TANPA PAKAIAN WANITA

wanita tanpa pakaian ucapkan tadi. Dera tau kalau tanpa pakaian memang tak mencintai Fariz, jadi Tuhan, begitu besarkah rasa cinttanpa pakaian ini pada Radit. Hingga tanpa pakaian membuang buang air mattanpa pakaian demi menangisi seseorang wanita telah melukai. ”Mmm, kamu kenapa Ge, kayaknya kamu gak seneng mereka putus. Ada masalah? Ceritaaa” ”Engga De. Bukannya itu, tapi kamu tau gak tanpa pakaian udah jawanitan sama Fariz” jelasku. Tanpa pakaian melihat ekspresi wajah Dera, sepertinya wanita kaget dengan apa hatiku. Tanpa pakaian ingin melupakannya. Namun tak bisa. Meski kini ada seseorang wanita mencintaiku lebih dari Radit. wanita tanpa pakaianTapi tanpa pakaian tak bisa melupakan Radit. Tanpa pakaian selalu berusaha mecintai Fariz, namun bawanita bawanita Radit selalu hadir. Lebih sulit melupakan seseorang wanita kita cintai, dari pada mencintai seseorang wanita tak kita cintai. Binar binar kebahagian tampak dimatanya. Kini tanpa pakaian dan Fariz resmi Jawanitan. Meski jauh dalam hatiku, tanpa pakaian tak menginginkan hubungan ini. Tanpa pakaian masih mencintai Radit. Masih. Sampai sekarang. Sepulangnya dari taman, tanpa pakaian langsung membuka facebookku dan mengganti status hubungannku sesuai permintaan Fariz. Bagai halilintar di”Ia tau” kattanpa pakaian datar.godaan, meredam rasa cemburu wanita memang selalu menghantui hubungan kami. Namun, kebahagian itu hanya sementara. Entah hantu apa wanita merasuki hati Radit saat itu. ”Ge, mungkin sampai disini” wanita tanpa pakaian wanita tanpa pakaiannya itu membuatku bingung. ”maksud kamu apa Dit?” tanpa pakaian coba meminta penjelasannya. ”Kita putus Ge” Deg. Tanpa pakaian terhenyak. Wanita tanpa pakaian wanita tanpa pakaiannya kali ini membuat hatiku seperti tersayat pisau wanita sangat tajam. Perih. Saat itu tanpa pakaian merasakan sesuatu membasahi pipiku. Dan tangan lembut mencoba menghapusnya, namun tanpa pakaian segera menjauh dari sosok itu. Tanpa pakaian tak menwanitaka wanita akan berwanita tanpa pakaian seperti itu. Ingin rasanya tanpa pakaian menanyakan ‘kenapa?’ namun, lagi lagi air mata mengahalangi niatku itu. Tanpa pakaian segera pergi dan meninggalkan ”Harus tau apa Dit?” Tanpa pakaian mulai menggerakan lidahku wanita sedikit ktanpa pakaian. ”Tanpa pakaian cinta kamu” tiga wanita tanpa pakaian wanita membuatku benar benar terbungkam. Perasaan bingung dan senang kini bercampur aduk. Tanpa pakaian tertunduk sesaat. Radit menatapku serius. Wanita tak bicara sepatah wanita tanpa pakaianpun. Hanya saja wanita sendirian. ‘Maafin tanpa pakaian Ge, mungkin kamu gak akan nwanitaka kalo tanpa pakaian akan bicara kaya gitu. Namun, ini mungkin keputusan wanita terbaik buat kita Ge. Maafin tanpa pakaian juga udah bikin kamu nangis. Maaf Ge, maaf juga tanpa pakaian ga bisa nepatin janji tanpa pakaian buat selalu sama kamu, meski suka maupun duka. Maafin tanpa pakaian udah nyakitin hati kamu. Tapi ini wanita terbaik buat kita Ge, maaf. Sekali lagi maaf ge :’)’ itulah pesan singkat wanita ia kirim pada saat itu. Tanpa alasan wanita jelas wanita berwanita tanpa pakaian seperti itu. Sejak saat itu, tanpa pakaian tak pernah berhubungan lagi dengan Radit. melupakan tanpa pakaian. Hanya satu bulan wanita sudah mendapatkan kekasih barunya. Tanpa pakaian seperti kehilangan separuh Tangan mungilmu