Sejarah Epidemiologi

handwashinghiegene_thumb Tahap pertama

Epidemiologi dimulai sejak 4000 tahun sebelum masehi, tepatnya pada zaman Mesir Kuno, pada saat itu, masyarakat Mesir sudah mengenal tentang penyakit, isolasi, karantina dan desinfeksi

Tahap kedua

Tahap kedua dari perkembangan epidemiologi adalah pada Yunani Kuno, Hippocrates mengenal bahwa penyakit itu ada pada individu dan lingkungan. Latar belakang: saat itu banyak sekali penyakit menular dan menjadi epidemic di Yunani. Hippocrates belajar mengenai penyakit menggunakan tiga metode ; Observe, Record, dan Reflect.

Hippocrates melakukan pendektan deskriptif sehingga ia benar-benar mengetahui kondisi lingkungannya. Ia kemudian mempelajari tentang istilah prepatogenesis, yaitu faktor yang mempengaruhi seseorang yang sehat sehingga bisa menjadi sakit. Metode yang digunakan Hippocrates adalah metode induktif, artinya data yang sekian banyak ia dapatkan, ia kumpulkan dan diolah menjadi informasi. Informasi ini kemudian dikembangkan menjadi hipotesis.

Dua abad setelah masehi, Galen dari Roma menyatakan kembali doktrin dari Hipocrates, tetapi sayangnya Galen hanya bekerja dibalik meja saja, tidak kelapangan sehingga disebut; “Arm Chair Epidemiologist”.

Fracostorius, di abad ke -16, Era Renaissance, menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh sesuatu yang khusus yang disebut ‘semenaria’ (organisme yang spesifik).

Tahap ketiga

Berkembang pada abad ke 16-17. teori Miasma—bahwa ada tiga faktor yang berperan di sini: 1. Host, 2. Lingkungan, 3. Miasma (barang yang tidak sehat, kotor). Teori inilah yang mengembangkan program kesehatan masyarakat.

John Graunt (1612) dari Inggris, bahwa kematian adalah bagian atau ditentukan dari umur dan tempat seseorang. William farr tahun 1865 menganalisa penyebaba dari wabah (course of outbreak(morbidity)).

Status kesehatan pasien dipengaruhi oleh perilakunya, ketersediaan pelayanan kesehatan disekitarnya, lingkungan, dan faktor biologis di dalam tubuhnya sendiri.

John Snow, seorang ahli anestesi, memperhatikan bahwa orang yang tinggal di sekitar Themes River banyak yang menderita diare. Ia melakukan penelitian Penelitian yang dilakukannya inilah yang menjadi penelitian pertama tentang Kejadian Luar Biasa (KLB).

Perkembangan Mikrobiologi (Jacob Henle) Jerman. Ia menulis buku “On Miasma and Contagia.”

Adanya Ide conceptual. Henle mengembangkan metode deduktif. Deduktif adalah data-data infomasi yang ada kemudian menjadi hipotesis, hipotesis ini kemudian dibuktikan dengan penelitian.

Tahap keempat

Penyakit itu disebabkan oleh sesuatu yang infeksius, maupun non infeksius. Wabah penyakit dapat terjadi karena banyaknya faktor yang ada diantara manusia dan lingkungan.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*