Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Posts tagged ‘MENGOBATI HIDUNG MAMPET’

PENYEBAB COMMON COLD, PILEK HIDUNG MAMPET

COMMON COLD, PENYEBAB COMMON COLD, PILEK HIDUNG MAMPET, APA ITU COMMON COLD, MENGOBATI HIDUNG MAMPET, SULIT BERNAFAS KARENA HIDUNG MAMPET, HIDUNG TERSUMBAT

Manifestasi klinis

Gejala terendah yang timbul dari suatu sindrom common cold adalah keluarnya cairan dari hidung, hidung yangHIDUNG MAMPET terasa buntu dan iritasi tenggorok yang kemudian mengakibatkan timbulnya rasa batuk. Cairan hidung yang purulen juga tidak dapat dijadikan suatu bukti adanya infeksi bakteri.

Infan biasanya akan mengalami demam, 380C atau lebih dan kesulitan untuk memberikan makanan maupun menidurkannya. Pada anak yang lebih besar, biasanya anak mengeluhkan sakit-sakit pada badan, badan lemah dan anoreksia.

Demam yang tidak mengalami komplikasi biasanya akan sehat kembali dalam jangka waktu 7 hari. Demam lama dengan gejala yang semakin memburuk selama 7 hari tersebut mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri sekunder, sedangkan hidung baru akan terlihat bersih dari bekas ingus setelah dua minggu.

Penatalaksanaan

Tidak diperlukan suatu terapi antibiotik karena common cold adalah suatu self- limiting illness sehingga tidak diperlukan suatu terapi yang spesifik. Obat-obatan common cold yang biasanya diresepkan oleh dokter belum menunjukkan hasil yang signifikan dan umumnya tidak direkomendasikan. Walaupun demikian, terapi umum yang akan membantu penderita antara lain;

  1. Mengurangi demam
  2. mengurangi gejala hidung buntu
  3. perbanyak minum air
  4. Hindari asap rokok

NYERI TENGGOROK (SORE THROAT)

Manifestasi Klinis

Faringitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri mempunyai tanda dan gejala yang sama. Konjungtivitis, rhinitis, batuk, suara serak, stomatitis anterior, lesi ulkus diskret (discrete ulcerative lesions), eksantem virus dan diare lebih cenderung disebabkan oleh virus.

Gejala klinis yang biasanya ditemukan pada penderita streptococcal pharyngitis. Demam, kemerahan difus pada tonsil dan eksudat pada faring, atau adanya pembengkakan, perbesaran pada limfonodus cervikalis anterior dan tidak adanya gejala yang biasa ditemukan pada infeksi yang disebabkan oleh virus.

Penatalaksanaan

Terapi umum

  1. Berikan penjelasan lengkap penyebab paling mungkin timbulnya penyakit tersebut pada anak. Anak dapat diobati dirumah kecuali bila si anak tidak mau makan, terdengar adanya stridor atau timbulnya suatu komplikasi.
  2. Pastikan bahwa ibu memberikan minum yang cukup.
  3. Obat analgesi yang adekuat biasanya diperlukan, misalnya parasetamol.

Terapi Antibiotik

Terapi antibiotik tidak seluruhnya diperlukan pada anak-anak dengan gangguan di tenggorokan ini. Walaupun demikian, pemberian antibiotik jangan ditunda jika kondisi klinis terlihat berat atau tersangka faringitis. Komplikasi demam reumatik, otitis media dapat dicegah dengan pemberian dini terapi antibiotik yang sesuai.

Jika anak tersebut adalah tersangka GABSH pharyngitis, maka terapi pilihan adalah penisilin selama sepuluh hari.

Mononukleosis infeksiosa juga dapat terjadi bersamaan dengan sakit tenggorokan, eksudat tonsilere dan limfadenopati servikalis anterior. Antibiotik ampisilin termasuk asam koamoksiklavulanis sebaiknya dihindari sebagai pengobatan lini pertama.

Antibiotik yang direkomendasikan pada GABHS pharyngitis:

  • Penisilin V oral, dosis 10-15mg/kgBB setiap 8 jam sehari selama 10 hari
  • Amoksisilin oral dengan dosis 25mg/kgBB setiap 8 jam sehari selama 10 hari
  • Ampisilin oral dengan dosis 25mg/kgBB setiap 6 jam sehari selama 10 hari.

Atau

  • Jika ragu dengan kepatuhan pasien maka berikan Benzadin Penisilin intramuskuler 600 000 unit untuk anak kurang dari 5 tahun dan 1,2 mega unit untuk anak lebih dri 5 tahun.
  • Jika pasien alergi dengan penisilin, gunakan eritromisin suksinat oral dengan dosis 15-25mg/kgBB tiap 12 jam selama 10 hari.
  • Antibiotik lain seperti golongan makrolid dan sefalosporin juga efektif dan boleh diberikan dalam durasi singkat.

Terapi tambahan

Kurangi kongesti hidung jika mengganggu makan. Berikan tetes hidung Saline. Penggunaan anti-dekongestan intra nasal pada anak-anak kurang dari tiga bulan tidak direkomendasikan. Penggunaan antihistamin oral pada orang dewasa menunjukkan efek simpatis dari kongesti hidung yang sangat baik. Tetapi, efek sedatifnya sangat berpotensi menyebabkan keracunan dan ketidakpastian penggunaan antihistamin pada infan. Penggunaan preparat kodein pada anak-anak terutama infan sangat tidak dibenarkan.

Baca Juga:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.627 pengikut lainnya.