MEMBEDAH BUKU AYAT-AYAT CINTA (udah telat belum ya? he..he..

Sebelumnya aku sudah pernah membaca ayat-ayat cinta, tetapi hanya sekali lewat, Cuma nyedot intisari cerita, tokoh didalamnya dan teknik-teknik yang dipake sama mas habiburrahman.
Setelah dibaca-baca lagi dengan sungguh-sungguh mengikuti alurnya, novel ini benar-benar membuat kita seperti berada di tengah-tengah mereka… singkat kata kuberi rating:
BUAGUS BUANGET (levelnya lebih tinggi dari kata Bagus Banget)
Muantap (tingkatannya lebih tinggi dari mantap)
Kueren (tingkatannya lebih tinggi dari keren)
Huebat yang menulisnya (tingkatannya lebih tinggi dari hebat)

Berikut beberapa bagian yang paling aku suka untuk menyimpannya

BAGIAN YANG PERTAMA (mimpi fahri)
“Seorang perempuan shalihah yang akan jadi bidadariku, yang akan aku cintai sepenuh hati dalam hidup dan mati, yang akan aku harapkan jadi teman perjuangan merenda masa depan, dan menapaki jalan Ilahi, itu siapa? Aku tak tahu. Ia masih berada dalam alam ghaib yang belum dibukakan oleh Tuhan untukku. Jika waktunya tiba semuanya akan terang. Hadiah agung dari Tuhan itu akan datang.”
Sama dong doanya bang Fahri…. doain biar aku mendapatkan bidadari seperti yang punyamu itu, salihah, alim, cuantik, pintar, kaya lagi.

BAGIAN YANG KEDUA (bidadari fahri)
Ada hawa sejuk mengalir dari atas. Masuk ke ubun-ubun kepalaku dan menyebar ke seluruh syaraf tubuhku. Wajah Aisha perlahan terbuka. Dan wajah putih bersih menunduk tepat di depanku. Subhanallah. Yang ada di depanku ini seorang bidadari ataukah manusia biasa. Mahasuci Allah, Yang menciptakan wajah seindah itu. Jika seluruh pemahat paling hebat diseluruh dunia bersatu untuk mengukir wajah seindah itu tak akan mampu. Pelukis paling hebat pun tak akan bisa menciptakan lukisan dari imajinasinya seindah wajah Aisha. Keindahan wajah Aisha adalah karya seni mahaagung dari Dia Yang Maha Kuasa. Aku benar-benar merasakan saat-saat yang istimewa. Saat-saat untuk pertama kali melihat wajah Aisha.
Waaaaaa………..seperti apa sih wajahnya, penasaran, jadi pengen liat

BAGIAN YANG KETIGA (rasa yang dipendam)
Waktu di Aliyah dulu, aku pernah naksir pada seorang gadis tapi tak pernah sampai menyentuh hati. Tak pernah sampai merindu dendam. Aku bahkan tak punya keberanian untuk sekadar menyapanya atau mengingat namanya. Diriku yang saat itu hanya berstatus sebagai khadim romo kiai, batur para santri, tak berani sekadar mendongakkan kepala kepada seorang santriwati.
Halah, kamu takut ya Fahri, bicara jujur dengan orang yang kita suka tidak dilarang loh, he..he.. hati-hati, cinta itu seperti kentut, semakin ditahan semakin banyak, semakin disimpan semakin bau *waduh, ga ada perumpamaan apa?*

BAGIAN YANG KEEMPAT (kekuatan fahri)
Aku lebih memilih mencurah seluruh rindu dendam, haru biru rindu dan deru cintaku untuk belajar dan menggandrungi Al-Qur’an. Telah kusumpahkan dalam diriku, aku tak akan mengulurkan tangan kepada seorang gadis kecuali gadis itu yang menarik tanganku. Aku juga tak akan membukakan hatiku untuk mencintai seorang gadis kecuali gadis itu yang membukanya.
Buat Anung, fahri aja bisa, kenaga kita nggak. Biarkan sang gadis yang mengulurkan tangannya, dan biarlah dia yang membuka hati ini…(tapi…kira-kira ada gak ya?)

