Anak anda bodoh? Salah sendiri, mengapa sekolahnya dipinggir jalan raya..

Oleh: Harry Wahyudhy Utama, S.Ked

Apa benar demikian? Ya.. karena anak anda yang berada di pinggir jalan akan sangat rentan terkena berbagai macam polutan udara. Kenapa? Karena Daru Setyorini seperti yang ditulisnya pada Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah menyebutkan bahwa sistem syaraf dan pencernaan anak masih dalam tahan perkembangan, sehingga lebih rentan terhadap timbal yang terserap. Anak dapat menyerap hingga 50% polutan yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan dewasa hanya menyerap 10-15%. Anak dapat menyerap 3 kali dosis lebih besar dibandingkan orang dewasa karena memiliki perbandingan permukaan penyerapan dan volume yang lebih besar. Anak senang memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Anak yang bermain dan menjelajah lingkungan dapat menelan debu yang menempel di tangan, mainan atau benda lain di sekitarnya.

Banyak sekali polutan yang dapat membuat anak anda bodoh, misalnya timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Yang paling berperanan dalam menjadikan anak anda bodoh adalah timbal karena timbal dapat berakumulasi di dalam tubuh. Dari penelitian yang dilakukan oleh DR. Puji Lestari, Ph.D, ahli polusi udara dari ITB yang melibatkan 400 siswa dari 40 SD di 25 kecamatan di Kota Bandung diketahui bahwa lebih dari 50 persen anak mempunyai kadar timbal melebihi ambang batas, yaitu 10 mkg/dL. Selain itu hasil penelitian ini menunjukkan kadar timbal berbanding terbalik atau berkorelasi negatif dengan poin IQ anak. Dengan kata lain, “responden dengan kadar timbal tinggi menunjukkan poin IQ yang menurun.”
Timbal sebenarnya adalah sejenis logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami. Timbal yang ada di lingkungan juga berasal dari kegiatan manusia maupun berasal dari proses alami. Timbal dapat berakumulasi di lingkungan , tidak dapat terurai secara biologis dan toksisitasnya tidak berubah sepanjang waktu. Timbal bersifat toksik jika terhidup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan disimpan di dalam tulang dan gigi. Timbal ini sendiri adalah salah satu polutan kimia yang banyak ditemukan di jalan raya. Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal ini. Bahan bakar dalam pembakarannya melepaskan timbal oksida berbentuk debu/partikulat yang dapat terhirup oleh manusia. Selain terhisap, debu timbal menempel di pintu atau jendela yang dapat terhirup ke dalam saluran pernafasan dan masuk ke dalam mulut.
Bensin bertimbal masih digunakan di Indonesia. Padahal hampir seluruh negara di wilayah Asia sudah tidak menggunakan bensin bertimbal. Karena itulah, anak-anak yang tinggal di kota-kota negara berkembang seperti Indonesia ini mempunyai resiko tinggi keracunan timbal.

Tabel dibawah ini menunjukkan data rata-rata kandungan timbal (gram/liter) tahun 2006 di kota-kota besar di Indonesia

Tabel Kadar Timbel Bensin Tahun 2006
No. Nama kota besar ( Gram / liter )
1. Palembang 0,070
2. Yogyakarta 0,051
3. Batam 0,015
4. Denpasar 0,020
5. Padang ND
6. Medan 0,020
7. Mataram 0,007
8. Kupang 0,011
9. Makasar 0,005
10. Manado 0,oo4
11. Palu 0,005
12. Ambon 0,058
13. Sorong 0,032
ND = Not Detectable, berarti nilai dibawah 0,001347 gram/liter (nilai minimum).
Sumber: Media Indonesia, 7 September 2006

Dari tabel diatas, terlihat dengan jelas bahwa Palembang, kotanya “wong kito” menempati peringkat teratas.

Penelitian menunjukkan bahwa timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Pada kadar rendah, keracunan timbal pada anak dapat menyebabkan: penurunan IQ dan pemusatan perhatian, kesulitan membaca dan menulis, hiperaktif dan gangguan perilaku, gangguan pertumbuhan dan fungsi penglihatan dan pergerakan, dan gangguan pendengaran. Pada kadar tinggi, keracunan timbal pada anak dapat menyebabkan anemia, kerusakan otak, liver, ginjal, syaraf dan pencernaan, koma, kejang-kejang atau epilepsi, dan kematian.
Selain pada anak anda, anda sendiripun dapat pula keracunan timbal dengan timbulnya anemia dan bila anda atau istri anda hamil yang terpajan timbal juga akan berakibat terjadinya keguguran dan dapat mengenai anak yang disusui karena terakumulasi dalam ASI. Timbal juga menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, kemandulan, impoten, mengurangi kesuburan, dan pada level tinggi dapat menyebabkan kematian.

Mungkin karena ini di negara kita masih banyak orang-orang bodoh ya? Betul gak ini pak Presiden dan Pak menteri..

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*