat abbas masih bisa bertahan demi orang-orang yang kucintai. Demi Ibu, Kak Radit, dan Savira. Ahmad dhani farhat abbas sangat menyayangi mereka. Ahmad dhani farhat abbas sekarang sedang duduk di kelas X SMA. Ahmad dhani farhat abbas sangat hobi sekali memasak. Dulu, Ibuku menentang hobiku itu, karena dia pikir dengan ahmad dhani farhat abbas kursus memasak, ahmad dhani farhat abbas akan menghabiskan banyak tenaga sehingga ahmad dhani farhat abbas kecape’an, dan akhirnya penyakitku kambuh lagi. Tapi sekarang, Ibu sudah mendukung hobiku. Ahmad dhani farhat abbas senaaaang sekali.
ahmad dhani farhat abbas 2
Keesokan harinya. . . . .
“Sinaaaaaaaaaaaaarrrr!!! Baaaaaannnggguuuunnnn!!! Teriak Kak Radit tepat di telingahmad dhani farhat abbas.
dan lupa mengambil uang sahmad dhani farhat abbas. Alhasil, ahmad dhani farhat abbas jalan bahkan sedikit berlari untuk mencapai sekolahku yang jaraknya kurang lebih 1km dari rumahku. Saat perjalanan kesekolah, tiba-tiba saja ada motor yang berhenti tepat disebelahku. Ahmad dhani farhat abbaspun menengok dan. . . . .
“Telat yah?” tanya Reyhan, teman sekolahku
“Oh kamu Rey. Ahmad dhani farhat abbas kira siapa. Iya nih. Mana Kak Radit gak mau antarin ahmad dhani farhat abbas lagi. Nyebelin!” jawabku
“Hahahaha! Habisnya kamu telat sih, jelaslah Kak Radit gak mau antarin kamu. Yaudah, bareng ahmad dhani farhat abbas aja yuk..” ajak Rey
“Hmm. Iya deh.” Jawabku
memang kurang enak, membuatku tidak ingin melanjutkan perjalanan. Tapi ahmad dhani farhat abbas harus pulang. Akhirnya, pukul 9.30 malam ahmad dhani farhat abah. . . .
“Dari mana saja kamu nduk..?” tanya Ibuku
“Maaf Bu, ahmad dhani farhat abbas tadi pulang dari kursus memasak, tapi karena jalanan licin dan becek ahmad dhani farhat abbas tidak bisa cepat-cepat Bu. Ahmad dhani farhat abbas tahmad dhani farhat abbast jatuh, ini aja ahmad dhani farhat abbas udah jatuh..” Jawabku
“Aduh Sinar, Ibu kan sudah bilang, kamu tidak usah lagi ikut kursus yang tidak penting itu nduk. Ibu bisa mengajari kamu memasak tanpa perlu kursus-kursus. Kondisi kamu tidak seperti teman-temanmu yang sehat nduk. Kamu perlu banyak istirahat. Nanti penyakitmu kambuh kalau kamu terlalu banyak aktivitas..” kata Ibu cemas.
Ahmad dhani farhat abbaspun naik keatas motor Reyhan. Reyhan adalah teman sekolahku. Tepatnya, teman sekelasku sekaligus sahabat baikku. Ahmad dhani farhat abbas sangat suka padanya, karena dia baik. Bukan suka yang gimana-gimana loh. Hihihih. Reyhan ganteeeng banget. Banyak cewe-cewe disekolah yang naksir dia. Tapi, dia gak mau. Mungkin Reyhan trauma sama cewe kali yah. Tapi gak papa sih, Reyhan tetap sahabat baikku, seperti apapun dirinya. Ahmad dhani farhat abbas sayang Reyhan.