BAGIAN YANG KELIMA (Cinta Nurul)
“Memangnya rasa cinta Nurul sampai seperti itu?” heranku.
“Sejak dua bulan yang lalu. Sejak ia menangis di pangkuanku, Nurul sering menangis sendiri. Berkali-kali dia cerita padaku akan hal itu. Ia ingin sekali orang itu tahu bahwa dia sangat mencintainya, lalu orang itu membalas cintanya dan langsung melaksanakan sunnah Rasulillah. Nurul anti pacaran. Tapi rasa cinta di dalam hati siapa bisa mencegahnya. Aku tahu benar Nurul siap berkorban apa saja untuk kebaikan orang yang dicintainya itu. Bantulah kami membuka hati orang itu?” kata Ustadzah Maemuna.
“Insya Allah. Saya paling tak tahan melihat seseorang tersiksa batinnya. Jadi siapakah orang yang sangat beruntung itu, orang yang dipuja dan dicintai gadis shalihah seperti Nurul?” tukasku tenang. Dalam hati aku merasa bersyukur bahwa aku mendapatkan seorang biadadari yang kucintai tanpa harus melalaui siksaan batin serumit Nurul. Tenyata menjadi seorang gadis tidak semudah menjadi seorang pemuda.
yah, beginilah hidup, deritanya tiada akhir, (dikutip dari perkataan Pat kai saat sedang pergi mencari kitab suci bersama sun go kong dan biksu tong)
Kesimpulannya: Bahkan akhwat pun terkena virus merah jambu, dan mereka justru lebih berat untuk mengatakanny…. hahaha…. salah ndiri, kan udah dibilangin, berkatalah dengan jujur, mumpung masih gratis…

BAGIAN YANG KEENAM (fahri dan aisha)
Aku mencoba menghilangkan kegelisahan dan kecanggunganku dengan mengambil minuman yang dibuat Aisha. Kucicipi sedikit.
“Kenapa susunya rasanya asin seperti diberi garam ya?” Pelanku pada Aisha.
“Be..benarkah?” Aisha sedikit kaget.
“Iya. Coba kau rasakan!”
Aisha mengambil gelas dari tanganku dan merasakannya.
“Ah, manis. Tidak asin,” katanya.
Gelas itu kembali kuminta dan kurasakan.
“Sayang, asin begini kok dibilang manis. Mungkin bukan gula yang kau masukkan tapi garam. Coba kau rasakan lagi!” Aisha kembali mencicipi. Dia memandangku dengan sedikit heran.
“Ini manis Fahri, tidak asin!”
“Aishaku sayang ini asin! Cobalah julurkan lidahmu dan masukkan ke dalam minuman itu. Lalu rasakanlah dengan seksama. Pasti kau akan merasakan asinnya. Kau terlalu sedikit mencicipinya. Lidahmu mungkin kurang peka.”
Aisha menuruti kata-kataku. Ia menjulurkan lidahnya ke dalam gelas. Sesaat lidahnya seperti mengaduk-aduk air susu di dalam gelas itu.
“Tidak Fahri, tidak asin! Lidahmu yang mati rasa, bukan lidahku!” Suaranya terdengar lebih tegas.
“Benarkah? Coba!”
“Nih.”
Aku lalu meminumnya sampai tiga teguk.
“Hmm..setelah lidahmu menyentuhnya dan mengaduk-aduknya, minuman ini jadi manis sekali. Belum pernah aku meminum minuman semanis ini. Memang benar sabda nabi jika seorang bidadari di surga meludah ke samudera maka airnya akan jadi tawar rasanya. Dan lidahmu mampu merubah susu yang asin ini jadi manis, Bidadariku.”
“Sialan kau Fahri, kau mengerjaiku ya!” seru Aisha sambil mencubit pahaku manja.
Terima kasih mas Habib, entar aku coba deh dengan bidadariku, he..he…ada teknik ato cara yang laen gak?

