DARAH

Puisi Oleh: Muhammad Azmi Fauzy

memerah,membakar,menetes,menggenang,
bukan pewarna temanku,
bukan api saudaraku,
bukan air saudariku,
bukan harapan rakyatku,
tapi darah…..

Mengapa mesir berdarah, jika air mata harus menetes,
mengapa libia harus terbakas, jika kompor meleduk,
mengapa rasa persaudaraan meleleh, jika hati memerah,
mengapa dunia kadang tergenang, jika menangis karna aceh,

kalian penakut…
Meringkuk dalam emosi minta puji
tak sadarkah kau tak penting,
karna saudaramu mati,

disini ditempat yang jauh dari sini
ada yang menangis,tersedu-sedu-sedu,
tapi kau cuma mengoceh,
pantas kau disebut keluarga?

Lebih baik palingkan wajahmu,
dari pada kau menangis cengeng takut darah,
ini darahku…
Saudaramu…

Melepuh lidah ini meminta,
padahal aku hanya melihat wajah akting,
hiduplah televisi, radio, koran dan hape
karna wajah pura-pura mu tercatat dengan baik
bahwa kau hanya kasihan,

pandang darahku yang putih ini,
lihat baik baik,
darah ini bercampur inisiatif kalian,
karna berkat kalian sampai hari ini,
darah ini belum kering,

terima kasih, karena kau tidak jijik
memandangi darahku,
walau dari tadi telah mengalir,
tes…
Tes…

Brukk..!

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*