Cerpen: Sudahlah sayang ..

sayang, banyak cerita yang telah kita ukir diatas dunia ini.
cerita tentang kita. tentang cinta kita.
awan tahu bagaimana senyummu saat kau bersamaku, matahari tahu bagaimana kau tertawa saat aku membuat bualan untukmu, dan hujan pun tahu tangisan-tangisanmu kala ku tak dapat lagi bersamamu.

sudahlah sayangmaapkan aku sayang, sesungguhnya aku tak tega untuk melepasmu begitu saja. tapi aku harus pergi demi masa depanku, demi masa depan kita. aku ingin kau dan aku menjadi satu keluarga yang berkecukupan, mempunyai anak-anak yang pintar dan taat pada Tuhan dan orangtuanya. maka dari itu, aku pergi. pergi untuk menjengjang pendidikan yang lebih tinggi. tapi aku sudah bilang kepadamu kan sayang ? bahwa aku pergi untuk kembali, kembali ke dalam pelukanmu.
tapi tuhan berkata lain, sepulangnya aku menyelesaikan pendidikanku dengan membawa sejuta harapan dapat hidup denganmu , aku disambut oleh pesta yang mewah meriah. yaitu pesta pernikahanmu dengan seseorang yang sangat ku kenal. yaitu Reka, saudara jauhku yang sengaja aku titipkan kau kepadanya agar sepanjang aku hidup dinegri sana dia bisa menjagamu.
tapi sudahlah, tak ada yang perlu disesali. karena ini juga salahku, salahku yang pergi meninggalkanmu , membiarkanmu terlarut dalam rindu yang memuncak dan tak terobati karna ku tak pernah mengabarimu, lalu karna ku terlalu memikirkan karierku tanpa sempat ku memperhatikanmu. wajar jika kau pergi dan mencari penggantiku.
sungguh kau terlihat sangat cantik Nika . berbalut gaun pengantin putih yang dulu sempat kau ingin memakainya sambil berdampingan denganku. tapi sayang , yang menjadi pendampingmu bukan aku .
tapi orang lain, dan dengan cerita cinta yang lain pula.
aku hanya bisa mengelus daada, karna untuk mengangispun ku pikir percuma.
saat ku mendekatimu, kau pun kaget . dan tiba-tiba mengeluarkan airmata. pasanganmu, Reka langsung memelukmu sambil berkata “sudahlah sayang .. “
aku yang menahan airmataku agar tak jatuh pun akhirnya menjatuhkannya. ternyata aku lemah, aku tak kuasa melihat semua ini dan aku juga tak kuasa menahan rinduku yang bertahun-tahun lamanya ku simpan untukmu Nika.
harusnya aku yang berada disampingmu saat ini, harusnya aku yang memelukmu saat ini sayang!
akhirnya, dengan segala dayaku, aku dengan airmata yang bercucuran mengeluarkan suaraku yang parau karna menahan tangis.
“aku yakin kalian akan bahagia. jaga Nika baik-baik Reka ! aku percaya padamu ! “
akhirnya cerita cintaku yang selama ini ku jaga dengan sepenuh hati, yang ku bangga-banggakan pupus sudah karna kesalahanku sendiri. kesalahanku yang terlalu ingin membuat kau dan aku bahagia suatu saat kelak . tapi aku yakin “tulang rusuk tak pernah terbalik”
~jika memang dirimulah tulang rusukku,
kau akan kembali pada tubuh ini,
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini …

Cerpen oleh: Haura Ramadhani <hauraramadhani17@gmail.com>


Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*