BAGIAN KETUJUH (Fahri dan Aisha)
Aisha lalu kembali mengajakku ke perpustakaan dan mengajakku duduk di lantai yang dialasi karpet tebal. Ia duduk bersila di hadapanku.
“Suamiku, kita ini satu jiwa. Kau adalah aku. Dan aku adalah kau. Kita akan mengarungi kehidupan ini bersama. Dukamu dukaku. Dukaku dukamu. Sukamu sukaku. Sukaku sukamu. Cita-citamu cita-citaku. Cita-citaku cita-citamu. Senangmu senangku. Senangku senangmu. Bencimu benciku. Benciku bencimu. Kurangmu kurangku. Kurangku kurangmu. Kelebihanmu kelebihanku. Kelebihanku kelebihanmu. Milikmu milikku. Milikku milikmu. Hidupmu hidupku. Hidupku hidupmu.”
Belajarlah dari sini, orang yang telah menikah itu seperti dua roh dalam satu tubuh yang disebut rumah tangga….

BAGIAN KEDELAPAN (surat dari Nurul)

Untuk Kak Fahri
Yang sedang berbahagia
Bersama isterinya

Assalamu’alaikum wr. wb.
Kutulis surat ini dengan lelehan air mataku yang tiada berhenti dari detik ke detik. Kutulis surat ini kala hati tiada lagi menahan nestapa yang mendera-dera perihnya luar biasa. Kak Fahri, aku ini perempuan paling bodoh dan paling malang di dunia. Bahwa mengandalkan orang lain sungguh tindakan paling bodoh. Dan aku harus menelan kepahitan dan kegetiran tiada tara atas kebodohanku itu. Kini aku didera penyesalan tiada habisnya. Semestinya aku katakan sendiri perasaanku padamu. Dan apakah yang kini bisa kulakukan kecuali menangisi kebodohanku sendiri. Aku berusaha membuang rasa cintaku padamu jauh-jauh. Tapi sudah terlambat. Semestinya sejak semula aku bersikap tegas, mencintaimu dan berterus terang lalu menikah atau tidak sama sekali. Aku mencintaimu diam-diam selama berbulan-bulan, memeramnya dalam diri hingga cinta itu mendarahdaging tanpa aku berani berterus terang. Dan ketika kau tahu apa yang kurasa semuanya telah terlambat.
Kak Fahri,
Kini perempuan bodoh ini sedang berada dalam jurang penderitaannya paling dalam. Dan jika ia tidak berterus terang maka ia akan menderita lebih berat lagi. Perempuan bodoh ini ternyata tiada bisa membuang rasa cinta itu. Membuangnya sama saja menarik seluruh jaringan sel dalam tubuhnya. Ia akan binasa. Saat ini, Kak Fahri mungkin sedang dalam saat-saat paling bahagia, namun perempuan bodoh ini berada dalam saat-saat paling menderita.
Kak Fahri,
Apakah tidak ada jalan bagi perempuan bodoh ini untuk mendapatkan cintanya? Untuk keluar dari keperihan dan kepiluan hatinya. Bukankah ajaran agama kita adalah ajaran penuh rahmah dan kasih sayang. Kak Fahri adalah orang shalih dan isteri Kak Fahri yaitu Aisha adalah juga orang yang shalihah. Bagi orang shalih semua yang tidak melanggar syariah adalah mudah.
Kak Fahri,
Sungguh maaf aku sampai hati menulis surat ini. Namun jika tidak maka aku akan semakin menyesal dan menyesal. Bagi seorang perempuan jika ia telah mencintai seorang pria. Maka pria itu adalah segalanya. Susah melupakan cinta pertama apalagi yang telah menyumsum dalam tulangnya. Dan cintaku padamu seperti itu adanya telah mendarah daging dan menyumsum dalam diriku. Jika masih ada kesempatan mohon bukakanlah untukku untuk sedikit menghirup manisnya hidup bersamamu. Aku tidak ingin yang melanggar syariat aku ingin yang seiring dengan syariat. Kalian berdua orang shalih dan paham agama tentu memahami masalah poligami. Apakah keadaan yang menimpaku tidak bisa dimasukkan dalam keadaan darurat yang membolehkan poligami? Memang tidak semua wanita bisa menerima poligami. Dan tenyata jika Aisha termasuk yang tidak menerima poligami maka aku tidak akan menyalahkannya. Dan biarlah aku mengikuti jejak puteri Zein dalam novel yang ditulis Syaikh Muhammad Ramadhan Al Buthi yang membawa cintanya ke jalan sunyi, jalan orang-orang sufi, setia pada yang dicintai sampai mati.
Wassalam,
Nurul Azkiya

