HUBUNGAN DIET ANAK DENGAN TELEVISI

fat-boy-burger Suatu survei nasional AS pada lebih dari 12.000 siswa kelas 5 sampai 10 menemukan bahwa menonton televisi bukan hanya mengemil makanan tidak sehat saat menonton tetapi juga dengan pola makan yang tidak sehat di seluruh waktu. Para periset menanyakan seberapa banyak televisi yang ditonton oleh anak-anak; seberapa sering mereka mengemil sambil menonton; seberapa sering mereka makan buah, sayur dan permen serta minum soda; dan seberapa sering mereka melewatkan sarapan.

Survei ini mengunkapkan berbagai perbedaan menurut jenis kelamin, usia dan ras misalnya, para gadis lebih sedikit menonton televisi dibandingkan anak laki-laki, anak-anak yang lebih besar lebih sering makan makanan cepat saji, dan anak-anak kulit putih lebih mungkin untuk memakan buah dan sayur setiap hari.

Tetapi secara keseluruhan, setelah mengendalikan faktor-faktor lain, waktu yang dihabiskan oleh anak untuk menonton TV berkaitan dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk makan buah dan sayur setiap hari dan kemungkinan yang lebih tinggi untuk melewatkan sarapan, mengkomsumsi permen dan soda tinggi gula, dan makanan restoran cepat saji. Setelah mengendalikan faktor mengemil sambil menonton TV, kaitan ini tidak berubah membuat para periset menduga bahwa siaran iklan pengaruhi pilihan makanan bahkan ketika anak-anak tidak sedang berada didepan telivisi.

“ada sesutu yang bisa dilakukan oleh orang tua,” kata Dr.Ronal J. Lannotti, salah seorang peneliti kajian. “Batas waktu menonton TV, dan pastikan cemilan yang sehat, terutama buah, tersedia.”

Kajian ini terbit di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*