NOVEL BASWEDAN KPK POLRI

Novel Baswedan KPK POLRI. Siapa Novel Baswedan? Novel Baswedan merupakan adik sepupu dari Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan. Novel Baswedan adalah seorang polisi yang berpangkat perwira, dia adalah salah satu penyidik KPK yang ikut menangani kasus dugaan korupsi di Korlantas Mabes Polri. Bahkan saat penggeledahan, Novel ikut ‘mengobrak-abrik’ Korlantas Mabes Polri.
052345_savekpk

Mengapa Novel Baswedan dicari polisi?

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus menjelaskan bahwa polisi Bengkulu akan menangkap Novel terkait kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal. Kasus ini terjadi pada 2004. Namun, kasus penganiayaan yang dituduhkan ke Novel seperti apa, masih belum jelas.

Versi Polisi:

Kasus tersebut terjadi Februari 2004 saat Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu dengan pangkat Iptu. Novel saat itu melakukan penyelidikan terkait pencurian sarang burung walet. Enam tersangka tersebut kemudian dibawa ke Polres untuk diperiksa dan setelah pemeriksaan selesai dilakukan, enam pencuri tersebut di bawa ke Pantai Panjang Ujung dalam keadaan terborgol. “Mereka dijajarkan di pantai kemudian enam-enamnya ditembak, dibawa ke kantor, satu jatuh sehingga tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Korban tidak sadarkan diri itu lantas dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Dalam penembakan tersebut, kata Dedy, Novel tidak sendiri. Dia didampingi tiga perwira lainnya. “Untuk tiga periwra ini masih dikembangkan,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, Novel melakukan penembakan langsung terhadap enam tersangka tersebut. “Keterangan yang kita peroleh yang bersangkutan melakukan penembakan langsung, senjata ada di kami dan cocokan di Puslabfor,” katanya.
Korban kepada polisi mengaku tidak mengetahui persis jarak tembak yang dilakukan Novel kepada para tersangka, alasannya kondisi pantai saat itu gelap.
Mengenai motif kenapa mereka ditembak, Dedy mengatakan korban tidak mengetahuinya. “Korban juga tidak tahu kenapa ditembak, karena mereka sudah merasa mengakui perbuatannya dan tiba-tiba dibawa Iptu Novel dan anggotanya,” papar Dedy.

 

KPK:

Demi melindungi penyidiknya, Kompol Novel Baswedan, pimpinan KPK pasang badan dari upaya penjemputan paksa oleh petugas Polri. Sepak terjang sang penyidik itu memang cukup mengesankan dalam menjalankan tugasnya.
Nama Novel sebenarnya tidak begitu asing, setidaknya bagi para majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang pernah beberapa kali akrab dengan namanya. Para kuasa hukum pekara yang ditangani KPK, pernah meminta penyidik dihadirkan, dan Novel setidaknya dua kali hadir.
Novel juga beberapa kali terlibat dalam upaya penggeledahan atau tangkap tangan. Dia merupakan penyidik yang terlibat dalam penangkapan bupati Buol Amran Batalipu, yang mana proses operasi itu diwarnai dengan penghadangan oleh puluhan pendukung Amran.
Novel yang saat itu mengendarai motor untuk melakukan pengejaran, bahkan sempat akan ditabrak oleh romobongan Amran. Beruntung dia bisa menghindar, sedangkan motornya ringsek.
Tak hanya itu saja, Novel adalah penyidik KPK yang dengan keras menghadang upaya penghentian penggeledahan KPK di markas Korlantas bulan Juli lalu. Padahal kala itu, dia harus berhadapan dengan perwira Mabes Polri berpangkat Kombes.
Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas. Perdebatan pun terjadi. Ada informasi yang menyebutkan sejak itu, nama Novel masuk dalam daftar incaran.
Dan pada Jumat kemarin, Novel adalah salah satu penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan langsung kepada Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus Simulator SIM. Seorang perwira menengah berpangkat Kompol memeriksa jenderal aktif bintang dua.
“Novel ini salah satu yang memeriksa langsung DS siang tadi,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Sabtu (6/10/2012) dinihari.
“Dia merupakan salah satu penyidik terbaik KPK,” sambung Bambang.

Sumber: detik.com

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*