Yang ini gak perlu dikomentarin, bahaya. He..he…

BAGIAN KE SEMBILAN (Diary Maria).
Pukul delapan dia bangun dan dia kelihatan kaget melihat aku berada di sisinya. Aku ingin mengatakan aku cinta padanya. Tapi entah kenapa melihat sorot matanya yang bening aku tidak berani mengatakannya. Tenggorokanku tercekat. Mulutku terkunci hanya hati yang berbicara tanpa suara. Tapi aku berjanji akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya padanya. Aku ingin menikah dengannya. Dan aku akan mengikuti semua keinginannya. Aku sangat mencintainya seperti seorang penyembah mencintai yang disembahnya. Memang memendam rasa cinta sangat menyiksa tapi sangat mengasyikkan. Love is a sweet torment!
Memendam cinta sangat menyiksa tapi sangat mengasyikkan…silahkan artikan sendiri

Loading...

9 Comments

  1. Waduh Mas Harry bicara tentang cinta nich hehehe…
    Sebenarnya ingin komentar mengenai suratnya Nurul tetapi karena dilarang ya tidak jadi saja…
    Saya pulang saja ya hehehehe


    “KOmmen boleh, tapi bayar dulu, ha..ha…”

  2. eh mas ceking langsung pulang aja,..
    itu kopi plus gorengan blom dibayar,. bayar dulu gih
    sekalian ma punya saya yah 🙂
    hihihihi,.. OOT banget nih komen

    “lho, nasi gorengnya juga dibayar dong!!”

  3. Huwa, tampilannya baru yo? terakhir mampir kesini, kalo gak salah ada nuansa ijo2 gitu, ato salah yo…?
    Tapi, keren kok! 🙂

    Lanjut, mo comment ttg nih buku.
    Bagus, awal bacanya yg paling terasa itu deskripsinya jelas sekali. Serasa di Mesir, ugh! Panas! *kipas2*

    Tapi, yah…kok sayo merasa orang di novel ini (fahri) perfect nian yo? Ditindas lumpeng sajah…
    Dan entah kenapa, terasa agak “berat”. Bagi sayo, jenis buku yang tidak dibaca untuk yang kesekian kalinya…

    “makasih..makasih… *narsis mode ON*
    berat? saya tau koq, memang berat…ha..ha…*dimana sih yang beratnya?*

  4. Wah kita mempunyai novel kesukaan yang sama… hampir setiap halaman penuh kejutan… penuh pesona… dan bermakna… saya beli tiga buku ini… satu untuk saya, yang dua saya hadiahkan…

    satu lagi, penuh mimpi, terlalu ideal, kira-kira ada gak tokoh fahri atawa aisha di dunia ini…

  5. laki2 suka nggak mau ngaku klo naksis cewe’ kenapa ya? pasti gara2 takut di tolak, padahal belum tentu, cuman ndak mau ambil resiko patah hati jd di empeet… org lain yg mambuuu… hahahaha…


    “cowokkan harga dirinya tinggi. bisa-bisa hilang muka, jatuh harga dirinya, gak tau dimana jatuhnya.. jika ditolak tjewek,,,hi..hi…takut…”
    “tapi aku tidak”

  6. wah ternyata salah satu penggemar kaya kang Abik jg yah 🙂 kutunggu aja ulasan novel Ketika Cinta Bertasbih. Lg nunggu novel Ketika Cinta Bertasbis episode 2 nih…

    ntar ya… nunggu ada yang mau minjemin…he..he..
    🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*