BORNEO DI PENGHUJUNG MALAM

CATATAN KECIL SEORANG DOKTER Oleh Lela Mustafa

catatan kecil dokter borneo di penghujung malam Mungkin kelak saya akan merindukan semua hal di sini. Entahlah. Atau menjadi lupa. Tetapi satu hal, saya tidak pernah menyesal berada di sini. Siapa bilang pilihan dengan pertimbangan matang memiliki risiko minimal, pun sebaliknya. Tetapi yang menjadi pelajaran bahwa, mungkin jangan terlalu berpikir positif sampai mengabaikan hal-hal yang sebenarnya bisa saja terjadi. Kun fayakun bukan! Asal juga jangan terlalu khawatir dan cemas. Itu akan membuatmu susah bergerak. Terkungkung dalam tempurung yang kamu buat sendiri.

Begitu banyak hal yang menguras emosi dan menempa mental di sini. Dan berkali- kali berhasil membuat mental itu, mental sana sini. Berdarah, berlumur lumpur, hingga berurai air mata. Haha. Cuma satu hal yang perlu diingat, seberat apapun itu, mau berdarah-darah, bernanah, bahkan mungkin sekarat meregang nyawa asal tidak mati dalam keadaan menyerah.
Siapa bilang semua orang akan menerima kehadiranmu dengan tangan terbuka. Apalagi waktu yang sekadar 6 bulan bahkaan mungkin tak sampai, kau bisa merebut hati banyak orang. Ingat saja ayat yang sering kau ulang2 tiap jumat itu, bahwa kebaikan akan selalu berbalas kebaikan pula. Dan di beberapa ayat berikutnya nabi khidir pun mengajarkan tentang kesabaran. "Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan cukup tentang itu?" (QS 18:68)
Belajar sabar tentang banyak hal. Tentang kenapa putaran jarum jam pelan sekali menuju desember, tentang kenapa orang-orang susah sekali mengerti pdhl telah dijelaskan berkali-kali, tentang kenapa sinyal dimana-mana itu suka menghilang pada saat dibutuhkan, tentang kenapa jalan ke kota kabupaten begitu memanjang bahkan hampir setengah rotasi bulan saat harus mengantar pasien untuk dirujuk. Mungkin juga tidak perlu banyak pertanyaan.
* jadi ingat kata-kata yg sering diucapkan pas koass dulu, ingin punya hati seluas lapangan bola. Atau mungkin sekarang lebih luas lagi.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*