PTT DOKTER, DOKTER PTT, PTT DOKTER TIDAK DIWAJIBKAN LAGI

AKOCHA,  November 21, 2007 2:53 pm
Bener PTT tidak wajib.. Tapi itu kata Ibu Kita: Siti Fadhilah Supari. Kelak kalau kabinet berubah dan menterinya ganti, PTT bisa wajib lagi. Kalaupun tidak dinyatakan wajib oleh Depkes, PTT kadang dipersyaratkan bila kita mau melanjutkan ke PPDS (Bedah, Mata, PDL dll).
Tapi entahlah… Indonesia memang negeri penuh friksi. Menterinya bilang,, INDONESIA MASIH KEKURANGAN 3000 DOKTER, tetapi mau PTT pusat aja kadang susahnya minta ambrol.
Seorang kuli bongkar muat barang dipasar unit 2 tulang bawang bisa mengantongi 3 juta perbulan dari hasil jual keringat, tapi Dokter yang sekolah 7 tahun, digaji 1,7 juta (dipotong 240 ribu untuk pajak) dengan tugas: menyelenggarakan kesehatan 2500 bani Adam dalam satu kecamatan.
Departemen Kesetanan… emang selalu mau enaknya sendiri!!!
RINTIHAN DOKTER PTT, December 25, 2007 12:37 pm
benar!! saya sangat setuju sebab gaji Dokter PTT menurut saya sangat tidak manusiawi dan masuk akal, coba bayangkan kita Dokter yang udah susah2 jadi Dokter mulai dari ngantri buat daftar UMPTN, belajar semalam suntuk sebelum UMPTN, udah masuk FK juga harus kehilangan waktu2 luang cuma buat “mengelus-ngelus” diktat kuliah yang tebalnya minta ampun cuma buat mendapat nilai C atau B atau moga2 dapet A. setelah itu harus KOAS di RS yang kerjanya jagain rumah sakit 24 jam tanpa dibayar oleh pihak rumah sakit yang kadang2 harus membuat kita tidak tidur semalaman alias begadang. Eh setelah lulus jadi Dokter kita dipaksa kerja di daerah terpencil dengan gaji yang tidak manusiawi yaitu 1,18 juta. coba bandingkan sama gaji anggota dewan plus seabrek tunjangannya yang kerjanya cuma ongkang2 kaki di ruangan yang ber AC (sedangkan kita harus tinggal di daerah terpencil yang gak ada listrik, mandi di kali dan harus siap menolong orang kapanpun dibutuhkan termasuk harus jalan menelusuri hutan2 yang gelap cuma buat menolong orang yang akan bersalin). saya sangat tidak mengerti bagaimana pola pikir pejabat2 kita khususnya menteri kesehatan terhadap kebijakan gaji Dokter PTT yang mereka tau kalau ada kejadian kesehatan seperti KLB (kejadian luar biasa) kita yang dijadikan kambing hitam buat mempertahankan kedudukannya sebagai menteri. semoga tulisan saya ini dapat membuka pola pikir mereka agar lebih memperhatikan kesejahteraan Dokter2 PTT di Indonesia.
Hasbi, January 4, 2008 6:19 am
Pernah saya liat Permen Kes tapi gw lupa nox katanya gaji PTT untuk dr/drg unk daerah terpencil insentifx 5 juta n gajix 1,5 n daerah sangat terpencil insentifx 7,5 jt n gajix 1,7 kapan ini dilaksanakan ……..capek deh … PTT didaerah sangat terpencil sdh tdk ada listrik siknal n naik kuda lagi
Fiery, January 23, 2008 11:17 am
Salam Teman Sejawat.. iya penderitaan Dokter2 kita memang tragis, gak ada jaminan hidup layak, smua serba tidak jelas, bnyk tawaran kerja di RS yang nyatanya mengharuskah kriteria pasca PTT, ini apa maksudnya?? padahal satu sisi PTT tidak wajib, dan kita ada uji kompetensi, mana kadang ada oknum yang meminta duit untuk diterimanya Dokter2 PTT, kita cuma jadi sapi perah. Padahal jadi Dokter2 di perusahaan besar aja ak perlu PTT, itu yang perusahaan nya standar Internasional…kok malah RS yang lokalan minta yang PTT, Indonesia berarti tidak menuntut profesional Dokter, mereka hanya melihat dari selembar kertas yang isinya menyatakan DOKTER PASCA PTT. Saya pernah kerja kontrak dg perusahaan asing dari amerika, mereka tidak minta Dokter2 PTT, tapi yang mereka mau skill, profesional Dokter lah yang dinilai, nah… masa RS di indonesia malah pada minta Dokter PTT, apa gak salah ??? Sebaiknya mari kita kumpulkan masa Dokter2 untuk mendemo Indonesia..
