BOM WAKTU

Puisi Oleh: Nur Halipa

Seling di keling
ditanak menjadi obat penguat kesabaran
disedu dicelup
dikemas diracik
supaya si amarah tak membeludak

ini kali pertama kuungsikan
secercah harapan di dada untuk kesatria
Kesatria yang terlindungi oleh bukit dan safana
tapi dia berarak ke sini

Timur menenggarah
Tepat saat ini kupijak kampung halamanku
seumpama gempa melanda mungkin saja bukit dan safana akan menghadirkan ia segera
dan menyenangkan hatiku

Meski di kejauhan masih berbentuk titik bayangannya
Ketika januari berakhir
Februari masuk barisan
Maret tak mau kalah
April terus maju
Mei mendesak ke depan
juni datang menghampiri

satu yakin yg slalu ku tanam
Bahwa gelar rati dlm istana yg telah di bangun
Akan segera menyertai dan mengisi depan namaku.
Meski itu hanya sebuah inisial.
Geram kadang menjelma menjadi sebentuk duri penghasut
namun, aku tak akan berhenti

meskipun Juli di kejauhan telah melambai
dan bayang – bayang Agustus mulai mengusik.
Aku tak peduli
yang aku tahu
smua itu akan ku akhiri
hingga waktu tak sanggup lagi mendayung kehidupan.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*