Segurat Rindu

Puisi Oleh: Tieka Prastika

q Aku menulismu dalam sore yang berkabut
hujan meninggalkan harumnya di kelopak mata merpati
semerbak mawar menyetubuhi hangat kopi,
senja pulang tanpa menyebut dirinya jingga.

Aku menulismu dalam kepulan rindu tak beraturan
di batas langit yang kian kehilangan cahaya
bahasa membisu sebab bius cintanya
rasa menghabisi setiap dentuman waktu

Aku menulismu dalam kepakkan syair merdu tanpa suara
cinta berhembus menyesakkan dada
antara arteri dan vena mengenduskan namamu penuh maksud
bicara, lirih menikmati denyut per denyut sepi hati
Aku menulismu dalam ketakutan waktu tak membawamu kembali
jam dinding melengkungkan senyum pahitnya
menghitung detik, menjamah menit,
hati membiru dan mencaci sekelilingnya sendiri

Aku menulismu dalam satu alinea tanpa koma,
mata tak sanggup membaca jika tanpa cinta
rindu menumpuk serupa ayat-ayat ber-sembilu
tiap kata adalah kamu

Aku menulismu dalam takdir yang menunda pertemuan kita
disini bayangmu memproklamirkan kekekalan
sedang rindu perlahan menghabisi syaraf sabar
lantas, menuju mana lagi ketidak stabilan ini akan bergerilya?

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*