Billy, February 27, 2008 4:48 am
yang benernya gaji PTT tu brapa siiiiiiiiiiiiih? n potongan askes n potongan pajak brapasih? soale yang diterima ga ada catetan brapa nominal gaji insentif n potongan…. waduh gak transparan atau males merinci ya mereka? pliiiiis minta dok yang benerannya
tha2, March 24, 2008 2:12 pm
Halo teman sejawat…emang sih,klo dipikir nasib Dokter di negri kita ini mengenaskan.masuk universitas susah..keluar susah..cari kerja juga susah T__T.Aku udah PTT thn 2007 ke Sulawesi Barat,tapi melihat keadaan yg sereeet bgt cari kerja yg cocok (sesuai dgn statusku yg pasca PTT), ternyata tdklah semudah yg kubayangkan selama ini.Jadilah aku PTT lagi tahun ini ke Maluku hehe. Sebenarnya, PTT itu menyenangkan lho. Itung2 dpt perjalanan gratis ke negri antah berantah (yg di petapun mungkin blm ada.),wah pengalaman yg sangat2lah berharga,baik dr segi seneng2nya(maklum anak kota,begitu ngeliat alam yg bener2 belum tereksploitasi jd kebayang ikut jejak petualang.he2) dan banyaknya kasus di lapangan yg mungkin kita blm prnh liat langsung(prnh liat,tp cuma di buku doang).Menurutku PTT itu byk positifnya ya,drpd negatifnya.Mungkin, aku kebetulan dpt tempat yg enak&cocok kali ya.hehe.Oya,bagi yg ingin tahu gaji PTT,inilah rinciannya (utk PTT diluar P.Jawa dgn kriteria daerah SANGAT TERPENCIL) terdiri dari gaji pokok(Rp1.730.000 ),gaji insentif pusat (5jt,dipotong pajak sebesar 5% jd Rp.4.750.000)dan gaji insentif daerah(klo yg ini tergantung daerahnya.klo daerahnya miskin,ya nggak dpt) jadi..total dapet minimal Rp.6.480.000 (itu udah bersih,dipotong pajak)dan biasanya kalo di puskes jg dpt uang perawatan,puskesmas keliling,uang JPS(kalo yg ini tergantung kemampuan puskesmasnya). Cukup besar kan?Bagi teman2 yg berjiwa petualang, hayoo…siapa yg berminat ikut PTT sekarang…yuuu…
lana, September 14, 2009 5:15 am
tolong kasi info dong, emang PTT nya di daerah mana ?? sepertinya mampu membayar gaji dan tunjangan. masalahnya kan banyak daerah terpencil & sangat terpencil yg tidak bisa membayarkan insentif/tunjangannya. tks
Reny, march 27, 2008 4:17 am
Ehm PTT, sebenarnya seru juga sech banyak kejadian aneh bin ajaib yang cuma bisa dilihat n diplototin di tempat PTT,walaupun harus gali lobang tutup lubang secara gaji sering telat datang bow…:)Rasany nano nano dech….. Jadi bagi teman2 yang ingin melihat sisi laen kehidupan….buruan daftar PTT,di jamin pengalamannya tidak terlupakan….