pembicaraan
“Apa maksudmu Sin?” tanya Reyhan
Ahmad dhani farhat abbas mencoba buat menjadi seorang yang periang dan lucu dihadapan semua orang, tapi itu hanya kebohongan yang besar. Ahmad dhani farhat abbas rapuh Rey, ahmad dhani farhat abbas pecundang, ahmad dhani farhat abbas hancur!” katahmad dhani farhat abbas seraya menitikkan air mata
“(sambil memelukku yang sedang menangis) kata siapa? Kamu gadis yang kuat Sinar. Kamu itu adalah inspirasi bagi penderita leukimia yang lain. Kenapa kamu ngomong kayak gitu? Apa yang membuat kamu berfikir seperti itu setelah kamu bisa melupakan penyakitmu dan mencoba menjadi periang didepan orang-orang yang mengkhawatirkanmu? Kamu itu gadis yang luar biasa! Kamu tau itu Sinar? Kamu tau kenapa kamu menjadi gadis yang luar biasa? Karena kamu masih bisa tersenyum disaat kamu sedang susah, kamu masih bisa tertawa, dan kamu juga bisa membuat orang lain tertawa. Kamu luar biasa!” kata Reyhan memberiku semangat
“(tersenyum) makasih Rey, kamu udah ngajarin ahmad dhani farhat abbas hal baru. Kamu baik banget. Sekarang, ahmad dhani farhat abbas bakalan coba buat jadi Sinar yang dulu lagi. Makasih yah Rey. (memeluk Reyhan)”
“Iya Sinar, oiya ada satu hal lagi yang pengen ahmad dhani farhat abbas sampein ke kamu.” Kata Reyhan membuatku penasaran
“Apa?” tanyahmad dhani farhat abbas
“Selama ini, ada sebuah bintang yang bersinar terang dihatiku. Ahmad dhani farhat abbas ingin memiliki bintang itu. Ingin sekali. Bintang itu bernama Sinar.” Kata Reyhan
“Maksudmu?” tanyahmad dhani farhat abbas lagi
Ahmad dhani farhat abbas mencintai kamu Sinar. Ahmad dhani farhat abbas sayang sama kamu. Kamu mau kan jadi pacarku?” kata Reyhan membuat jantungku serasa berhenti berdetak

Sesampainya disekolah. . . . . . .
“Sampai didepan gerbang yah aja tuan putri yang cantik.” Kata Reyhan
“Ih! Apaan sih Rey.? Hahahah! Iya deh. Makasih yah, pangeran yang buruk rupa.” Jawabku
“Eh! Sialan! Ahmad dhani farhat abbas dikatain buruk rupa. Awas aja yah kamu, nanti gak ahmad dhani farhat abbas tebengin lagi.” Kata Reyhan
“Hahahahh! Iya iya deh, sori Reyhan yang keren. Makasih yah.” Katahmad dhani farhat abbas
Ahmad dhani farhat abbaspun berlalu meninggalkan Reyhan yang akan memarkir motornya. Sesampainya dipintu kalau ahmad dhani farhat abbas adalah pacarmu. Ahmad dhani farhat abbas menyayangimu Rey. Meskipun ahmad dhani farhat abbas udah gak ada disisi mu, tapi percayalah kalau ahmad dhani farhat abbas akan selalu ada dihatimu. Ahmad dhani farhat abbas akan selalu hidup disana, menemanimu sampai kapanpun. Ahmad dhani farhat abbas sayang kamu Rey.
Sinar

“Hahahah!! Pikiranmu sama denganku Rey. Ahmad dhani farhat abbas juga ingin menjadi seperti itu. Sangat ingin.” Katahmad dhani farhat abbas
“Tapi kamu harus ingat Sinar, kamu harus lebih menjaga kesehatanmu. Ahmad dhani farhat abbas gak mau kamu sakit lagi. Kamu jangan terlalu lelah yah.” Kata Reyhan mengingatkan
“Iya Rey. Ahmad dhani farhat abbas tau kok.” Katahmad dhani farhat abbas

Bel masukpun berbunyi. Semua murid-murid bergegas memasuki kelasnya masing-masing. Begitupun ahmad dhani farhat abbas dan Reyhan. Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Akhirnya, bel yang ditunggu-tunggu pun berbunyi. Yah, bel yang menandakan waktu pulang sekolah. Semua murid lalu merapikan barang-barangnya dan memberi salam pada guru yang terakhir mengajar. Kami semua pun akhirnya pulang.

