PERMATA YANG HILANG

Puisi Oleh: Azwar Anas

beautiful_diamond1-e1294149691431Sehelai dawai bernyanyi diatas panggung kosong

Gelap pengap menghantui

Selembar kertas melukis indahnya serakan sampah

Usang terkikis siang malam

Sendiri dalam ramai

Tersenyum dalam badai

Bermimpi dalam kepunahan

Ada tangan sesaat membelai

Bagai musafir menyapa, bertamu dan berlalu

Tak cukup seribu tahun

Dimana dirimu, kapan kita bercumbu wahai batu?

Kau telah menikmati kebekuanmu

Berkilau manjakan indahmu

Membisu nyamankan misterimu

Engkau permata yang hilang

Rinduan para pecinta

Kilauan mahkota para raja

Imajinasi para pujangga

Loading...

1 Comment

  1. Puisi “PERMATA YANG HILANG” sudah menggunakan bahasa yang tepat dan memiliki banyak majas, bahasa yang memang bagus apabila digunakan dalam puisi. Namun, kekurangan pada puisi ini adalah puisi ini tidak menyebutkan sebenarnya permata apa yang hilang dalam cerita puisi tersebut, sehingga pembaca kurang merasakan perasaan penulis betapa sedihnya penulis kehilangan permata itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*