*
tony gilang
March 13, 2011 8:14 am
aaaaah gak betul PTT enak…enakan buka klinik sendiri jgn ampek ditokohin pejabat yang bloon! gak PTT jg banyak tuih kasus aneh2 klw u mau… ada tuh…
15.
klikharry *
March 30, 2008 9:54 am
baru dapet cerita dari mb yang ikut pelatihan ACLS di RSMH kemarin
katanya dia dari PTT pusat
gaji pokoknya 1.800.000 (lebih sedikit)
uang jaga malam cuma 15.000 dipotong pajak 7,5%
PTTnya selama tiga taon
insentifnya gak ada soalnya bukan daerah sangat terpencil
iya pun berkata….”sabar aja dek, rejeki kan gak kemana”
dalam hatikupun menjawab
“tapi mbak, apa cukup upah segitu dengan sekolah kita yang sudah enam tahun kuliah? trus dapetnya cuma segitu….
kasian bener kita ya mbak?”
16.
konsultasikesehatan
April 1, 2008 3:59 pm
Salam kenal Dok,
Aq masih PTT cara lain di RS Pertamina Bpp.
Salut n apresiasi buat teman2 yang lagi PTT,
Kapan gaji naik?
http://www.fajarqimi.blogspot.com/
*
lin
January 23, 2011 9:25 am
dok maksudnya PTT cara lain itu gmn y? saya juga ada rencana ikut PTT daerah balikpapan..thx atas infonya
*
tony gilang
Dr dwi, April 15, 2008 10:00 am
Ga ada ruginya kok PTT didaerah pa lg..Kita bny dpt pengalaman medis yg bner2 seru..Yg mgkn ga kan didapat saat kita dkota..
kuncoro,dr April 18, 2008 7:24 am
dear all TS
Baiknya…gak usah deh..mikirin PTT dihapus ato tidak, yang penting ayoo … wujudkan idealisme masing-masing….yang ingin menjadi penerus Socrates ya..berjalan terus…kayak Che guevara juga boleh..konsisten kepada masyarakat yg membutuhkan kita bukan itung-itungan berapa modal berapa didapat…itu kapitalis namanya…
betul kata Hary…rezeki takkan kemana…
Aku udah paska PTT terpencil tahun 2004..di Kalsel(batola ) alhamdulillah gaji waktu itu 1,5 jt…cukuuuupp utk menyambung hidup mewujudkan idealisme…honor 6 bulan di RS dan coba-coba ke Swasta/dr.perush dan ikut PNS eh..ketrima di Banjarbaru (2006 )…tetapi stlh kulihat-lihat system birokrat yang banyak korupsi baik waktu dan uang kuputuskan tdk kuambil PNS-ku.
Ingin belajar jujur di terminal coal dan membagi rejeki dengan melayani masyarakat yg rata-rata miskin..bahkan saya sampai dikomplain Dokter setempat karena memberlakukan tarif terlalu murah 20.000/incl. obat per kunjungan. Bahkan plank praktekku sempat dirobohkan dan dibuang…tetapi keep going…justru masyarakat yang geram mencari siapa yg merobohkan…
Insya allah jika kita berniat baik banyak yg menolong dan Allah tidak tidur….bukankah orang yang terbaik adalah orang bermanfaat banyak banyak orang….
sorry kalau panjang…utk mengingatkan kepada Bapak Kita ” SOCRATES “
ale13, May 1, 2008 4:32 pm
TS yth,
PTT penting ato ga itu tgt planning qta ke depan. Kalo mau sekolah lg dg modal cukup, mendingan lsg sekolah aja,max 2 th stl lulus Dokter.Kalo mau cari kerja kaya’ di offshore, LN,perusahaan,PNS, pada teorinya memang ibu menkes kita telah berkata demikian, tapi prakteknya sering sekali itu dijadikan salah satu syarat/pertimbangan. apalagi bdsr pengalaman negara kita selalu berubah2 peraturan tgt siapa yang menguasainya.
kalo saja menkes mau perhatikan nasib DokterDokter baru dengan membenahi sistem penerimaan dan penggajian Dokter PTT yang mansiawi, saya pikir itu juga akan meningkatkan tingkat kesehatan rakyat indonesia tercinta secara lebih merata.
