SEUNTAI KATA TENTANG MELATONIN

Melatonin, Glandula Pineal, Hormon Melatonin, Gangguan Hormon Melatonin, Hormon Tidur, Pencegah Kanker.

Oleh: dr. Harry Wahyudhy Utama

Melatonin adalah hormon yang dibentuk di glandula pineal, yaitu sebuah kelenjar yang hanya sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hormon ini mempunyai fungsi yang sangat khas karena produksinya dipacu oleh gelap dan hening tetapi dapat dihambat oleh sinar yang terang. Hormon ini sedang menjadi fokus para peneliti saat ini karena digadang-gadangkan sebagai solusi untuk penyakit kanker. Diharapkan dengan penggunaan hormon ini, maka sel kanker akan ‘tertidur’.

Sebenarnya belum ada penelitian yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara peningkatan melatonin dengan lelapnya tidur seseorang. Tetapi berdasarkan teori yang ada, hormon melatonin ini meningkat pada saat seseorang tertidur, terutama pada saat suasana sekitarnya gelap, sesuai dengan sebutan hormon ini, “hormone of the darkness.” Adanya hormon ini dikatakan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur seseorang. Dari beberapa penelitian klinik suggest atau menunjukkan bahwa penggunaan melatonin untuk insomnia ternyata sangat signifikan dalam menurunkan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk jatuh tertidur, memperpanjang durasi tidur termasuk kualitas tidurnya, sehingga seseorang tidak mengantuk lagi saat beraktifitas di pagi hari.

Fungsi melatonin sebenarnya adalah sebagai konduktor atau hormon yang memperlancar fungsi hormon yang ada di dalam tubuh manusia guna mengatur dan menjaga keharmonisan kerja mereka. Dengan adanya keharmonisan kerja, maka akan menjaga keteraturan metabolisme sel, mempertahankan efisiensi dan efektivitas kerja sel, membuat sel tidak mudah rusak dan tentunya semua ini akan memberikan dampak meningkatnya daya tahan sel terhadap berbagai gangguan dari luar. Berdasarkan inilah, maka para ahli berteori lagi bahwa fungsi dari melatonin ini dapat digunakan untuk banyak hal, seperti yang dijelaskan oleh saudari presentan sebelumnya, terutama salah satunya, mencegah kanker. Mengapa orang yang terkena shift malam lebih rentan terkena kanker? Jawabnya itu baru hipotesis belaka, hal ini lebih disebabkan karena keyakinan para ahli bahwa peningkatan produksi dari hormon melatonin di dalam otak selama tidur akan memberikan perlindungan terhadap kanker. Memang telah ada beberapa penelitian yang menunjukkan jika seseorang yang bekerja pada malam hari atau yang mempunyai tidur lebih sedikit, mempunyai persentase angka terkena kanker yang lebih tinggi dibanding dengan yang tidur cukup atau bekerja di siang hari.

Tetapi mungkin peneliti di dunia ini menaruh harapan terlalu besar untuk hormon ini. Ini dapat dilihat dari ekspektasi mereka penyembuhan terhadap penyakit ini mulai dari antioksidan, terapi kanker, terapi rematik, insomia, penyakit jantung, skizoprenia, dan depresi. Satu kalimat saya untuk mengakhiri presentasi refrat saya adalah; kadang manusia berharap lebih terhadap sesuatu, padahal sesuatu itu belum tentu dapat memberikan seperti apa yang mereka inginkan, begitupun pula dengan terapi hormonal menggunakan melatonin ini, dan untuk itu, tampaknya kita harus menunggu berpuluh tahun lagi hingga setiap penggunaan melatonin ini terbukti.

(Wahyudhy Utama; dari berbagai sumber)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*