“Rindu Ku Akan Dirimu, Yogyakarta”

Puisi Oleh: Rindhy Retnaningrum

Malam minggu ini, tersaji begitu berbeda
Dingin…
Dingin…
Dan…sangat dingin

Isyaratnya berbisik memaksa menerobos tulang temulang ku
Bibir ku bergumam pucat
Terasa kaku
Namun…menyisakan haru

Bangku kosong no. 2 itu
Adalah…
Singgasana bermalam ku

Gemuruh dengung angin malam
Lantang gerobak mesin melaju
Seakan mengoyak batin ku
Yang ingin segera cepat sampai di kota idola ku
Kota Budaya…
Yogyakarta…

Rasa deg…degan menari lugu diatas imajinasi ku
Semakin kencang laju roda empat ini memutar
Semakin dekat pula hayal ku bernyanyi
Membuat pasang dan surut antusias angan ku
Yang mencoba rela,
Berdesak membuka mata
Demi mengucap selamat pagi untukmu
Yogyakarta…

Eemm…
Entah kenapa?
Debar ku terasa seperti gempa
Ini aneh…
Namun aku bangga
Tipis senyum ku, ku lontar untukmu
Yogyakarta…

Keangkuhan rindu terpendam ini
Membuat lisan ku
Tergesa-gesa mungusikmu terbangun dilembar pagi buta

Sumringah tampak anggun dipelupuk mata
Tangis ku bangga
Mengalir disepanjang tapak kaki ini melangkah
Haru berpadu sendu
Menelisik ingin ku telusuri satu per satu peninggalan karya seniman zaman lampau

Selain kau suguhkan panorama indahmu
Yogyakarta…
Potret keramahan, sopan dan santun masyarakat-masyarakatmu
Seolah mereka berkata bahwa aku sudah disambutnya bahagia
Moment ini benar-benar ku tunggu
Dan yang ku rindu

Pagi ini…mentari tak begitu riang menyambut kedatangan kami
Butuh menunggu ratusan detik demi berteduh karna guyuran hujan rindu
Ini menarik…
Selang detik terakhir
Tatih ku bergegas menikmati pesona warna-warni goresan pelangi

Aku bangga…
Aku bahagia…
Aku merona…
Dan…
Aku tak lagi berkata-kata

Mata ku silau
Mata ku berkaca-kaca
Mata ku terbelalak karnamu
Yogyakarta…

Heemm…
Wahai engkau Kota Yogyakarta
Masih menganga lebar takjup ku padamu
Butuh belasan abad untuk mengulas keindahanmu
Dan…
Butuh kesabaran untuk s’lalu merawatmu

Namun, apa daya ku?
Hari ini berjalan sangat singkat
Bentang jarum jam membawa ku berputar ke pukul 17:00

Di kala rintik gerimis ini
Bangku kosong no. 2 itu,
Tetap setia memapah ku
Tanpa basa-basi
Ku lespaskan pandangan disudut-sudut senja Kota Yogyakarta
Begitu manis…
Begitu romantis…

Inilah…rindu ku akan dirimu, Yogyakarta

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*