AZRIL(BIBI) & HARRY(CROT)-FK UISU, May 6, 2008 2:25 am
haiiii teman sejawat sekalian, dr. Azril & dr. Harry…Kami fans berat program PTT, qt jgn nengok gajiny aj lah tp peluang untuk diskolahin pemerintah daerah jg ada kemungkinanny, kan lumayan skolah gratis.. soalny bnyk jg temen kami yang udah disekolahi dari daerah.. jadi buat temen-teman yang baru pelantikan Dokter jangan pernah putus asa buat PTT, tp perjuangan yg paling berat itu adalah KOMPETENSI ny. Langakahi dl kompetensi baru bicara soal gaji..
radja, may 25, 2008 3:21 am
to TS dan rekan2 lain serta adik2, jgn terlalu menganggap PTT no 1, saya banyak punya senior,se angkatan, dan adik kelas yang berkarir di swasta (tanpa PTT), ternyata dari karir dan kesejahteraan lebih baik dari saya yang menjadi PNS di salah satu instansi swasta, so yang sekarang difikirkan ke depan adalah bagaimana caranya agar kita lebih kreatif lagi dalam mencari rejeki yang halal dan dalam mempertahankan idealisme kita melayani masyarakat(yang bergerak di bidang yankes).Yang ingin saya usulkan adalah bagaimana jika dalam kurikulum kedokeran di negara kita dimasukkan pendidikan manajemen dan kewirausahaan,sehingga nantinya kita tidak terpaku hanya menjadi Dokter ansicht saja, tapi mempunyai jiwa entrepreuneurship yang tinggi dan berani aktif dalam bidang apapun, (liat saja alumni ITB , 90% berani menjadi orang swasta dan wiraswasta)
AFA, june 3, 2008 11:43 am
whaaa…bner2 kok negara kita ini aneh, PTT sudah ga diwajibkan tapi bener kata TS diatas kalo mo ngapa2in masi ditanyain status PTT nya. saya lulus 2007 akhir, sempet nyoba mo PPDS langsung di Surabaya (dg pikiran bs hemat umur tanpa PTT)…tapi apa daya ga ketrima dengan kemungkinan alasan pra PTT+kalah saingan sama anak2 BOS yang notabene pra PTT juga…jadinya sekarang mulai berpikir untuk plan B nya, ikut PTT entah itu pusat, daerah, atau cara lain, yang penting status kita sudah terhitung pasca PTT untuk bekal sekolah lagi…saya setuju dg TS Ale13: kalau punya modal cukup, mending langsung sekolah saja, itu juga disarankan oleh hampir semua dosen2 dulu….
yah mari berdoa bersama,apapun keputusan kita (PPDS,PTT,Karier Swasta), semoga kita semua para Dokter di Indonesia mendapatkan penghidupan yang layak….AMIEN
Dr. Ferry Parluhutan Sirait, June 13, 2008 7:49 am
Saya telah melaksanakan PTT saya dengan sukses dan lancar, serta dengan kenangan yang indah. jujur saja saya katakan bahwa bangsa ini telah memperlakukan para Dokter PTT seperti ” BINATANG ” dengan standar gaji yang ” SUPERKONTET ” Lalu kalau saya ditanya apakah PTT bermanfaat ? saya akan menjawab : SANGAT, SANGAT,SANGAT BERMANFAAT. hanya janganlah para Dokter itu diperlakukan seperti SAPI . Belakangan ini saya mendapat PENCERAHAN ” ternyata bangsa ini dibangun atas semangat juang para DOKTER seperti : Dt. Wahidin, Dr Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, Oh….RUAR BIASA, Ternyata para Dokter itu tidak hanya pintar menyuntik pasien, tapi juga pintar MENYUNTIK SEMANGAT rakyat Indonesia untuk mau bebas dari penjajahan. Saat ini Saya Malas dan sudah capek untuk mengkeritik, karena toh mereka mereka BERMUKA BADAK, BERHATI IBLIS . Lebih baik bermuat yang kecil kecil tapi ada manfaatnya bagi orang lain. Bagi teman teman yang sudah praktek dan sukses jangan lupa membina lingkungannya. Bagi teman teman yang lagi PTT, TERUSKAN PERJUANGAN MU Nak!!!
