LUKISAN BIDADARI

Puisi Oleh: Nuni Rachmawati

Kupandang ia dalam diam,
Senyumnya terkembang seindah rembulan malam,
Tepat di pinggiran pantai biru,
Seorang hamba-Nya sedang tersipu malu.

Menatap langit yang kelabu,
Menyibak butiran debu yang singgah dalam kalbu,
Merasakan sejuknya Sang Bayu yang merayu,
Merebahkannya dalam balutan doa yang membisu.

Iahanya dapat meraba pasir dalam genggaman,
Merasakan debur ombak yang berkejaran tanpa henti,
Mendengar merdunya sekumpulan camar yang bernyanyi,
Oh, begitu menyejukkan hati.

Namun, ia tak dapat sadari jika kelabu telah berganti pelangi,
Hanya dapat bergumam saat senja telah datang,
Hingga terselip munajat dalam hatiku,
Seandainya ia juga dapat melihat indahnya segala karya-Mu, sepertiku.

Langkahku semakin mendekat,
Ketika kulihat ia sedang melukiskan segala rasa di benaknya,
Menggoreskan indahnya dunia dengan gemulai tangannya,
Menjadikan lukisan demi lukisan terindah dalam kanvas miliknya.

Bulir air mata perlahan terjatuh,
Terbius aku dengan sosok muslimah di depan mata,
Yang menyadarkanku akan beruntungnya diriku,
Tercipta atas izin dan kesempurnaan-Nya, untuk dapat melihat rona dunia.

Tetaplah tersenyum wahai engkau, muslimah,
Goreskan segala mimpimu dalam kanvas-kanvas itu,
Menjadi maha karya yang indah,
Seindah kalbumu yang tak ternilai harganya.

Menarilah bagai bidadari dengan senyummu,
Tetaplah dekat dengan Tuhan-mu,
Semoga ketidak-sempurnaanmu kini,
Menjadi bekal hatimu yang suci, sebagai kunci surgawi

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*