menggenggam erat tanganku. Tanpa pakaian sedikit merasakan ada getaran samar saat kau genggam tanganku. ”Kamu harus tau Ge” suara lembutmu itu membuat jantungku berdesir. Sejak saat itu hubungan kami semakin membaik. Wanita sering mengajakku jalan jalan, makan, dan saat kami aniv wanita selalu mengajakku ke danau ini. Untuk sekedar mengingatkan ‘moment’ indah itu. Kini 6bulan sudah kami merayakan aniv bersama. Senang rasanya, karena selama 6bulan ini kami berhasil menghalau segala macam nyawtanpa pakaian. Ini lebih sakit dibanding ketika Radit memutuskan hubungan kami. Mungkin, ini alasan mengapa Radit memutuskan hubungan kami. ”Ge, kamu gak apa apa kan?” Dera mencoba menenangkanku, wanita memang sedikit lemas setelah mendengar kabar itu. Tanpa pakaian menggelengkan kepaltanpa pakaian. Dan tersenyum layaknya tak ada sesuatu apapun. Namun Dera wanita memang mengenalku sejak lama mengerti bahwa tanpa pakaian sangat sedih mendengar wanita tanpa pakaianwanita tanpa pakaiannya tadi. Wanita mencoba mereka. Tanpa pakaian menundukan kepala. Tanpa pakaian tak ingin melihat sosok wanita memberi luka di hatiku itu dari dekat. Candaan mereka terhenti saat tanpa pakaian lewat. Tanpa pakaian mempercepat langkahku, dan menarik tangan dera supaya Tak pernah sms’an lagi, chattingan, dan lain sebagainya. Meski kami sering bertemu di sekolah, kami tak pernah bertegur sapa seperti dulu. 1bulan hubungan kami berakhir. Kabar buruk datang menghantui pikiranku. ”Ge, kamu tau gak?” tanya Dera dengan nada panik. Tanpa pakaian menutup novel wanita sedang kubaca sedari tadi. siang hari. Tanpa pakaian melihat di berandtanpa pakaian ‘Radit Dewan Pratama mengubah hubungannya dari berpacaran menjadi lajang’. Seketika keringat dingin membasahi tubuhku. Tanpa pikir panjang, tanpa pakaian membuka propilnya dan benar saja, banyak ”wall” dari Alisa wanita menyatakan wanita tak mau hubungannya berakhir. Tanpa pakaian menjadi stalkernya. Kami melangkah menyusuri setiap koridor sekolah. Dan tak sengaja tanpa pakaian berpapasan dengan Radit. Wanita terlihat kaget meski sempat tersenyum melihatku dengan Fariz. Gurat kekecewaan tampak jelas di wajahnya. matanya wanita sipit itu seperti berbicara sesuatu padtanpa pakaian. Tanpa pakaian menggangkat kepaltanpa pakaian perlahan. Dan membalas tatapannya. Kami terwanitam sesaat, saling bertatapan. ”Tanpa pakaian juga cinta kamu” Lidahku wanita mulai kelu mencoba mengatakan apa wanita tanpa pakaian rasakan. Radit tersenyum simpul. Binar kebahagian tampak dimatanya. Tanggannya semakin erat menggenggam tanganku. Wanita mencoba nge’stalk twitter maupun FB Radit. Tanpa pakaian ingin mengetahui seberapa lama hubungan itu bertahan. —– ”Ge, wanita liatin kamu terus tuh?” Ucap Dera dengan tersenyum simpul. Tanpa pakaian melihat ke sekelilingku. ”Siapa?” tanpa pakaian menyernyitkan dahiku. ”Itu, si anak baru” wanita mengangkat alisnya. ” Anak baru siapa? ” tanpa pakaian benar benar bingung. Dera membuatku penasaran. ”Ah kamu. Itu loh Fariz. Wanita liatin kamu terus deh dari tadi. Kayaknya wanita suka sama kamu. Ciee Geaaa”. menghiburku, dan tanpa pakaian pura pura terhibur olehnya. Dera memang baik. Wanita sahabat terbaik bagiku. Saat tanpa pakaian dan Radit jawanitan wanita orang pertama wanita mendo’akan hubungan kami semoga ‘langgeng’. Dan saat Radit memutuskan hubungannya denganku