HARAPAN DI TENGAH HUJAN

Catatan Kecil Oleh Biruna Laut Rinai

catatan kecil rinai hujan Rintik  dikala senja. Menatap butiran demi butiran hujan jatuh kebumi. Ditemani lampu jalan remang. Rinai tersenyum menikmati suasana malam ini. Ada rasa hangat yang masuk menyusup kerelung hati. Ingin mengeluh tapi Rinai tidak tau apa yang patut Ia keluhkan. Ingin menangis tapi Rinai tidak tau apa yang membuat hatinya bersedih. Yang Ia tau, hanya saat ini Ia hanya ingin berada dibawah rintik hujan, mengendarai motor dengan kecepatan perlahan sambil menatap bayanga butiran hujan saat melintasi lampu jalan.Ini hanya sepenggal kisah yang harus Ia jalani kembali.

Sama seperti kisah yang lalu, akankah kali ini semua akan berakhir tanpa pernah dimulai. Ia tersenyum dalam kesendirian dan berkata pada dirinya sendiri "bukankah saat ini, engkau hanya sedang membiarkan tangan Tuhan bekerja". Dalam diammu, dalam pengharapanmu. Tuhan mendengar tiap do’a tulusmu. Bukankah Tuhan tidak akan pernah membiarkanmu bersedih tanpa memberikan alasan kenapa Ia kirimkan rasa itu kedalam hatimu.

Rinai selalu tampak ceria, kuat dan penuh semangat. Ia hanya tidak ingin sisi lemahnya terlihat oleh orang lain. Namun, kala rintik hujan menyapa, sisi lemahnya mulai terlihat samar-samar. Mata sayu, yang menatap butiran hujan, bibir yang tersenyum, helaan nafas, dan hati yang terus mengadu padaNYA.Rinai tau, Tuhan menjadikannya setegar ini agar Ia tak mudah goyah hanya karena sebuah batu kerikil. Tapi beberapa hari ini Ia merasa sepertinya pertahanannya mulai goyah. Ketika Ia menatap sebuah mata yang sorot matanya sama seperti dirinya. Ia hanya suka ketika melihat dia tertawa lepas. Ia hanya suka ketika melihat Ia tersenyum. Ia hanya merasa sedih ketika melihatnya tampak muram. Ia hanya merasa ingin berkata "maukah kau bagi masalahmu padaku?" Tapi Ia tak pernah bisa mengatakannya. Ia hanya berusaha selalu tersenyum tulus, dan tertawa lepas dihadapannya. Berharap aura positife dalam dirinya mampu tersalurkan padanya. Dalam diam Ia berdoa untuknya, untuk dia seseorang yang mulai mengusik waktu kesendiriannya dimalam hari.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*