Salam Hangat dari saya :
Dr. Ferry Parluhutan Sirait
HP. 08161377023
dr. kimura, June 23, 2008 12:24 am
BBM naik , angkot pun ikutan naik dan gaji PNS pun disesuaikan ikut naik dan semuanaya ikut naik apa gaji Dokter PTT tidak dinaikan juga, saya PTT dipapua barat derah terpencil dengan gaji hanya 1.5 jt insentif tdk ada pusat dan dearah , untuk makakan aja sudah habis itu belum untuk yang lainya dan untuk pulang aja beli tiket pesawat tidak bisa, bagaimana bu menteri atau pemerintah mau merangsang para Dokter untuk PTT sedangkan semua hanya iming2 saja, sedangkan SMB jadi syarat untuk mau praktek dan sekolah lagi ,memang benar Dokter itu sapi perahan, habis manis sepah dibuang itulah kita para Dokter, sudah berjuang di terpa badai ombak dan berjalan melintasi gunung,
salam dari dr. kimura
drg YLA
July 1, 2008 1:12 pm
di luar setuju atau tidak setuju.sy melihat byk manfaat yang didapat jika ikut PTT.memang diliat dari gaji yang didapat memang sangat kurang.tetapi dengan ikut PTT apalagi didaerah dengan fasilitas dan pengetahuan masyarakatnya yang minim tentang kesehatan, kita akan dapat melihat betapa kita sebagai tenaga kesehatan sangat dibutuhkan di tengah – tengah mereka.memang semua membutuhkan kesadaran dari kita sendiri untuk mengabdi ke masyarakat..dari drg yang PTT di madura
GAnTenG
July 31, 2008 9:44 am
slm hangat buat para sejawat,,,
sy PTT bulan juni 2008,, buat yg pada mau gabung PTT spertinya musti siap2 uang yang banyak buat awal2 hidup di daerah antah berantah,, secara pada awalnya manis dibibir,, kenyataannya tdk sama sekali,, mulai dari uang saku ke daerah tersebut yg minim,,sampai ternyata sambutan dinkes setempat cuma sampai di propinsi,, itu pun engga jelas,, ditambah gaji yang telat pembayarannya,, bayangkan kalo kita tdk punya tabungan yang lumayan buat nambal biaya hidup disana,,,
saran… sebaiknya kalo pilih kriteria tempat PTT sekalian yang ST,, karena T dan ST enggak jelas pada kenyataannya,, T dan ST enggak terlalu berbeda,, sama2 susahnya,, dan masalah insentif daerah juga g ada… kalo T gaji 1.5jt,, habis deh hari gn buat makan di luar jawa,, kalo ST gaji 1.730jt + 5jt (dipotong pajak 7.5% — 4.625jt) itu masih lumayanlah,, ada yang bisa ditabung,,
trus jangan lupa,, diliat di propinsi itu memberlakukan jaminan kesehatan atau engga,, kalo iya,, siap2 kerja bakti y,, kita engga’ dapet apa2 dari Puskesmas,, kecuali ada pasien diluar jam dinas,,
tapi,, gimana2 inilah hidup,, musti memilih,, dan kalo sudah memilih y laksanakan sesuai konsekuensinya aja deh,, yang penting berdo’a.. sukses buat yg mau gabung PTT… enjoy aja.. hehehe..
sang diplomatis!!!
August 17, 2008 10:59 am
woi bacot bae….
ngomong kalo gaji PTT tuh kurang!!
inget..pengabdian seorang Dokter lebih penting daripada sekedar uang!!
kl gak mau susah2 bantu orang2 di pedalaman atau di kampung2 mending berenti jd Dokter aja deh!!!
kasihan gue liat lo semua…..selalu mengeluh pada kenyataan!!!
banyak bacot,tp gakmau kerja!!!
A.W.Putra
August 24, 2008 3:40 pm
Ass T.S semua
Aq Dokter lulusan Maret 2008. baru keterima PTT Pusat untuk periode September 2008 ini di Prov.Jambi. Alhamdulillah bisa keterima, karena rasio yang diterima dgn yang ga 1 : 2. PTT itu menurutku penting lho. Banyak hal yang nantinya kita dapat. Kalo aq sih rencanaya cari ilmu dan cari aman dulu. PTT itu cuman setaon (bahkan ada yg cuma 6 bulan). Kalo 2009 Menkes nya ganti peraturan dan ngewajibin PTT lg, yg ga ambil PTT skrg pada mao ngomong apa… Sembari PTT di daerah aq nyambi nyari info penerimaan Dokter PNS dan kesempatan disekolahin. Menurutku kalo mau jadi aparat pemerintah pilih kerjanya di “paket-paket” pemerintah aj dech. ga usah jauh2. Krn byk yg udah lulus Dokter 3-4 tahun yg lalu msh jg daftar dan ikut PTT. PTT kan “paket” nya DEPKES. kalo soal gaji itu relatif.. so.. terserah TS aj deh..
