SOLIQUI

Puisi Oleh: Senja Dewi Utamaningsih

 
Batu Alam serpihKukenakan serpihan-serpihan kepunahan
Karena tak lagi mengingatmu,
Tidak satu pun peristiwa terlewatkan,
Setiap malam mulai bergerak, pagi merangkak, siang menegak, senja beranjak
adalah kembara
Dan jalan impian ini
Terlampau perih memanjang
Dingin adalah waktu
Kubangun rumah-rumah kosong
Bersama sunyi

Yang memburuku
Dalam nyeri, dalam ngilu
kaukah suara-suara?
kuraba
ada,
setiap rombong
pasrah udara-udara
melancongkan
sebuah dunia
kaukah suara-suara?
dilepas begitu saja
bisik-bisik itu belum tertangkap sepenuhnya,
ada
hanya tetap sebuah bahasa
hanya belum sempat diterima
kaukah suara-suara?
berdengung di kepala
datang dari mana?
depan?

Terkadang aku lelah
Dan kematian-kematian memerah
Tanpa seorang pun merasa bersalah
gerimis terdengar
dan aku menggelepar
dalam sayatan-sayatan ketakutan lenyapnya harapan
kehilangan senja, kehilangan gelap
Senja mengepungku dalam jingga
Melukai tubuhku dengan air mata
Bagai musafir yang tersesat
Dan kehilangan unta

Aku melihat
rumah-rumah pucat
pintu-pintu berkarat
dan gerimis telah menyumbat
senja dalam sekarat
Maka di sungai ini senja pun mengalir, segalanya mengalir
Ketika ikan dan sampan menghilir
Laut masih jauh
Sementara aku masih menunggu
Sampanku membatu
Bagi segenap masa lalu

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*