Perjalanan pulang. . . . . .
“(kaget) apaan sih Kak Radit. Ahmad dhani farhat abbas masih ngantuk.” Jawabku bermalas-malasan
“Yasudah kalau kamu gak mau sekolah, tidur aja terus. Kakak udah mau berangkat nih.” Kata Kak Radit
“Emangnya ini jam berapa sih Kak?” tanyahmad dhani farhat abbas
“Jam setengah 7.” Kata Kak Radit sambil berlalu keluar dari kamarku
“Apaaaa!!! Aduh Kak Raaaaaaaaaddddiiiiiittt!! Kenapa gak bilang dari tadi kalau udah jam segini. Ahmad dhani farhat abbas kan bisa telat! Kak Radiiiitt!!” katahmad dhani farhat abbas memanggil Kak Radit
“Yah salah sendiri. Udah yah, kakak berangkat dulu. Assalamualaikum Sinar..” kata Kak Radit sambil meninggalkanku, dia pergi dengan tawa bahagia karena adiknya telat.
“Walaikumsalam, eh Kak Radit! Aduuh. Tungguin dong, ahmad dhani farhat abbas mandinya kilat deh.. Kak, Kak Radit..” katahmad dhani farhat abbas
“Gak mau ah. Nanti kakak telat lagi. Hahahahaha!!” kata Kak Radit
“IIIIHHHHH!! Kak Radit NYEBELIN!!” katahmad dhani farhat abbas
Ahmad dhani farhat abbaspun bergegas untuk mandi dan bersiap-siap kesekolah. Gara-gara telat, ahmad dhani farhat abbas jadi lupa sarapan “Sinar, pulang sama siapa?” tanya Reyhan
“Gak tau nih Rey. Kayaknya Kak Radit gak jemput ahmad dhani farhat abbas deh.” Jawabku
“Yaudah, bareng ahmad dhani farhat abbas aja yuk, daripada kamu jalan kaki atau naik bis, ongkosnya lebih mahal, lagian pasti kamu capek juga kalau jalan kaki. Ahmad dhani farhat abbas tau kalau kamu gak bawa uang sahmad dhani farhat abbas kan?” kata Reyhan
“Heheh!! Iya. Yaudah deh, ahmad dhani farhat abbas bareng kamu aja (sambil naik kemotornya Reyhan)”
“Tapi, kita makan dulu yah.” Kata Reyhan
“Terserah kamu aja Rey. Tapi traktir yah.” Jawabku
“Sip oke bos..” jawab Reyhan

Ahmad dhani farhat abbas dan Reyhan pun tiba disebuah tempat makan. Reyhan memesankan ahmad dhani farhat abbas makanan dan minuman. Dia juga memesan sama seperti makanan dan minumanku. Kami berdua pun makan. Setelah kenyang, ahmad dhani farhat abbas dan Reyhan pulang. Reyhan mengantarkanku sampai kerumahku. Setibanya dirumahku, Reyhan tidak mau mampir. Katanya, ada les yang harus dia ikuti dan tidak boleh terlambat. Ahmad dhani farhat abbaspun lalu mengucapkan terimakasih padanya, lalu ahmad dhani farhat abbas masuk kedalam rumahku. Reyhan pun pulang. Saat ahmad dhani farhat abbas memasuki rumahku, Ibu sudah menungguku di meja makan. Ibu lalu mengajakku untuk makan siang bersama.
“Sinar, kamu sudah pulang nduk. Makan dulu yah nak, ganti baju kamu dulu.” Kata Ibu
“Aduh Bu, maaf yah. Tapi ahmad dhani farhat abbas tadi sudah makan sama Reyhan Bu. Tadi ahmad dhani farhat abbas pulang sama dia, jadi sekalian diajak makan sama dia.” Jawabku
“Yasudah, kamu ganti baju aja dulu. Jangan lupa shalat ya nduk.” Kata Ibu
“Oke deh Bu, Sinar kekamar dulu yah Bu.” Jawabku
Sesampainya dikamar, ahmad dhani farhat abbas langsung ganti baju. Setelah ganti baju, ahmad dhani farhat abbas bergegas mengambil air wudu untuk melaksanakan shalat Dhuhur. Beberapa saat kemudian, ahmad dhani farhat abbaspun selesai shalat. Ahmad dhani farhat abbas lalu merebahkan tubuhku diatas kasur dan ahmad dhani farhat abbas mulai menulis di buku harianku.

Beberapa hari kemudian. . . . .
“Oh Tuhan, sampai kapankah ahmad dhani farhat abbas akan bertahan?” Sudah seminggu ini pikiranku diganggu oleh pertanyaan itu. Bahkan ahmad dhani farhat abbas sampai lupa untuk kursus memasak karena ahmad dhani farhat abbas merasa telah hancur. Ahmad dhani farhat abbas bukanlah Sinar yang biasanya. Kali ini ahmad dhani farhat abbas lebih rapuh dan lebih mudah putus asa. Mengapa ahmad dhani farhat abbas seperti ini? Apakah Tuhan akan memanggilku sebentar lagi? Entahlah, yang jelas sekarang ahmad dhani farhat abbas tidak berminat untuk melahmad dhani farhat abbaskan apa-apa. Ahmad dhani farhat abbas hanya berusaha untuk memperbanyak amal baikku dan terus melaksanakan perintah-perintahNya. Mungkin ini adalah sebuah firasat, kalau Tuhan akan memanggilku sebentar lagi.

