WANITA HUJAN

Puisi Oleh: Langit Ananda

Aku bukanlah satu
Tentang puteri bermahkota
Dalam barak bertahta permata
Aku hanya wanita biasa
Di bawah hujan

Pada kotak-kotak waktu
Ku selipkan sebongkah dua bongkah asa
Jalan curam berliku menuju kaki pelangi
Sedangkan telapak kakiku berdarah-darah
Gelap awan dipelupuk mata kosong
Sampah-sampah yang menyumpahiku
Darah menggelora

Ku rasa, deras sekali dari kepala hingga kaki
Ceracau menggila petir
Jatuhlah satu-satu airmata
Berbaur ditanah hitam
Di bawah hujan

Sekali lagi, aku hanya wanita biasa
Debu-debu ditiap ruas tubuh
Geram sekali aku
Ingin rasanya menghardik ulang petir
Jangan tertawakan aku, bentakku parau
Lihat saja
Aku sanggup berdiri sekian lorong waktu
Sekalipun petir bersahutan di bawah hujan…

Tangerang,
Senin, 29 April 2013, 02:00

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*