KAU

Puisi Oleh: Nuriyah Zulfah
Muslimah (2)Ku lukis bayangmu pada debu, walau ku tahu hanyalah semu.
Tlah lama ku terlarut dalam mimpi dan kenangan.
Daun-daun luruh bersama sepi, mengatur, mengucap..
membisikkan kabar bahagia seiring kedatanganmu yang menyambut pedihku,
mengulurkan keindahan yang entah akan kekal ataukah sebaliknya.

Gurat bahagia kian terpancar ketika buih-buih kasih mulai meraja.
Dan kini kau tlah berhasil merajai di tiap relung yang semua tak berpenghuni.
Kau tak ubahnya seperti candu dan penawar bagi luka.
Luka yang semula menganga, kini tlah tertutup oleh binar kisah kasih yang kini sedang terbina.
Engkau adalah paket cantik yang tak pernah berhenti mengurai bahagia.
Dan bahagia itu pula lah yang kini menjadi sesuatu yang tak mungkin ku hindari.
Kini aku mulai merasakan takut
Ketakutan akan kerelaaan untuk melepaskan
Melepaskan bahagia yang pada akhirnya akan melukai diriku sendiri atau bahkan mungkin keduanya.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*