Would You Erase Me?

Resensi oleh:Yudi Suhara Frawira Atmadja

Ahh baru saja beres nonton film nya “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” karya Om Charlie Kaufman yang dibintangi Jim Carrey dan Kate Winslet. Entah untuk keberapa kalinya saya menonton film ini tapi ttp saja ada sesuatu yang didapat di dalamnya 🙂
Mau coba sedikit mereview film Eternal Sunshine of the Spotless Mind dari sudut pandang saya yang masih terbatas. Filmnya bergenre drama, romance dan science-fiction. Pertama kali saya nonton sih filmnya agak membingungkan tetapi pada akhirnya saya menyadari ini merupakan salah satu film terbaik yang pernah ada. Saya suka dengan jalan ceritanya, walaupun agak sedih tapi pada akhirnya berakhir bahagia.

Bagi orang2 yang mempercayai cinta pada pandangan pertama, soul mates, takdir, dsb pasti akan menyukai film ini, bercerita tentang kisah kasih orang atau orang-orang yang akhirnya diberikan kesempatan kedua, dan mencoba bertahan dari terhapusnya “kenangan2” yang ada di dalam otak (memori atau pikiran) mereka.
Salah satu tagline yg utama film ini “Blessed are the forgetful, for they get the better even of their blunders.” Dengan melupakan semua kesalahan, semua pertengkaran, pasangan (pasangan-pasangan) kekasih dalam film ini diberikan lagi kesempatan untuk mengulang kembali perjalanan hidup mereka.

 

Saya coba ceritakan sedikit jalan cerita film ini (mengandung sedikit spoiler, tapi endingnya tidak saya ceritakan koq :D)
Joel (Jim Carrey) merupakan seorang pemuda yang tertutup dan agak sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Dia pernah mempunyai kekasih tapi kurang “berarti” bagi Joel, maksudnya hubungannya tidak signifikan lah. Kemudian suatu hari dia bertemu dengan Clementine. Clementine merupakan gadis yang benar2 bebas dan ceria, kebiasan dia adalah merubah warna rambutnya dari merah menjadi orange menjadi biru dan kemudian terakhir hijau, tergantung moodnya dia. Clementine benar2 merupakan kebalikan dari Joel, tapi mereka merasa cocok dan PAS satu sama lain. Merasa cocok dalam pandangangan tertentu yang bahkan mereka berdua pun tidak mengerti, yang mereka mengerti itu ada sesuatu yang spesial diantara mereka berdua.
Akhirnya pada suatu saat Joel dan Clementibe bertengkar hebat dan mengakhiri hubungan mereka. Clementine yang galau akhirnya mengunjungi Lacuna Inc., sebuah perusahaan yang spesialis bergerak di bidang “penghapusan memori tertentu” untuk selamanya. Clementine memutuskan untuk menghapus semua tentang Joel di otak/pikiran dia. Nah pada saat Joel mengetahui rencana Clementine (untuk menghapus segala memori tentang Joel dari otaknya), Joel yang sedang terbawa emosi akhirnya memutuskan untuk melakukan hal yang sama pada otaknya dan menghapus semua memori tentang Clementine untuk selamanya.
Proses penghapusannya berlangsung satu malam penuh memakai alat yang super canggih, dan pada saat penghapusan itu terjadi beberapa flashback memori yang akan dihapus (seperti dimainkan kembali) dan Joel menyaksikan semua proses penghapusan itu secara “sadar” karena ada kesalahan prosedur dari Lacuna Inc., semua memori di otak Joel tentang Clementine terjadi perlahan-lahan kemudian hilang kedalam kehampaan.
Beberapa adegan awal menampilkan beberapa memori2 buruk tentang pertengkaran mereka berdua, kebosanan dan kejenuga pada saat hubungan dsb. Seiring mundurnya waktu memori2 yang baik mulai bermunculan, terutama memori pada saat2 indah Joel dan Clementine. Saya dibawa menyusuri waktu secara mundur dalam film ini dan menyaksikan momen2 yang indah antara Joel dan Clementine, kehidupan mereka dan hubungan mereka yang saling mencintai satu sama lainnya. Pada saat Joel berada pada memori2 indah ini, Joel menyesali keputusannya untuk melupakan dan menghapus semua memori tentang Clementine. Joel ingin menghentikan proses penghapusan memori yang sedang terjadi tapi Joel tidak berdaya di dalam pikirannya, dia hanya mencoba berlari dan berlari menghindari penghapusan memori yang sedang terjadi. Filmnya lebih berfokus pada saat Joel berusaha lari dan menghentikan proses penghapusan memorinya.
Alur filmnya loncat bolak balik dan sedikit membingungkan tapi sang Sutradara (Michel Gondry) mempunyai kendali dan bisa mengendalikan perasaan dan emosi yang menonton film ini, saya juga sangat salut dengan Jim Carrey dan Kate Winslet yang sama2 bisa mengendalikan perasaan dan emosi penonton, benar2 dua orang aktor yang brilian (y)
Pada akhirpenghapusan memori Joel ada line percakapan antar Joel dan Clementine yang sangat saya sukai:
Clementine: This is it Joel. It’s going to be gone soon.
Joel: I know.
Clementine: What do we do?
Joel: Enjoy it 🙂
Pada saat itu Joel dan Clementine tau waktu mereka hampir habis (sebelum akhirnya hilang selamanya) dan mereka tidak akan pernah bertemu kembali dan mereka memilih untuk menikmati setiap detiknya 😀

Foto
Saya sangat memuji om Charlie Kaufman, saat film2 lain yang bertema “heartbreak” mengakhiri kisahnya dengan kematian kekasih tercinta, perpisahan di Bandara atau Stasiun Kereta Api ataupun akhir yang klise lainnya, Charlie Kaufman memilih untuk membingungkan kita dengan kompleksitas pikiran manusia dan semua kemungkinannya. Benar2 seorang penulis yang hebat!
Saya merekomendasikan untuk menonton film awesome ini, selain mendapatkan 47 penghargaan (salah satunya Oscar) dan 54 nominasi, film ini mengandung banyak pesan moral dan kehidupan yang dapat ditangkap. You can erase someone from your mind. Getting them out of your heart is another story 🙂

– Yudi Suhara –

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*