KISAH PENEMUAN SENJATA

kisah penmeuan senjata Diperkirakan, diantara kisah-kisah penemuan manusia, yang pertama kali diketemukan manusia adalah senjata. Hal ini masuk akal, karena manusia tidak memiliki senjata yang melekat pada tubuhnya. Kalau kerbau mempunyi tanduk, ular mempunyai bisa, Harimau mempunyai kekuatan dan kesanggupan menerkam dan sebagainya. Manusia hanya diberi akal dan tangan. Dengan akal dan tangan itulah manusia harus bertahan hidup dan membela diri dari serangan makhluk lain.

Sekitar setengah juta tahun yang silam, nenek moyang kita berkelahi dan berburu dengan binatang-binatang buas dengan mempergunakan senjata yang sederhana, yaitu tongkat-tongkat kayu yang diruncingkan ujungnya. Kepandaian mereka membuat kapak dari batu baru sekitar 12.000 tahun yang lalu. Dengan senjata-senjata tersebut manusia sanggup melindungi diri dari musuh-musuh mereka serta berburu. Selain itu senjata tersebut juga dipergunakan untuk mengolah pertanian secara sederhana.

Untuk membunuh binatang-binatang yang berjarak jauh dari mereka, senjata-senjata yang terbuat dari batu dan kayu sangat tidak memadai. Manusia mulai berpikir untuk dapat melemparkan tombak dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan lemparan tangan, akhirnya diketemukan panah. Panah yang tertua diperkirakan dibuat pada jaman Palaeolitik. Sebuah panah yang diketemukan di Swiss diperkirakan berumur kira-kira 10.000 tahun. Panah yang dilemparkan dengan mempergunakan busur merupakan senjata yang paling ditakuti pada jamannya. Pada waktu peperangan antara bangsa Yunani dengan Carthag, Mesir (400tahun sebelum Masehi) senjata panah merupakan senjata yang sangat ampuh. Filsuf yang pernah hidup di masa itu melukiskan kehebatan panah dengan ucapannya, “Deng panah dan busur, berakhirlah keberanian umat manusia.”

Pada abad pertengahan, di Cina diketemukan mesiu, namun dipergunakan pada permainan kembang api dan petasan. Seorang pendeta Jerman bernama Berthold Schartz pada permulian abad ke 14 mencoba memanfaatkan mesiu untuk membuat senjata. Senjata yang kemudian disebut meriam tersebut masih sangat kasar buatannya serta berbahaya karena mudah meledak. Selain itu cara mengarahkannya juga sulit, sehingga diperlukan orang yang benar-benar ahli menembakkannya. Kesulitan lain dari meriam adalah cara mengarahkannya dengan tepat. Baru beberapa ratus tahun kemudian baru diketemukan cara mengarahkannya yang lebih baik, yaitu peluru harus dibuat berpusing dan memintal agar jalannya lurus dengan jalan laras meriam itu (dibuat Spiral)’ Pada abad l 6, peluru meriam dimasukkan dari mulut meriam. Kemudian diketemukan cara memasang peluru dari belakang. Kini meriam dibuat dengan lebih canggih. Hanya diperlukan waktu beberapa detik untuk mengisi peluru dan menembakkannya.

Senapan diciptakan pada abad ke 16. Untuk menembakkannya mesiu dibakar dulu dengan obor, juga dibuat sebuah roda dari besi yang digosokkan ke batu untuk mengeluarkan api guna meledakkan mesiunya. Prinsip kerjanya mirip dengan korek api dengan korek api otomatis. pada tahun 1625 diciptakan senapan yang sedikit mengeluarkan api agar tidak kelihatan musuh. Pada waktu dulu senapan menembakkannya pelurunya harus satu demi satu. Kini telah dibuat senapan dengan secara otomatis dengan lebih dari 800 Peluru semenit.

Penemuan kapal terbang, radar dan sonar membuat senjata berkembang dengan pesat. Demikian juga dengan penemuan roket. Sebuah peluru kendali mampu ditembakkan dari jarak yang cukup iauh, bahkan mampu melewatinegara ke Negara. karena senjata atom sangat berbahaya kini banyak Negara sepakat untuk tidak memproduksinya. Seniata dengan bahan kimia juga merupakan senjata yang sangat ditakuti saat ini.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*