Keluh

Oleh : Ina Munawaroh

Walau hatiku berpeluh
Tapi aku tak ingin mengaduh
Bukannya tak pernah mengeluh
Paling tidak bukan mengunggah
Di ruang publik
Yang suasananya riuh
Hanya satu inginku, yaitu
Rasa syukur yang tetap ku rengkuh

Aku mencoba bangkit walau tertatih
Tetap berjalan meski ringkih
Ya memang, terkadang letih
Tapi biar tanganku sendiri
Yang membasuh perih

Aku bukannya makhluk individual
Yang sama sekali tidak butuh
Komunikasi verbal
Aku hanya mencoba bebal
Untuk setiap masalah
Yang kian menggumpal

Mereka itu kenapa?
Seperti hanya duka yang dirasa
Apa kabarnya dengan hadiah Sang Pencipta
Yang Ia beri dengan percuma?
Hembusan nafasnya? Detak jantungnya? Denyut nadinya?
Untuk yang cuma-cuma saja
Mereka kikir mengucapkan rasa terimakasihnya!

Ah, tapi sudahlah
Memikirkan orang lain
Memang tak pernah enyah
Yang ada hanya gerah

Loading...

6 Comments

  1. Puisi di atas bagus, dan bisa membuat hati tersentuh. Namun sayangnya, puisi di atas terlalu banyak menggunakan kata penghubung seperti “Tapi” dan sebagian besar kalimat masih menggunakan kata konotasi (bermakna sebenarnya) sehingga beberapa hal tersebut mempengaruhi keindahannya.
    Sebagai contoh bait berikut :

    Walau hatiku berpeluh
    Tapi aku tak ingin mengaduh
    Bukannya tak pernah mengeluh
    Paling tidak bukan mengunggah
    Di ruang publik
    Yang suasananya riuh
    Hanya satu inginku, yaitu
    Rasa syukur yang tetap ku rengkuh

    Akan terasa berbeda bila bahasanya seperti ini:

    Walau hatiku berpeluh
    Ku tak ingin mengaduh
    Bukan tak pernah mengeluh
    Setidaknya bukan tuk diunggah
    Di tempat ricuh,
    Bersuasana riuh
    Hanya satu inginku,
    Rasa syukur yang tetap ku rengkuh

    Kurang lebih seperti itu. Tapi jangan khawatir. Yang perlu Anda latih hanyalah diksi (pemilihan kata). Diksi ini akan jadi bagian penting dalam puisi. Namun secara keseluruhan puisi sudah sangat bagus, saya suka 🙂

    Terus berlatih, dan ciptakan lebih banyak karya-karya spektakuler! 😀

  2. puisi memang membutuhkan bahasa yg indah, tapi kita juga perlu memilih kata yang tidak terlalu sulit di pahami oleh orang lain. sehingga apa yg ingin kita sampai lewat bait puisi, bisa di pahami atau di tangkap juga bagi yg membacanya.
    Puisi juga tidak harus selalu berakhiran kata atau huruf yg sama kan ? asal kalimatnya nyambung dan sesuai dengan alur yg ingin di sampaikan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*