RIMA CINTA

Puisi Oleh: Tieka Prastika

Aku jatuh cinta.
Tuhan, ini anugerah atau tanda bahaya?
KataMu aku masih muda, belum tahu tentang dunia dan cara membenarkan rasa
lalu bagaimana, aku terlanjur terjebak cita yang berwarni cinta
dituntun tersesat supaya lupa cara kembali pada yang hakekatnya
haruskah terpaksa mengabaikan rasa yang tengah ber-merah muda’?

ya,, aku hamba durhaka yang mengaku mencintainya – satu kepunyaanMu, hanya.
di matanya duniaku menemukan kepastian dan sukacita
di pertemuan pertama tanganku dengan tangannya, didalam sini jantung bergejolak gila!
Tuhan, perempuan normal ini kehilangan daya
lelaki itu sesungguhnya Kau buat dari apa??
kenapa di kerlingan matanya ada rupa yang tidak biasa? beginikah sepintas tampilan surga jika dilafalkan dari mata seorang hawa?
kata-kata sampai lupa berbahasa
lengkung senyumnya mengandaskan pita-pita suara.
Aku ini belum buta, masih tahu merah dan jingga adalah beda
tapi dalam ramai pula sepi terus bermunculan hanya dia, kenapa?
haruskah bermunajat demi membenarkan kembali rasa dan tanya?
Wallahi, perangainya menyesatkan seruang gelap dan cahaya
ini cinta atau … binasa??

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*