Tentang Seseorang yang Sedang Mendengar File Mozart

Puisi Oleh Irma Garnesia

/1/
do re mi. malam malam yang wangi. yang ia cintai hanya nyanyi. dengan selo yang memainkan senar sendiri.

/2/
ragukah ia. sementara malam itu ada tawaran. tawaran milyaran. namun ia bingung, maka lewat kayu lapuk ia merenung. tapi yang lahir palung, yang sampai di relung

/3/
lagu mengalun. tapi telinganya tertutup, sok tak peduli. ia sibuk nyanyi, tapi fales tiap kali.

/4/
di luar itu. yang ia pikirkan cuma satu. tentang puisi tak terbaca. penari yang keluar dari senggama. dan wajah yang tak hilang dari kepala.

/5/
ia buat puisi. tapi puisi mati. sepertinya puisi tak peduli lagi. walau ia pujangga sejati. ujung – ujungnya ia mabuk sendiri. padahal ia tak minum bir, dan tak ada bekas di bibir.

/6/
malam masih sejati. tapi tak puisi. tangan tangan yang bergerak lelah. seperti bergerak pasrah. dan yang dilakukannya salah.

/7/
ia ingat tiba tiba. 31 maret. april pun menyajikan kabaret. tapi ia terlanjur diseret. lewat pertunjukan lain (yang katanya) seperti kabaret.

/8/
ia coba sematkan kantuk. tapi malam itu tak ada dewi kasur. yang biasa membuat orang tidur. lama lama ia tambah kabur. seperti daun gugur.

/9/
ia ingat lagi. bibir bibir. akh! di dunia ini terlalu banyak bibir. bibir yang diam diam ingin ia lumat. mungkin lantaran syahwat. atau otaknya yang memang keparat!!!

/10/
23.54 mencoba berlalu. ia ingat lagi. bangku sandingan. yang biasanya dipakai pengantin. tapi kursinya telah karat. juga kelebat.

/11/
seberapa telahkah hilang?? “Jam berapa sekarang?”. tapi jam itu ikut ikutan mati. sepertinya ia juga ingin mati. lantaran tak ada bibir lagi esok pagi.

tengah malam, antara 31-03-2010 sampai 01-04-2010

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*