IKAN ARWANA BISA HIDUP SAMPAI 20 TAHUN

ikan arwana Anda yang jadikan ikan ini mitos. Bila dipelihara, pemiliknya okon dapat banyak rezeki. Juga, akan mendapatkan gengsi tinggi. Bagaimanakah ikan arwana itu?

Ikan Arwana (Scleropages formosus) harganya mahal. Karena, cara pemeliharaannya makan biaya tinggi. lkan ini termasuk karnivorus. Yakni, pemakan binatang lain yang masih hidup. Serangga adalah jenis binatang hidup yang amat ia gemari.

Ikan ini sebenarnya berasal dari Amerika Selatan, seperti juga halnya ikan piranha. Tetapi entah bagaimana, ternyata terdapat juga di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Kini, setelah dibudidayakan, menjadi barang ekspor yang cukup penting. Negara-negara pengimpornya, terutama, negara-negara ASEAN.

Ikan ini berkilau. Nah, barangkali karena inilah maka banyak orang menyebutnya ikan silok. Bersisik halus, ada yang berwarna kebiruan, kehijauan, perak, emas, dan merah tua. Dan yang merah tua inilah yang paling mahal harganya.

Panjang badannya, bisa mencapai 80 sentimeter. Pipih tubuhnya. Enak dagingnya. Ikan ini hidup di perairan yang tenang. Disungai-sungai, danau atau rawa-rawa. Warnanya ditentukan oleh habitatnya. Air, tampaknya sangat berpengaruh. Baik atas warna maupun kualitasnya. Yang termahal harganya, yang merah tua itu, justru yang banyak terdapat di air yang keruh. lkan Arwana bertelur hingga 60 butir. Diameternya 1,5 sentimeter. Kalau sudah menetas, anak-anaknya disimpan dalam mulutnya. Lebih dari sebulan lamanya. Barulah kemudian ia lepaskan kira-kira sudah sepanjang 7 sentimeter. Nah, sejak itulah hidupnya tidak lagi tergantung pada induknya.

Ikan Arwana panjang umurnya. Bisa mencapai 20 tahun. Hebatnya, seumur itu mereka masih bertelur. Oleh karena primadonanya adalah yang merah tua warnanya, maka jenis inilah yang kini dibudidayakan oleh sebuah perusahaan yang telah mendapat bantuan penelitian dari IPB tahun 1987 yang terdapat di Pontianak dan Jakarta.

Sebagai ikan akuarium, ikan hias atau ikan kebanggaan, ia tidak perlu lagi promosi. Banyak orang mencarinya. Arwana yang merah tua, bisa jutaan rupiah harganya. Padahal kalau diamati betul-betul, wajahnya amat seram. Mulutnya sepertimulut ikan purba. Bersungut dua. Rahang bawahnya lebih panjang dibanding atasnya. Letak kedua matanya normal. Tidak menonjol keluar seperti ikan goki/koki. Justru kalau matanya agak menonjol, itulah tandanya bahwa ia sedang sakit.

Di depan sudah disinggung, bahwa ia adalah karnivorus. la makan gangsir, belalang, kecoa pula barangkali yang telah-menyebabkan badannya bisa sebesar bantal bayi.

Pada tahun 1969, ada peraturan oleh lnternational Union Conseruation of Nature (IUCN) yang lalu Surat Keputusan Menteri pertanian tahun 1989r yang melarang penangkapannya tanpa izin. Tetapi para penduduk, terutama yang tinggal di Kalimantan Barat, lalu pada mulaimenangkar. Hasilnya bagus. Maka, ikan-ikan Arwana tangkaran inilah yang sekarang diekspor. Bukannya ikan-ikan yang hidup di alam bebas.

Loading...

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*