SI TUA ANAK RANTAU

Puisi Oleh: Tirta Hulu

puisi si tua anak rantau Satu semangat membuat satu sejarah, bersiap menggugah dunia,
Satu cinta membuat satu kisah,
Dia berjalan dengan kakinya, dan melawan dengan tangannya.
Yang satu memiliki hati, untuk sesama,
Yang satu menunggu untuk apa itu hidup.

Kata mereka dia jangan di lawan,
Menurut mereka semua salahmu dia benar,
Tapi takdir tidak pernah mendengar tidak pernah melihat,
Siapa yang tahu apa yang ia lakukan dengan kakinya,
Perlawanan itu untuk siapa?

Apapun yang kau katakan semua mimpi,
Apapun yang ku katakan semua ilusi,
Sebuah perpaduan yang sangat hebat,
Kini siapa yang akan bertahan,
Aku ragu akan diriku,
Bagaimana dengan mu?

Satu hati lebih dari cukup,
Satu hasrat melebihi satu kasih,
Untuk pertama kalinya kau menyebut itu bagianmu,
Untuk terakhir kalinya aku percaya padamu,
Memang semua memanglah benar,
Memang semua memanglah jalanmu,

Kata mereka dia jangan di lawan,
Kataku aku adalah aku,
Menurut mereka aku akan menyesal,
Kita lihat siapa yang di maksud,
Takdirmu kini ada disini menunggumu,
Aku tahu semua yang kau lakukan,
Ini mau mu bukan?

Kini semua yang kau punya hanya air mata itu,
Tidak masalah seberapa banyak itu hanya riasan menurutku,
Seribu kata mungkin memabukkan,
Tapi kebisuanmu membuat sebuah pesta yang takkan berakhir satumalam,
Apa ini yang kau mau?
Kembali lah jika kau bisa,
Itu maksudku.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*