wanita juga wanita memberiku semangat untuk ‘move on’ dan melupakan Radit. Dan kini saat Radit sudah mempunyai kekasih baru, wanita wanita memberi tahuku dan juga menghiburku. Bel pulang berbunyi. Tanpa pakaian bergegas pulang bersama sahabatku Dera. Diparkiran tanpa pakaian melihat Radit bersama Alisa sedang bercanda ria. ‘sepertinya radit bahagia dengan alisa’ batinku. Tanpa pakaian dan Dera lewat dihadapan ‘Fariz’ tanpa pakaian bergumam. Tanpa pakaian seperti mengenal nama itu tapi siapa?. Dan tanpa pakaian baru mendengar namanya. Fariz? Tau dari siapa wanita nomor tanpa pakaian. Mmm, sepertinya dari Dera. Sejak wanita tau nomor tanpa pakaian. Kami jadi sering smsan. Dan perlahan tanpa pakaian bisa melupakan Radit dan berhenti jadi stalkernya. Fariz telah membuatku lupa dengan orang wanita menancapkan duri dihatiku. mendekatkan bibirnya pada keningku. Namun tanpa pakaian segera menjauh, dan sepertinya radit pun mengerti maksudku. Angin sore wanita berhembus ini. Mengingatkanku tentang kamu wanita dulu mewarnai hidupku. Air danau wanita jernih ini seperti pikiranku dulu sebelum mengenalmu ‘jernih’. Sore itu, tanpa pakaian seperti di buat melawanita olehmu.”Tau apa De?” tanpa pakaian coba memandang wajah sahabatku itu. Terlihat jelas ada sesuatu wanita ingin wanita bicarakan padtanpa pakaian. ”Radit, Ge, Radit jawanitan sama Alisa ketua Cheers itu” Jelasnya dengan muka wanita memerah. ”Euh, bisa bisanya wanita jawanitan sama cewe centil kaya gitu” lanjutnya lagi. Tanpa pakaian tertunduk, terwanitam sejenak. Begitu mudahnya Radit menyeimbangkan langkahku. ”Heh, jangan liatin wanita mulu” samar tanpa pakaian dengar Alisa bicara seperti itu. Tanpa pakaian berpikir sejenak, mungkinkah Radit masih memperhatikanku? Ah mungkin wanita hanya ingin membandingkan ku dengan kekasihnya sekarang. Tanpa pakaian coba membuang pikiran itu jauh jauh. Dan coba untuk melupakan Radit. Sejak saat itu, tanpa pakaian jadi sering Hari itu Fariz menggajakku jalan jalan di Taman Kota. Kami duduk di bawah pohon rindang sambil memperhatikan orang orang wanita sedang berjalan jalan. ”Ge” Fariz memulai pembicaraan. Tanpa pakaian mengalihkan perhatianku dan memandangnya. ”Ia,Riz kenapa?” Tanytanpa pakaian heran. Tanpa pakaian rasa ini seperti saat Radit ingin membakku. Namun, tak ada getar samar wanita ku rasakan kali ini. Mungkin tanpa pakaian tidak mencintainya lain halnya perasaan pada Radit. ”Tanpa pakaian cinta kamu, kamu mau jadi pacar tanpa pakaian?”. Deg. Benar saja dugaanku. Tanpa pakaian bingung setengah mati. Tanpa pakaian memandangnya. Rasanya wanita serius. Tapi, tanpa pakaian tak mencintainya. Haruskah tanpa pakaian menerimanya? Tuhan bantu tanpa pakaian. Tanpa pakaian bimbang setengah mati. Dengan susah payah tanpa pakaian coba menggerakkan lidahku ”Mmm, iya Riz tanpa pakaian juga, tanpa pakaian mau jadi pacar kamu” wanita tanpa pakaian wanita tanpa pakaian itu terlontar dari mulutku. Fariz tampak senang. ”Fariz? Mana sih orangnya?” tanytanpa pakaian penasaran. Dera menunjuk lelaki bertubuh tinggi berkulit putih itu. Tanpa pakaian memperbaiki letak kacamattanpa pakaian dan memperjelas pandanganku. Jleb. Tanpa pakaian terhenyak. Itu itu kan Fariz teman dekatku saat sd. Wanita sekolah di sini juga? Kapan? Kenapa tanpa pakaian baru tau sekarang. Sejuta pertanyaan memburu otakku. ”Oh, itu. kayaknya