PUSING MIKIRIN OBAT

Sudah hampir satu bulan bekerja di RSUD Prabumulih, lumayan capek ternyata, bertemu bermacam-macam kasus penyakit yang tak terlupakan. Selain penyakit, ternyata juga bertemu bermacam-macam obat yang lumayan banyak. Kelebihan dari RSUD di Prabumulih ini adalah pihak Rumah Sakit memberikan kebebasan kepada tiap dokter untuk memilih rekanan farmasinya. Karena itulah, baru beberapa hari masuk kerja, sudah lumayan banyak yang menawarkan kerjasama, sementara saya sendiri masih bingung, karena saya adalah dokter dengan -minda- generik oriented, “maklum dokter baru” 🙂
Lagipula, obat-obatan paten ini harganya mahal dan lumayan menguras kocek keluarga penderita.
Farmasi yang baru berkenalan dengan saya antara lain:

    Sanbe
    Otto
    Combiphar
    Guardian
    Capri
    Landson
    Pharos
    Lapi
    Kosmetik: SDM

Ada saran?

Loading...

8 Comments

  1. Assalamua’laikum mang…
    Lamo dk becerito…
    pening y mang smo berbagai farmasi yg menawrkan kerja sama? samo mei pening jgo…tp untungnyo mei kerjo di rs swasta yg sebag besar pasiennya “beruang” n ppasien asuransi… so it doesn’t matter 4 me utk buat resep sesuai dgn yg diinginkan farmasi ybs…he..he…
    Tp teuteup…utk pasien yg kiro2 dk mampu…resep obat generik tetp jd favorite..
    Saran mei…utk kerjasama obt yg menrut u mampu utk u penuhi target n mrka mau byar didepan (he..he..) u ambek bae mang…
    Coz…ado k2 tingkt qt yg bilang klo para detail itu byk bohong…jd buat detail2 yg mau byar di muka n menurut u biso menuhi targt resep obtny..dak ado salahnyo klo u terimo…gitchuu…

    • detail juga banyak yang bohong begitu juga dokter tidak kalah juga banyak yang bohong. semua farmasi yang ngajukan DP dimuka diterima tapi giliran nulis resep 1001 alasan akhirnya bohong. keluarganya dikasih makan dengan cara bohongin. jadi SELAMAT BERBOHONG RIA. Pasien urusan belakang. MERDEKA…..

  2. wong saya orang awam dan posisi sebagai pasien. saran saya ya… selama memungkinkan tetep aja pake generik, kalo generik gak memungkinkan baru pake obat paten (kecuali kalo pasiennya dari awal udah jelas2 minta obat yang mahal, hehe…)

    eh iya, selamat ya udah jadi dokter….

  3. Ykh. TS
    Salam kenal bagi yg belum kenal,
    Salam hangat bagi yg sudah kenal..

    Permisi numpang promosi & numpang launcing;

    DAFTAR NAMA GENERIK OBAT INDONESIA (NGOI)

    adalah e-book memuat daftar nama obat generik berdasarkan Informasi Obat/ IMS/ ISO obat-obatan yang didistribusikan di wilayah Indonesia.

    Keunggulan:
    1. GRATIS
    2. Tidak perlu lagi membawa informasi obat dalam bentuk cetak.
    3. File PDF yang flexible untuk kabanyakan Sistem Operasi:
    – Komputer/ laptop: Windows, Linux, Mac OS X
    – PDA: Windows mobile, Symbian
    4. Akses yang sangat mudah dan cepat; Jadi pengguna hanya cukup meng-klik link yang ada.
    5. Pilihan Daftar Isi atau Index. Daftar isi berdasarkan system, sedangkan Index berdasarkan urutan abjad nama generik.

    Silahkan unduh di:
    Genghiskhun.com

    Saran & kritik sangat ditunggu. BTK

    Genghiskhun.com

  4. He…he…
    kok pusing mikirin obat ya….
    saat mengobati pasien, dianjurkan untuk meilhat dua hal: referensi medik dan pengalaman saat mengobati sebelumnya. Di atas dua hal itu ada hal yang lebih utama: Pertolongan Allah Azza wa Jalla….

    The person of the doctor is the medicine most frequently used in medicine….

    Kira-kira maksudnya begini: ketimbang kapsul, tablet, ataupun puyer, justru dokterlah sebenarnya yang menjadi obat paling mujarab bagi pasiennya.

    Kalau senyum Anda sebagai dokter saja bisa membuat pasien agak enak (berkurang demamnya, hilang sesaknya ddl), percayalah: itu lebih dari cukup ketimbang obat apa pun.

    the best theraphy healing is friendship and love…. itu kata Budha.
    Kata Muhammad saaw, “Anda tidak dapat memuaskan setiap manusia dengan harta Anda, puaskan dan bahagiakan mereka dengan akhlak Anda yang baik.”

    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*