Cara Mengatasi Hambatan dalam Menulis Novel

images

Solo — Tidak bisa dipungkiri kalau menulis novel tak semudah membalik telapak tangan. Terutama bagi para calon novelis yang sedang berusaha menulis novel perdana mereka. Dalam kelas Akademi Berbagi (AkBer) Solo ke-43 “Publish Your Idea” di Batik Kaoeman, Jumat (9/11), ketiga penulis novel muda Indonesia yaitu Christian Simamora, Alanda Kariza dan Windy Ariestanty berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi kendala-kendala yang umum dihadapi para calon novelis.

Ada tiga masalah umum yang kerap dialami oleh para penulis yaitu ide, waktu dan juga perasaan minder. Ketiga masalah ini tidak hanya dialami oleh para pemula tapi kadangkala tetap dialami bahkan oleh novelis yang berpengalaman sekalipun.
Kesulitan Menemukan Ide

Christian Simamora mengatakan salah satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh para pemula adalah mereka beranggapan bahwa ide atau topik dari suatu novel harus bombastis. “Dulu kami pernah menerima suatu novel dengan tema konspirasi. Dari judulnya dan pemilihan ide  sudah keren  namun setelah kami lihat isinya ternyata kosong,” kata penulis delapan novel ini memberi contoh.

Ide atau topik yang akan diangkat dalam suatu novel menurut Christian tidak harus rumit atau bombastis. Justru ide yang sederhana malah seringkali berhasil, karena kita bisa mengembangkan ide sederhana itu menjadi menarik dan kompleks lewat plot cerita dan penciptaan karakter.

Windy menambahkan bahwa ide bisa didapatkan di mana saja, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang-orang di sekitar kita.
Kesulitan Membagi Waktu

Keluhan yang seringkali diucapkan oleh mereka yang ingin mencoba bergelut di bidang penulisan novel adalah tidak adanya waktu. Apalagi sebuah novel biasanya memiliki ratusan halaman, sehingga proses pengerjaannya memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Ternyata masalah ini pun juga dialami ketiga penulis muda tersebut. Tapi mereka memiliki tips sendiri untuk mengatasi hambatan ini. Windy mengaku dia berusaha menyisihkan waktu setiap harinya untuk menulis sekalipun itu hanya satu paragraf  per hari.

“Ada salah satu teman yang memutuskan untuk menulis satu jam setiap harinya. Dan bila dia tidak bisa menulis selama satu jam pada hari ini. Maka pada hari berikutnya, dia akan menulis dua jam untuk mengganti waktu satu jam yang dia lewatkan,” terang Alanda memberi contoh.

Christian sendiri memiliki ritual unik untuk membantunya menyelesaikan novel-novelnya. Dia mengaku harus rela mengubah jadwal waktunya untuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. “Jarang ada anak muda yang tidur lebih awal. Namun karena saya sadar saya harus menyelesaikan novel yang panjang, saya memutuskan tidur sekitar pukul 21.00 dan bangun  pukul 3.00 untuk menulis,” terangnya.
Perasaan Minder

Salah satu masalah yang dialami para calon novelis adalah perasaan minder. “Siapa saya? Sudah banyak penulis lainnya yang lebih handal yang pernah menulis novel yang lebih bagus dari tulisan saya,” mungkin itu adalah pernyataan yang terbesit dalam benak para penulis pemula.

Ternyata masalah ini juga pernah menimpa Alanda, Christian dan Windy. Namun mereka mengatakan bahkan orang-orang berbakat di dunia ini pada awalnya bukan siapa-siapa. Christian memberikan contoh mengenai genre novel yang dipilihnya yang memiliki banyak kompetitor. Tapi dia memantapkan hati untuk menulis dalam genre ini karena keyakinannya bahwa dia tetap bisa menyuguhkan sesuatu yang unik dengan gaya khasnya sendiri.

“Sekarang ini mereka yang bukan siapa-siapa bisa menjadi siapa saja. Contohnya siapa yang dulu kenal Raditya Dika? Dulunya dia hanya mahasiswa culun yang menulis blog tentang kisah-kisah konyol seputar kehidupannya semasa SMA,” kata Windy memberi contoh.

Bahkan saat pemuda itu mengajukan naskah novel, dia sempat ditolak oleh pihak penerbit. “Maaf Mas, kami tidak menerbitkan buku peternakan. Coba kirim ke penerbit sebelah,” kata Windy menirukan penerbit yang sempat menolak novel populer yang pernah dieditnya tersebut.

 

Sumber: http://www.timlo.net/baca/44515/cara-mengatasi-hambatan-dalam-menulis-novel/

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*