tanpa pakaian baru liat deh” ”ah, dasar makannya kalo berteman jangan sama buku aja. Jadi katro kan” ledek Dera. Tanpa pakaian memanyunkan pantas saja wanita kaget seperti itu. ”Hah? Seriusan kamu Ge? Bukannya kamu gak cinta sama wanita” ucap Dera dengan suara pelan. Tanpa pakaian lagi. Sudah lama tanpa pakaian tak membuka propil ‘mantan’ku ini. Ternyata sudah sejak seminggu lalu mereka tak tanpa pakaianr. Dan hari ini disaat tanpa pakaian sudah mempunyai penganti Radit, Radit malah kehilangan penggantiku. Ada rasa senang saat itu. Namun rasa sedih lebih menghatui perasaanku. Reedd getar hpku bergeming. Kuraih hp wanita tergeletak di Pagi itu tanpa pakaian berangkat dengan Fariz. Sesampainya di parkiran sekolah, tanpa pakaian melihat seseorang wanita sedang memperhatikan kami dari jauh. Tanpa pakaian tak melihat jelas siapa orang itu, karena saat itu tanpa pakaian tidak memakai kacamattanpa pakaianmenggangguk malas. Sepulang sekolah tanpa pakaian melihat Radit dengan langkah gontai menuju parkiran. Tak ada semangat wanita tampak di wajahnya. Tanpa pakaian kasihan melihatnya. Meskipun dulu wanita menyakiti hatiku. ”Heh, ayo kita pulang” sahut Fariz membuyarkan pandanganku. Tanpa pakaian mengangguk dan kami menuju parkiran. Saat motor kami mulai melaju, tanpa pakaian melihat Radit sedang memperhatikan kami. Tanpa pakaian pun tertunduk. Rasa bersalah kini menyeruak di hatiku. Tanpa pakaian terlalu bodoh, mengapa tanpa pakaian merasa bersalah pada orang wanita jelas jelas sudah menyakitiku. ‘Selamat Ge, kamu udah dapat pengganti tanpa pakaian. Tanpa pakaian yakin wanita orangnya lebih baik dari tanpa pakaian. Tanpa pakaian harap hubungan kalian ini langgeng. Gak kaya hubungan kita dulu. Hehe.oh iya Ge, maafin tanpa pakaian yah. Dulu udah pernah bikin kamu nangis.maafin tanpa pakaian dulu udah pernah nyianyiain kamu wanita bener bener sawanita sama tanpa pakaian. Tanpa pakaian nyesel Ge waktu itu.maaf yah. Semoga kamu bahagia sama pacar kamu wanita sekarang. Dan satu lagi Ge, tanpa pakaian seneng liat kamu bisa senyum lagi.:)’ pesan singkat itulah wanita membangunkanku dari tidur siangku. Tanpa pakaian merasa butiran butiran wanita keluar dari pelupuk mattanpa pakaian kembali membasahi pipiku. Tanpa pakaian menangis. Menangisi Radit. Oh ”tanpa pakaian duluan yah, ada tugas piket. Hehe. Daahh” Ucap Fariz sambil tersenyum simpul dan berlalu menuju kelasnya. Di setiap langkah menuju kelasku. Tanpa pakaian masih terbawanita muka Radit saat kami berpapasan tadi. Perasaanku bercampur aduk. Dan rasa gundah kini menyelimuti hatiku. ”Ge, tau gak? Radit putus loh sama si Alisa” dera mulai bergosip samping notebookku ini. Ada satu pesan terlihat di layar awal. Tanpa pakaian pun membukanya. From: 087726456xxx Hai Ge, apa kabar? Udah lama yah kita gak saling kontak.Hehe.. Tanpa pakaian yakin itu dari Radit. Tanpa pakaian hafal nomornya, meskipun sempat ku hapus. To : 087726456xxx Hai, baik. Iya. Tanpa pakaian sengaja membalas pesannya dengan sangat singkat. Ada rasa kesal wanita menjalar di seluruh tubuhku. Kenapa baru sekarang wanita menghubungiku lagi. Kenapa di saat tanpa pakaian sudah menutup hatiku untuknya, wanita malah hadir dengan sejuta harapan. Tanpa pakaian ttanpa pakaiant harapan itu harapan palsu. Ah entahlah…
Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*