Asa Ini Membisu

Puisi Oleh: Harrys Pratama Teguh

kisah itu masih terbayang jelas„
di depan mata„
merobek seluruh asa yang tenggelam bersama kegalauan„
hingga lelah ini tak tersampaikan„

masih menyangkut di sendi-sendi yang kosong berisi angin„
tinggal menyambut badai hingga menggulung semua yang ada disekitarnya„
memberontak tak karuan menghancurkan segalanya„
namun tak perlu menjadi seperti itu„

yang penting masih punya hati tuk melirik sejenak orang-orang disekitar„
bukan tuk menyakiti satu sama lain„
walaupun ia sadar jiwanya tlah terhapuskan dari bayang-bayang kehidupan„
bersama kebisuan yang tak mampu menjadi saksi„
mengatup setiap asa yang ada di jiwanya„
merana karena tak mampu mengangkat kegalauannya menjadi nyata„
berteriak di tengah kesunyian tanpa ada yang menoreh„

luka ini tlah tergores„
dalam„
sakit„ lagi menyakitkan„

dan kini„
sadar akan kefanaan dunia membuatnya tersenyum„
tak pantas meneteskan air mata di depan mereka„
karena ada yang lebih layak tuk dihibur„
sampai mata ini membentuk cembungan„
tanda bibir ini tersenyum„

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*