RUMAH SINGGAH

Puisi Oleh: Wiyandra Ardiadi

RUMAH SINGGAH PUISI Mungkin namaku rumah singgah.
Cukup "sederhana" yang bisa mendeskripsikan aku.
Tanpa "istimewa" yang mengekor.
Tak seperti gedung pencakar langit, yang menjulang jauh diatasku.
Aku tenggelam di lautan seribu bayangan.
Bayang bangunan megah-megah mendekap.

 

Erat.
Erat sekali, sampai sesak.
Kala hujan, aku yang paling sakit.
Kala cerah, aku yang paling redup.
Tapi kutekatkan tetap pada aturan “sederhana”.
hanya satu aturan sederhana yang mengakar
"tak perlu malu untuk datang padaku"
Sebab sederhana itu mahal.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*