BBM OH BBM

pada suatu hari perdana menteri Y mengumpulkan para ahli-ahli di negaranya membahas kenaikan BBM.
Perdana Menteri Y : Bagaimana ini, subsidi menipis, padahal minyak dunia naik terus?

Ahli Ekonomi     : Berdasarkan riset yang telah kami lakukan beberapa bulan lamanya, Pembatasan subsidi adalah pemecahan masalah untuk saat ini.

Ahli POlitik     : Ya setuju

Ahli Ekonomi     : Perlu suatu kebijakan atau aturan tertulis untuk membatasinya

Ahli POlitik     : Ya setuju

Perdana Menteri Y : Kebijakan yang bagaimana yang menurut anda bisa mengurangi subsidi tetapi di lain pihak tidak menimbulkan inflasi besar-besaran di masyarakat?

Ahli Ekonomi     : Ada pak, Pertama, hanya mobil plat kuning, angkutan umum, nelayan-nelayan kecil saja yang menerima BBM subsidi, sebaliknya untuk industri terutama mobil batubara dan perusahaan dan mobil milik pribadi mereka harus membeli BBM non subsidi.

Perdana Menteri Y : hmmm.. ada opsi yang lain?

Ahli Ekonomi     : Ada pak, kedua kita adakan pembatasan cc mobil, jadi yang 1500 cc ke bawah saja yang menerima BBM subsidi.

Perdana Menteri Y : hmmm, begitu ya, bagaimana menurut anda, bapak ahli politik?

Ahli Politik     : saya sama sekali tidak sependapat pak, bagaimana kalau BBM kita naikkan sajalah harganya, gak perlu pembatasan, buat pusing bin ribet saja. Terjadi inflasi juga gak masalah, lha nantikan sebagian uang buat subsidi kita sisihkan buat rakyat miskin. Bayangkan kalo bapak perdana menteri sendiri yang memberi bantuan kepada mereka. Kalo bisa ngasinya yang banyak, semakin banyak semakin bagus buat imej bapak di pemilihan mendatang, lebih terlihat kan pak untungnya?! Coba bapak bayangin, kalo bapak ngikutin kebijakan yang dibuat si menteri ekonomi, apa untungnya buat bapak dan partai kita?

PErdana Menteri Y: Oh, iya ya… betul juga. Ok, besok saya naikkan BBM ya, tolong dibantu yaa…..( bim salabim jadi apa prok-prok-prok)

Ahli Ekonomi     : *&#@#%*

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*