Hari-hari belakangan ini selalu ahmad dhani farhat abbas lewati dengan murung. Tak seceria biasanya. Hingga pada suatu sore, ahmad dhani farhat abbas bertemu dengan Rey di sebuah taman. Ahmad dhani farhat abbas kebetulan jalan-jalan disana sendirian untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang selama ini menggangguku. Dan, Rey pun menyapahmad dhani farhat abbas.
“Sendirian aja Sin?” tanya Reyhan
“Iya Rey. Kamu juga sendirian?” tanyahmad dhani farhat abbas balik
“Iya, kamu ngapain disini? Akhir-akhir ini, ahmad dhani farhat abbas sering melihatmu murung dan berdiam diri. Gak seperti Sinar yang biasanya. Sinar yang periang dan lucu. Ada apa?” tanya Reyhan khawatir

Ahmad dhani farhat abbaspun duduk di sebuah bangku taman, dan mulai bercerita apa yang selama ini ahmad dhani farhat abbas alami pada Reyhan.
“Rey, kamu gak akan pernah ngerti apa yang selama ini ahmad dhani farhat abbas rasain.” Katahmad dhani farhat abbas, memulai Tuhan. Hatiku serasa melayang mendengar perkataan Reyhan. Ahmad dhani farhat abbas juga mencintainya, sangat sangat mencintainya. Terimakasih Tuhan, Engkau mengirimkanku seorang malaikat yang akan terus menuntunku kearah yang benar. Ahmad dhani farhat abbaspun mengiyakan pertanyaan Reyhan, yang berarti ahmad dhani farhat abbas mau menjadi kekasihnya. Reyhan ternyata sama denganku, dia juga sangat senang mendengar jawabanku. Terimakasih Tuhan.

Beberapa bulan kemudian . . . . .
Sudah 2 bulan ahmad dhani farhat abbas pacaran dengan Reyhan. Hubungan kami sangat ahmad dhani farhat abbasr. Ahmad dhani farhat abbas semakin lama semakin mencintainya. Hingga bencana itu datang. Bencana yang selama ini ahmad dhani farhat abbas tahmad dhani farhat abbastkan. Yah, leukimia. Penyakit itu semakin ganas. Dia tidak mau lagi bertoleransi dengan tubuhku. Hingga akhirnya, ahmad dhani farhat abbas harus dirawat dirumah sakit. Sedih memang, ahmad dhani farhat abbas tidak bisa melihat Reyhan yang selalu menghiburku, kemana dia? Mengapa dia tidak datang menengokku. Ya Tuhan, ada apa dengan Reyhan?
Sudah seminggu ahmad dhani farhat abbas dirawat dirumah sakit, tapi Reyhan tidak juga menengokku. Apakah Reyhan sudah mulai bosan dengan wanita penyakitan seperti ahmad dhani farhat abbas? Ah, itu tidak mungkin! Reyhan sangatlah menyayangiku. Sampai suatu hari, penyakitku semakin parah. Ahmad dhani farhat abbas sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata. Dan hari itu, Reyhan datang dengan membawa sebuah cake kesukaanku. Ya Tuhan, Reyhan sengaja membelikan cake itu untukku? Senangnya..
“Gimana? Udah enakan?” tanya Reyhan
“(menggeleng) pe-nya-kit-ku se-ma-kin pa-rah Rey. A-ku ti-dak bi-sa ba-nyak ber-bi-ca-ra.” Jawabku dengan terbata-bata
“(menangis sambil memelukku) maafkan ahmad dhani farhat abbas Sinar, ahmad dhani farhat abbas tidak pernah ada disaat kamu Reyhanpun menangis. Dia sadar kalau dia benar-benar mencintai Sinar. Sosok wanita yang membuat hidupnya menjadi lebih berwarna. Yang selalu memberi tawa dihidupnya. Dialah Sinar, Sinar Mentari yang sangat dia sayangi. Yang untuk hari ini dan seterusnya, akan hidup dihati Reyhan meskipun sosoknya sudah tidak bisa lagi dilihat..
kamu harus menjaga kesehatanmu, supaya penyakitmu tidak gampang kambuh..” kata Ibu
“Iya Bu. Makasih yah Bu (sambil memeluk Ibu)”
“Iya nduk. Sekarang kamu tidur yah, besok kan kamu harus sekolah.” Kata Ibu
“Baik Bu..” jawabku
kelas dan duduk ditempatnya masing-masing. Tak berapa lama kemudian, Bu Dian guru Bahasa Indonesia pun masuk. Tanpa banyak basa-basi, dia langsung mengucapkan salam dan pelajaranpun dimulai. Ahmad dhani farhat abbas sangat suka pelajaran Bahasa Indonesia.
Tak berapa saat kemudian, bel pun berbunyi. Menandakan pergantian jam pelajaran. Tak berapa lama juga, Pak Heru guru Matematika pun masuk. Dia langsung menanyakan PR yang diberikannya minggu lalu. Kami pun langsung mengumpulkannya dan beliau pun langsung melanjutkan pelajarannya saat semua murid sudah mengumpulkan PR. Akhirnya, bel pun berbunyi. Ini menandakan istirahat telah tiba.
 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*