ismet
August 27, 2008 8:30 am
Salam kenal untuk semua teman sejawat….alhamdulillah PTT cara lain dapat saya lalui walaupun tantangannya tidak mudah….PTT ini sangat bermanfaaat untuk mental kita sebagai Dokter yang baru lulus..bertemu dengan bermacam-macam orang serta adat istiadat yang sangat jauh berbeda….walaupun dari segi pendapatan tidak menguntungkan untuk sebagian Dokter PTT, sangat tergantung dari kejelian kita membaca peluang……saya menyarankan teman sejawaat yang baru lulus…segera ber PTT….walaupun sekarang sudah tidak diwajibkan…….sekarang dengan bekal PTT cara lain ..alhamdulillah lebih mudah menghadapi masalah-masalah yang timbul dalam praktek terutama berhadapan dengan berbagai macam pasien…semoga bermanfaat…….
TauBellayya_battu_RiMangkasara’
October 7, 2008 5:26 pm
hellooo…
aku baru neh… salam kenal aje…
Kawan-kawan sejawat pada bingung bicara gaji. tapi kok jarang yang bicarakan kinerja kita Dokter PTT di t4 TUGAS? ayo dong !!!
Aku juga pengen cerita dikit.
Sekedar info neh… beberapa oknum kawan-kawan sejawat kite2 (khususnya di MAluku Tenggara Barat), tauknya hanya ngambil gaji doang tapi kerja ogah… capee dee’
Trus Dinkesnya nutup mata… JAdinya seperti ga ada aturan untuk Dokter PTT kapan boleh libur, kapan izin dan berapa lama…
akhirnya aku jadi ikut2an malas juga.
Ikut PTT mau ngapain yaa?? cuman pengen senang2 aja dengan ngantongin duit pemerintah doang yang notabene berasal dari duit rakyat juga ATO pengen bekerja dan di gaji sesuai pekerjaan yang kita lakukan… gimana neh kawan2 !!!
Dr adi sutaryo sppd
October 16, 2008 7:06 pm
Ingat lho ntar klo RUU KEPERAWATAN udah deal di DPR mau jadi apalagi Dokter di negara ini?mereka berhak praktek yang hak’nya nyaris sama dgn Dokter..maklumlah dinegara ini perawat sedang sakit hati dgn Dokter!!semua ingin bertindak jadi Dokter tp cuma perawat..perlu batasan yg jelas antara wewenang perawat dan Dokter,karena memang jurusan itu yg meraka ambil!!well sekali lagi buat teman2 Dokter jgn pernah nyerah walaupun para perawat sekarang lg ngelunjak..keep fight ok!buat ibu menkes terhormat mohon buat aturan wewenang di antara Dokter&perawat yg jelas,walaupun S3 perawat tetap perawat!!
Chandra, S.Ked
October 18, 2008 4:42 am
Makanya ga usah jadi Dokter..
ngapain jadi Dokter bayar sekolah mahal-mahal, belajar susah-susah, hidup tidak enak,..
Mending jadi juragan usaha Franchise aja, tinggal byr ratusan juta (daripada daftar sekolah Dokter) bisa dapat uang byk tnp keringat byk.. tnp resiko dituntut.
Ato jadi anggota dewan aja, tinggal ngemeng-ngemeng, duduk di rapat, trz terima uang..
Lgs ke toko aksesori mobil, beli velg 20″, audio, beli baju impor, bli sepatu impor.. Guess, LV, DKNY, ZARA, dll.
enak khan??
jadi Dokter, sekolah lama, digoblokgoblokin, gaji kecil n kdg telat, tidur tdk tenang/dikonsul swktu2.
