KETIKA MEGA MENDUNG

Oleh: Anggitan K.

siluet212

Aku terbaring..

Dalam balutan pasir bercampur kerikil

Memandang langit biru yang cerah

Penuh harap dan impian

Harapku telah terkabul

Mega kini berubah,

menjadi mendung yang hitam legam

Aku mengambil sebilah bambu,

dengan plastik penutup di atasnya

Tuk menghindar dari hempasan angin,

juga terjangan rintik hujan

Aku berlari..

mengejar seorang yang membutuhkan

Selembar kertas bernominal berhasil kudapat

Meski memang tak seberapa

Namun kertas itu berharga,

mampu menggoreskan rembulan sabit di wajah mereka,

pahlawan tanpa batas di bale wisma beratap sabut kelapa

Aku hanya bisa berdo’a

Ketika mega mendung tiba,

Kuharap selalu bisa mendatangkan bahagia

dalam keluarga sederhana

yang memang tak memiliki berjuta harta benda

Namun kuyakin,

mega mendung akan berjanji,

membawakan harta emas dalam batin,

harta keharmonisan keluarga kami

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*