Pikun (tulisan gurauan)

Oleh: Ninus Kurniadi
pikun kurniadi ninus So this is the second times. Semoga disukai tulisan saya ini. Pikun atau yang bahasa kerennya Alzheimer ternyata bukan hanya menyerang laki-aki atau nenek-nenek saja. Pikun pun ternyata bisa menyerang di usia muda yang kata orang pintar namanya usia produktif, tapi kalau kata Bang Haji namanya darah muda. Pikun (Alzheimer) adalah kondisi dimana adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu dan itu salah satunya membuat daya ingat dan kemampuan komunikasi atau bahasa menjadi menurun drastis. Kalimat sederhananya adalah "L-U-P-A".

Tentang penyakit pikun ini ternyata ada sebuah penelitian tidak ilmiah dengan menggunakan pendekatan kelirumology method Jaya Suprana sang tauke-nya Jamu di Indonesia. Dan hasilnya cukup mengerutkan dahi. Data sampel diambil dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Contoh salah satu sampel penelitian yang diambil dari berbagai murid SD di berbagai daerah ditemukan fakta baru yang ternyata siswa-siswi SD sudah banyak yang terserang pikun. Dan jenis pikun yang menyerang siswa-siswi SD ini jika tidak ditindak lanjuti dengan serius bisa membahayakan NKRI untuk kedepannya. Jenis pikun yang satu ini mengakibatkan siswa-siswi SD menjadi lupa membuat Pekerjaan Rumah dari gurunya. Sehingga sangat sering mendengar kata lupa dari muridnya ketika Bapak/Ibu Guru menanyakan, “ Mana PR yang Bapak/Ibu suruh minggu kemarin?, Tolong dikumpulan ke meja depan barisnya masing-masing!”. Dan setelah Bapak/Ibu menanyakan, pasti ada di antara 40 murid yang berada di satu kelas itu dipanggil kedepan karena tidak membuat PR. Alasannya sangat logis, yaitu “Saya lupa”. Itu baru di tingkat SD. Di satu tingkatnya lagi yaitu SMP ternyata makin banyak murid-murid yang terkena pikun. Jenis pikun yang menyerang murid-murid SMP ternyata satu tingkat lebih berbahaya dari pikunnya murid-murid SD. Karena penyakit pikun bawaaan dari SD tidak ditindak lanjuti, maka sewaktu memasuki SMP bertambah menjadi “Lupa membawa topi untuk upacara hari senin, lupa memakai tali pinggang, dan lupa membawa baju/celana olahraga”. Ini sungguh fakta yang mengejutkan bagi para ahli. Ternyata jika penyakit pikun sewaktu SD tidak segera ditindak lanjuti ternyata sewaktu SMP menjadi makin membahayakan.

Lain SMP lain pula SMA. Hasil penelitian yang dilakukan di berbagai SMA, ternyata jenis pikun yang ada di antara murid-murid SMA semakin parah satu tingkat di atas SMP. Selain para murid-murid SMA masih setia membawa penyakit pikun jenis yang ada di SD dan SMP. Di SMA bertambah menjadi “ Sering lupa lokasi sekolah (nyasar atau minggat ya?), dan sering lupa pulang kerumah”. Dan terakhir di bangku kuliah pun telah dilakukan penelitian untuk penyakit pikun ini. Sampel diambil dari berbagai Perguruan Tinggi dan setelah dilakukan penelitian. Betul, ternyata semakin parah, tingkatnya sudah tingkat Dewa. Disebabkan karena penyakit pikun yang dari SD, SMP, SMA tidak ditindak lanjuti. Sewaktu di bangku kuliah ke-3 jenis pikun tersebut ber-evolusi menjadi jenis penyakit pikun yang baru yaitu “ Kamu sudah lupa ya kita sudah melakukan “itu” di tempat kostku? (ini buat yang kere). Untuk yang tajir “ Kamu sudah lupa ya kita sudah melakukan “itu” di hotel? ”.

Dan plus bonus satu lagi hasil penelitian penyakit pikun yang sampelnya dari kalangan masyarakat umum. Yaitu “Lupa mengembalikan barang yang dipinjam”. Sebuah syair indah sebagai penutup bagi orang yang lupa mengembalikan barang yang dipinjam terutama barang yang dipinjam sebuah buku, yaitu “Hanya orang bodoh yang mau meminjamkan bukunya Dan hanya orang gila yang mau mengembalikan buku yang dipinjamnya”.
Salam bergurau kreatif.
ninus

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*