IBU BELATUNG

Pada tanggal 20 Oktober 2008 yang lalu, seorang ibu datang dengan keluhan nyeri pada bagian belakang kepalanya sejak satu minggu yang lalu. Nyeri sifatnya terus-menerus. Pusing kepala tidak ada, mual ada, muntah tidak ada, gangguan penglihatan tidak ada. Demam ada. Batuk pilek tidak ada. BAB dan BAK normal.
Sekitar dua hari sebelum masuk rumah sakit, ibu dan keluarganya mengeluh belakang kepala ibu mengeluarkan bau busuk disertai nanah. Keluhan yang lain tetap sama dan tidak berkurang sama sekali.

Berdasarkan keluhan tersebut maka saya segera melakukan pemeriksaan, terutama pada bagian yang dikeluhkan, yaitu pada bagian belakang kepala ibu tersebut, dan tahukah apa yang saya dapatkan? Dari hasil pemeriksaan saya dapatkan luka menganga yang telah terinfeksi, bentuk bulat dengan diameter kurang lebih 3 sentimeter, pada tepi jaringan luka saya temukan banyak sekali jaringan nekrosis, sementara itu, jaringan kulit yang berjarak kurang lebih 2 sentimeter dari tepi luka tampak merah dan membengkak, serta nyeri bila ditekan. Pada bagian dalam luka, saya tidak dapat melihat jaringan luka karena ditutupi oleh belatung! Jumlahnya mungkin lebih dari seribu ekor yang memenuhi bagian luar luka dengan ukuran yang berbeda-beda, mulai dari yang kecil hingga yang besar mulai dari yang kurus hingga yang gemuk.


Setelah itu saya kembali menanyakan riwayat penyakit yang pernah diderita. Dari hasil anamnesis saya diketahui bahwa:
Kurang lebih dua minggu yang lalu, di belakang kepala ibu timbul bisul, semula bisul hanya sebesar kelereng yang kemudian terus membesar. Oleh keluarga, sang ibu kemudian melakukan pengobatan tradisional. Tetapi tidak ada perubahan. Sekitar satu minggu yang lalu bisul itu pecah dan mengeluarkan nanah yang sangat banyak. Setelah itu ibu tersebut mengira bahwa bisulnya telah sembuh.
Riwayat Darah Tinggi tidak diketahui
Riwayat Kencing Manis tidak diketahui


Bagaimanakah penatalaksaan rekan jika menemukan kasus yang seperti ini?

🙂

Loading...

13 Comments

  1. Masya ALLAH…. syerem bangetzz mang… selamo ko-ass di rsmh rasonyo mei lum pernah d dpt pasien seserem ini. Kok biso mang? pasti krn perawatn abcess yg dk steril n dk tuntas…aiii.. bingung jgo y mang??
    Hmm…klo mei yg jelas..nekrotomi, buang jaringan nekrotik, terus bersihkan dari semua belatung yg terlihat, lau lakukan perawatan luka ulkus…bersihkan n kompress NaCL genta…
    what do u think?
    Truzz u sendiri…u apoin pasien ini mang n ckmn kondisiny sekrg???

  2. ehm..cuma ngingetin aja sebagai (calon) rekan sejawat, kalau membahas kasus medis seperti diatas tolong identitas pasien jgn terlalu detail, ingat ya kita sudah kena kontrak RAHASIA JABATAN saat pelantikan dokter muda (koas).

    btw,case diatas bagus tapi kita butuh format forum layaknya MORNING REPORT atau CASE CONFERENCE yg sering kita lakukan tiap pagi di RS.

  3. saya sih dokter hewan ya. .
    jadi untuk pasien saya biasanya perlakuan hari pertama dibersihkan dengan cairan campuran antara antibakteria dan hidrogenperoksida buat membunuh itu belatung.
    kemudian tentunya jangan lupa kasih iodine dan ada itu bubuk khusus anti belatung.
    hari kedua tentunya belatung sebagian sudah mati, jadi tinggal diangkat saja para belatung yang sehat walafiat itu. hehhe. .
    nanti luka juga mengecil dengan sendirinya.
    tapi need time to get it.

    oke?? selamat berkarya.
    tetap kunjungi vet02ugm.wordpress.com

  4. kalo ada larvasidal, pake itu untuk membutuh belatung. kalo gak ada, ya cabut aja tuch belatung atu-atu, sampe bersih.
    Untuk bersihkan debris, pake aja H2O2 3%.
    Gunting juga jaringan yang rusak.
    sudah itu kasih antibiotik pada luka dan per oral.
    Jangan kasih betadine, sebab antiseptik satu ini membuat luka lama sembuh (karena pembentukan jaringan baru terhambat).

    trus, untuk mencegah lalat nelor lagi, pake insect repellent. kalo gak ada, harus ada yang bantu si ibu ngusir lalat supy jangan hinggap dan bertelor lagi.

  5. kalo waktu aku stase kulit, ada pasien Basalioma dg Miasis gitu… Lukanya lebih gede, trus di dahi.. Sebelum kita menangani Basaliomanya, miasisnya kita medikasi.
    Medikasinya begini kurang lebih, dilakukan sehari sekali. Luka dibersihkan dengan NaCl lalu dikeceri air rendaman tembakau, trus larvanya naik n mati di permukaan luka, kita ambilin atu-atu, trus kita cuci pake perhidrol. Setelah bersih, kita kasih bubuk neomycin n ditutup 4 lapis kasa, di lapis kedua kita pake plastik biar menciptakan suasana anaerob. Hehe… medikasi rutin tiap hari…
    semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*