LALU BAGAIMANA?

Puisi Oleh; Mochammad Nurrochman Bima Saputra

S udahlah…
Aku ingin jadi manusia baru…
Setelah lama aku berdusta…
Tersenyum dalam kobaran neraka…
Menangis saat apinya tiada…

Biarlah…
Jika kini aku harus menjadi hewan…
Di kedua bola mata indah nan menawan…
Yang dulu pesonanya ku jaga…
Yang dulu biasnya ku damba…
Ku rela….

Ya…terserahlah….
Bila aku ulat, pada bunga yang kau tanam…
Bunga yang indah, namun daunnya berlubang…
Lihat mahkotanya?
Tak ada yang berbedakan?
Lalu kenapa kau singkirkan aku penuh kebencian…

Dulu aku jadi kumbangmu…
Yang indahkan dirimu…
Nektarmu ku hisap…
Tapi bukankah kau butuh itu?

Kini, sudahlah…
Maaf dan sesal telah ku ucap…
Meski tak sepatah katapun kau berucap…
Atau berbicara…
Melimpahkan segala dosa dan tanya…
Aku tak bisa menjawabnya…
Aku bukan Tuhan yang mendengar suara hati hamba-Nya…
Yang mengerti akan kata dari airmata…
Atau dari keluh kesah anak manusia…

Aku tak ingin menanam bibit kebencian…
Namun kau siap menyuburkan…
Bahkan hidupmu kau pertaruhkan…
Masa depanmu kau tukarkan…
Hanya demi membeli segenggam pupuk penyubur kebencian…

Jika sudah begini…
Lalu apa lagi? Kecuali…Sudahlah…

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*