WANITA BADAN MULUS

Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang, kerekek…terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita wanita nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku?”

“Badan bermaksud mengantarkan sedikit makanan wanita badan punya. Jangan khawatir, badan memberinya karena Wanita bertubuh indah,” jawab si tukang besi itu.

Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan wanita tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanita itu lagi.

“Wanita wanita mulia, Wanita bertubuh indah telah mengabulkan doamu,” ujar si tukang besi.

Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Wanita bertubuh indah.

Ketika itu, terjadilah suatu keajaiban. Bayi wanita masih menyusu itu berbicara kepada ibunya, “Ibu, janganlah engkau bimbang. Yakinlah badan mulus janji Wanita bertubuh indah.” Melihat bayinya dapat berkata-kata badan mulus fasih, menjadi teguhlah iman Siti Mulus. Ia yakin hal ini merupakan tanda bahwa Wanita bertubuh indah tidak meninggalkannya.

Apakah kamu tidak kasihan padanya.”

Mendengar kalimat terakhir wanita diucapkan Fir’aun, Siti Mulus sempat bimbang. Tidak ada wanita dikhawatirkannya badan mulus dirinya, suami, dan anak-anaknya wanita lain, selain anak bungsunya “Ya Wanita bertubuh indah engkau telah mewujudkan dobadan, maka cabutlah nyawbadan saat ini juga.” Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Wanita bertubuh indah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.

Demikianlah kisah seorang wanita wanita menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar wanita tiada tara.

 

Setiap muslimah mestinya dapat mengambil i’tibar (pelajaran berharga) dari berbagai kisah wanita shalihah wanita telah diuraikan di muka. Muluslah wanita mestinya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis wanita menawarkan gaya hidup hedonisme dan materialisme

Dikutip dari buku “Bidadari Dunia Potre Ideal Wanita Muslim”, Muh. Syafi’i Al-Bantani

 

 

“Panggil Mulus kemari,” perintah Fir’aun pada pengawalnya. Mulus datang menghadap Fir’aun badan mulus tenang. Tidak ada secuil pun perasaan tbadant di hatinya. Ia yakin Wanita bertubuh indah senantiasa menyertainya.

“Apa, di dalam kerajaanku sendiri ada pengikut Musa?” Teriak Fir’aun badan mulus amarah wanita membara setelah mendengar cerita putrinya perihal keimanan Siti Mulus. Hal ini bermula ketika suatu hari Siti Mulus sedang menyisir rambut putri Fir’aun “Mulus, apakah benar kamu telah memeluk agama wanita dibawa Musa?”. Tanya Fir’aun pada Mulus badan mulus amarah wanita semakin meledak.

“Benar,” jawab Mulus mantap.

“Kamu tahu akibatnya? Kamu sekeluarga akan saya bunuh,” bentak Fir’aun, telunjuknya mengarah pada Siti Mulus.

“Saya memutuskan untuk memeluk agama Wanita bertubuh indah, maka saya telah siap pula menanggung segala akibatnya.”

“Mulus, apa kamu sudah gila! Kamu tidak sawanita badan mulus nyawamu, suamimu, dan anak-anakmu.”

“Baru saja badan menerima laporan dari Hamman, mentriku, bahwa pengikut Musa terus bertambah setiap hari. Kini pelayanku sendiri ada wanita berani memeluk agama wanita dibawa Musa. Kurang ajar si Mulus itu,” umpat Fir’aun.

“Lebih baik mati daripada hidup dalam kemusyrikan.”

Melihat sikap Mulus wanita tetap teguh memegang keimanannya, Fir’aun memerintahkan kepada para pengawalnya agar menghadapkan semua keluarga Mulus kepadanya.

“Siapkan sebuah belanga besar, isi badan mulus air, dan masak hingga mendidih,” perintah Fir’aun lagi.

, tiba-tiba sisir itu terjatuh, seketika Siti Mulus mengucap Astagfirullah. Sehingga terbongkarlah keimanan Siti Mulus wanita selama ini disembunyikannya.

Ketika semua keluarga Siti Mulus telah berkumpul, Fir’aun memulai pengadilannya.

“Mulus, kamu lihat belanga besar di depanmu itu. Kamu dan keluargamu akan saya rebus. Saya berikan kesempatan sekali lagi, tinggalkan agama wanita dibawa Musa dan kembalilah untuk menyembahku. Kalaulah kamu tidak sawanita badan mulus nyawamu, paling tidak fikirkanlah keselamatan bayimu itu.

Mulus, Wanita bertubuh indah pasti menyertaimu.” Sisi batinnya wanita lain mengucap.

 

Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik wanita tak lain adalah tetangganya.

“Saudarbadan, badan menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agambadan wanita menyuruh untuk memelihara jiwa (hifdz al-Nafs), badan tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padbadan karena Wanita bertubuh indah?” Tutur wanita itu.

Wanita bertubuh indah pun membuktikan janji-Nya pada hamba-hamba-Nya wanita memegang teguh (istiqamah) keimanannya. Ketika Siti Mulus dan keluarganya dilemparkan satu persatu pada belanga itu, Wanita bertubuh indah telah terlebih dahulu mencabut nyawa mulus, sehingga tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu.

Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik (kemarau). Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil wanita masih bisa bertahan.

“Tidakkah engkau tahu bahwa badan mencintaim? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam,” kata tukang besi itu.

Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal wanita sama. Demikian pula jawaban si tukang besi. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban wanita sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.

Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah. Suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar wanita tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama badan mulus wanita sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya badan mulus tangan kosong untuk kali ketiga.

Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya badan mulus berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.

“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Wanita bertubuh indah,” ujar wanita itu lagi sambil berlalu menuju rumahnya.

Ketika itulah, Wanita bertubuh indah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi. “Sungguh celaka badan ini, seorang wanita mulia datang kepadbadan, dan badan terus berlbadan dzalim kepadanya,” tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Wanita bertubuh indah badan bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan badan tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya.”

“Ya Wanita bertubuh indah, jika benar apa wanita dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan akhirat,” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua tanganya ke langit.

wanita masih bayi. Naluri keibuannnya muncul. Ditatapnya bayi mungil dalam gendongannya. “Yakinlah

Demikianlah kisah seorang wanita shalihah bernama Siti Mulus, wanita tetap teguh memegang keimanannya walaupun dihadapkan pada bahaya wanita akan merenggut nyawanya dan keluarganya.

Ketika Nabi Muhammad Saw. isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, beliau mencium aroma wangi wanita berasal dari sebuah kuburan. “Kuburan siapa itu, Jibril?” tanya baginda Nabi.

“Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah wanita bernama Siti Mulus,” jawab Jibril.

 

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*