DIALOG POTRET

Puisi Oleh: Hendra Wibowo

Sorot mata menuju album. tulis lirik dibalik potret
”Dimatamu, aku hanya sampah. selalu dinilai rendah
tak pernah terbayangkan. kau hanya cinta khayalan”

K au tak perlu tahu siapa aku
kau tak mungkin mau. ku tahu, kau kan berkata begitu”

Mengamati wajah semu dalam kanvas
kelak diam abadi. luapan perasaan dalam tanda petik

“Temui aku malam ini. untuk pertama kali
walau kau tak tahu siapa aku. kau kan tahu, jika kau temui aku”

Jarum jam saling menyapa. semenit lagi, hari istimewa
malam ini, cahaya lilin sebagai pelita
tart adalah isyarat usia. romansa dalam kamar kendati hanya gambar

“Happy birthday, cantik. ini tahun terakhirku di dunia.
ini tahun terakhirku merayakan ulang tahunmu
aku kecup bibir replikamu. kau jelita dalam gulita”

Hanyut ke dalam lamunan fantasi

“Simak senandung angsa, disana aku dan kau berdansa
simak elegi merpati, waktu memisahkan kita
aku tamasya ke alam baka, sebab direnggut idiopati”

Hiburan di taman fatamorgana (kritis di ruang operasi)
lirik-lirik mengisi sisa hari. dialog tanpa batas lewat kertas

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*