WILLIAM T.G MORTON, Penemu Obat Bius

Bayangkan betapa sakitnya ketika seseorang yang dioperasi tanpa bius. Hiiiā€¦ pasti tidak terkira sakitnya! Tetapi untunglah, keadaan semacam itu segera berakhir ketika William T.G Morton menemukan obat bius atau anesthesia. Dengan pembiusan, kita tak akan merasakan apa-apa saat dioperasi.

Morton dilahirkan di Chariton, Massachusetts pada tahun 1819. Kemudian ia belajar di sekolah kedokteran gigi pada masa mudanya. Ketika ia membuka praktek pengobatan gigi, banyak pasien yang merasakan kesakitan yang amat sangat ketika gigi yang lama harus dicabut untuk diganti dengan yang baru. Hal tersebut mendorong Morton untuk menemukan suatu zat yang dapat membuat tak sadar saat giginya dicabut, sehingga ia tidak merasakan kesatkitan. Bekerja sama dengan seorang dokter gigi yang lain, yaitu dokter Horace Wells yang juga tertarik masalah anesthasia, mereka mengadakan percobaan demi percobaan.

Segera Morton mencoba melakukan pembiusan kepada beberapa binatang dengan menggunakan ether, hasilnya sungguh memuaskan. Maka Morton pun memutuskan untuk melakukannya pada manusia. Percobaan pertama yang dilakukan kepada manusia adalah ketika seorang pasiennya datang dengan menjerit-jerit kesakitan karena giginya sakit bukan kepalang. Morton segera memberi ether kepada sipasien sebelum mencabut giginya. Setelah semua selesai, si pasien merasa. heran karena waktu giginya dicabut, ia tidak merasakan apa-apa.

Anesthesia yang pertama kali ditemukan adalah Nitrous Oxide atau sering disebut gas ketawa, namun hasilnya kurang begitu menggembirakan. Morton mencoba mencari jenis pembius lain. Dari buku-buku yang ia pelajari, tiga ratus tahun sebelumnya telah diketahui ada suatu zat yang dapat membuat orang menjadi tidak sadar untuk waktu sementara yang bernama ether. Namun zat tersebut tidak pernah dicobakan untuk pembiusan pada waktu dilakukan operasi.

Kesuksesan Morton menggunakan ether sebagai obar bius segera tersebar kemana-mana. Kemudian Rumah Sakit Boston meminta Morton untuk mercobakan kepada seorang penderita penyakit kanker yang hendak dioperasi. Operasi tersebut diliput oleh sejumlah besar wartawan surat kabar dan beberapa ahli kedokteran. Hasilnya cukup memuaskan!

Segera Morton memintakan hak paten atas penemuannya. Namun rupanya Dr. Charles T Jackson pun memintakan hak paten terhadap ether Dr. Charles T Jackson adalah seorang ahli yang telah mengetahui bahwa ether merupakan bahan obat pembius, namun ia tak berani melakukan percobaan-percobaan dan peragaan-peragaan sebagaimana Morton. Karena mereka saling bersikeras, maka masalah tersebut kemudian dibawa ke pengadilan. Dan akhirnya perkara tersebut dimenangkan oleh Morton.

Sejak saat itulah penggunaan ether meluas dan digunakan dalam berbagai operasi di rumah sakit-rumah sakit. Operasi yang dulunya harus membuat pasien menderita tak terkirakan, kini berakhir sudah Dengan dikantongi hak paten atas ether oleh Morton, Morton tentu saja berharap semua pihak yang menggunakan ether untuk membayar sejumlah imbalan kepadanya. Akan tecapi harapan Morton ternyata sia-sia, banyak dokter dan rumah sakit mengabaikan kewajiban untuk membayar imbalan terhgdap Morton. Berulang kali Morton mengadukan hal tersebut ke pengadilan. Akan tetapib iaya yang dikeluarkan ternyata tak seimbang dengan yang diperoleh. Bahkan Pada Tahun 1868 Morton meninggal dunia di kota New York dalam usia 49 tahun tanpa sempat menikmati hasil temuannya yang telah menolong berjuta umat manusi dari penderitaan.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*