Koq ya masih banyak yg pengin (anaknya) jadi Dokter?
Apa krn biar mudah cari kerja?
ketik reg_weton kirim ke 1313
kmu tidak cocok jd Dokter, Nak. cocoknya jd budak..
dr. netta
October 21, 2008 11:20 pm
aq sekarang lagi PTT cara lain di sebuah RS pemerintah di jawa timur. menurutku PTT disini sejauh ini menyenangkan. gaji dengan satandart 1.2 juta dipotong pajak plus uang jasa,farmasi,jaga. cukup layaklah untuk hidup.Walaupun itu aq punya sampingan kerja lain selain Dokter(hidup berdagang…he3)
persoalan diatas tidak akan terselesaikan jika sistem dinegara ini tidak pernah diganti, meskipun ribuan orang jadi menkes kalo sekulerlisme yang diagung-agungkan indonesia tetap aja menderita, tidak cuman Dokter aja.
prinsip mereka dengan APBN yang sekecil-kecilnya dengan harapan output tingkat kesehatan setinggti-tingginya. apa ya mungkin to jeng Siti Fadilah Supari.
hidup di iklim kapitalisme tidak ramah semuanya di ukur dengan materi. sebenarnya kalo kita berdialog dengan hati kecil kita apakah benar harta adalah makna kebahagian tertinggi kita???apakah kita tidak bahagia seandainya pasien yang kita raawat dengan ikhlas lewat masa kritisnya, apakah tidak ada yang lebih nikmat jika pundak ditepuk degan hangat ketika engkau sekedar menyempatkan sedikit waktumu untuk mendengar keluh kesah mereka???
Upps…saya mesti juga banyak belajar. BTK
hendriwibowo
November 4, 2008 5:37 pm
woyoo,, saya awam sama dunia keDokteran. tapi baca komen2 diatas tentang pengabdian, segala tetek bengeknya dan kecilnya gaji yang diterima, koq bikin saya merinding ya? ternyata jadi Dokter ngga seenak dan semudah yang saya bayangin! 🙁 yang pada sabar aja yah. hingga ada yang bisa mengubah sistem dan memperbaiki anggaran kesehatan di republik ini..
saya yakin satu hal pak pak dan bu bu Dokter, boleh gaji kecil, fasilitas ngga nyaman, tapi kelak senyum dan pengabdian anda pada masyarakat berbayar manis di hari akhir nanti.. semoga.
Cheers, HYW
DOKTER OH DOKTER
November 15, 2008 1:15 pm
SAPA SURUH JADI DOKTER???????
KALIAN SEHARUSNYA BANGGA JADI DOKTER,, BANTU MASYARAKAT DENGAN ILMU KALIAN PAHALANYA LEBIH BESAR JANGAN MENUNTUT GAJI YANG BESAR…KERJA AJA BELUM UDA MINTA GAJI YAMG BESAR SAYA SANGAT PRIHATIN DI OTAK KALIAN HANYA ADA UANG-UANG DAN UANG..KALO KALIAN MAU GAJI BESAR JADI ANGGOTA DPRD AJA MASIH BANYAK MALLPRAKTEK DI INDONESIA KARENA APA??? KARNA SISTEM PEREKRUTAN MAHASISWA KEDOKTERAN YANG SYARAT KKN.
SAYA SANGAT MENGHARAPKAN DUNIA KEDOKTERAN KITA LEBIH MAJU
Loading...

1 Comment

  1. Permisi, numpang comment. Saya hanya ingin mengingatkan kepada orang2 yg berkata kasar kepada dokter. Khususnya yg bilang bahwa otak dokter hanya uang saja, dokter itu pekerjaan pengabdian, dan semacamnya. Saya ingatkan!!! bahwa dokterr juga manusia, butuh uang untuk tetap hidup, bayar listrik, bayar air, bayar transport, buat makan sehari2, keperluan rumah tangga, kebutuhan anak, pendidikan anak, dll. Jadi persetan lah orang yg bilang dokter itu mata duitan. Ingat ya, prinsip money is not everything, but everything needs money.. Situ juga butuh duit untuk hidupo kan?!! Jadi ga usah sok suci deh..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*